$OMED
Produsen sekaligus distributor alat kesehatan Indonesia dengan merk dagang "ONEMED".
Lini bisnis utamanya terletak pada : Medical Disposables & Consumables seperti syringes (suntik), atau produk habis pakai. Hospital Furniture seperti kursi roda, Biotech & Lab seperti tabung darah (blood collection tube), test pack.

Pasar Omed tersebar diseluruh Indonesia (34 provinsi & 514 kab/kota) yang terdiri dari : Rumah Sakit, Pemerintah, Apotek dan Toko Alat Kesehatan, serta Omed sudah mulai melakukan ekspor ke beberapa negara : Malaysia, Singapura, India, bahkan Nigeria.

Adapun strategi ekspor yang digunakan oleh Omed melalui Direct Export Distributor, OEM (Private Label), NGO ke negara berkembang (Non-Governmental Organization) biasanya ini bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, atau lingkungan.

Omed merupakan salah satu saham sektor kesehatan dengan fundamental solid (cash rich, debt yang nyaris zero, profit margin sehat). Tercermin dari manajemen yang konservatif yang mecadangkan kerugian penurunan nilai (CKPN) sekitar 5.4M rupiah dari total piutang sekitar 207M rupiah.

Namun perlu diperhatikan, CCC Omed tergolong cukup tinggi diangka 191 yang artinya omed butuh waktu ±6 bulan untuk mengubah modalnya menjadi kas jika dibandingkan dengan $MDLA yang hanya 29 hari, $DKHH 90-120 hari.
Adapun penyebabnya, Days Inventory OMED cukup tinggi karena posisinya SKU slow moving seperti kursi roda yang jumlahnya sangat signifikan secara nilai inventory diatas 1 tahun, jika dibandingkan dengan bahan habis pakai yang hanya dibawah 30 hari. DPO yang hanya 25 hari juga menjadikan CCC OMED cukup tinggi.

Apakah CCC 191 hari itu berbahaya bagi bisnis OMED?
Jawabannya tentu tidak, jika OMED mampu mempertahankan ROA & ROE yang sehat, Cash and Cash Equivalent 535M , Margin Laba Bersih tetap terjaga sekitar 17% didukung CFO yang positif di tengah perputaran barang yang lambat, menunjukkan bahwa Laba yang masuk bukan hanya sekedar angka akuntansi tetapi merupakan uang tunai.
Dengan catatan tambahan untuk selalu memperhatikan kas dan penjualan per kuartal, serta angka DOI. Apakah ada penurunan, atau kenaikan pada doi sebagai antisipasi overstock.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy