Bank yang Paling Banyak Kasi Pinjaman ke Bisnis Kapal
Lanjutan dari request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Setelah baca beberapa laporan keuangan saham kapal, saya menemukan fakta bahwa Bank Mandiri $BMRI adalah bank yang paling banyak memberikan pinjaman kredit untuk saham kapal yang ada di IHSG. Ini bukan kebetulan, ini cerminan siapa yang paling siap menelan risiko siklus komoditas plus risiko aset kapal yang nilainya bisa naik-turun tergantung pasar. Bank yang mau pegang eksposur ke kapal berarti siap menghadapi volatilitas, siap negosiasi covenant, dan siap mengatur jaminan lintas entitas biar utang tetap aman. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Bank Mandiri kelihatan bukan cuma hadir, tapi menyebar ke banyak cerita besar di sektor ini. Ada batubara di TCPI Rp1,22 triliun. Ada tanker dan gas di SHIP USD 176,14 juta. Ada SOCI yang punya fasilitas sindikasi USD 81,56 juta plus USD 7,02 juta. Lalu ada PSAT Rp200,60 miliar, CBRE Rp148,89 miliar, TAMU USD 13,62 juta, BESS Rp15,62 miliar, BBR USD 3,42 juta, BSML Rp29,84 miliar. Secara jumlah nama debitur, Mandiri memberikan kredit pada minimal 11 saham kapal dari total 21 emiten kapal, itu artinya sekitar 52% dari saham kapal yang ada di IHSG. Itu sudah level dominasi, bukan sekadar ikut-ikutan.
Kalau Mandiri itu bank yang paling luas jaringannya, $BBCA itu terlihat lebih fokus ke pemain yang arus kasnya biasanya kuat di tug and barge atau yang punya posisi market jelas. $TPMA punya pinjaman BCA USD 91,33 juta, angka yang sangat besar untuk satu emiten tug and barge. MBSS Rp261,92 miliar. WINS USD 16,82 juta. Ada juga SOCI di sindikasi USD 27,18 juta. Polanya terasa, BCA tidak menyebar ke terlalu banyak nama, tapi sekali masuk, tiketnya bisa besar dan biasanya dibarengi disiplin covenant yang ketat.
OCBC NISP, terutama lewat unit syariah, terlihat sering jadi pilihan untuk struktur pembiayaan yang lebih fleksibel. SMDR USD 37,09 juta plus Rp27,8 miliar, lalu ada tambahan kreditur asing di SMDR seperti BNP Paribas USD 42,03 juta, The IYO Bank USD 36,93 juta, dan Bank of China USD 13,47 juta. OCBC juga muncul di SOCI USD 18,94 juta, TPMA USD 14,60 juta, dan SHIP USD 1,81 juta. Ini memberi kesan adanya jalur pendanaan yang lebih campuran antara rupiah dan USD, plus variasi struktur. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Woori Saudara tampil sebagai bank yang cukup aktif di nama-nama tertentu, terutama yang bernapas dalam USD. BULL outstanding USD 41,52 juta, SOCI USD 24,85 juta, SHIP USD 18,34 juta. BRI masuk lewat CBRE plafon Rp180 miliar, HUMI USD 13,41 juta, dan GTSI USD 8,79 juta. BNI muncul di HUMI USD 18,21 juta. Di luar bank, ada dana dan instrumen alternatif yang punya karakter sendiri, seperti OCP Asia Fund IV dan V USD 54,10 juta untuk Logindo, Sukuk Ijarah dengan wali amanat BSI USD 50,31 juta untuk SMDR, Bamboo Mountain Power B.V USD 19,44 juta untuk GTSI dan HUMI, dan Goodman Seacrest Ltd Rp83,83 miliar untuk TCPI.
Bagian paling sensitif ada di dua area. Pertama, risiko mata uang. Dari data yang di ada, lebih dari 70% pinjaman jangka panjang dalam di industri kapal ini berdenominasi USD, terutama untuk tanker dan kapal LNG. Kalau pendapatan debitur banyak rupiah sementara cicilan USD, tekanan kurs bisa langsung menggerus rasio. Kedua, pelanggaran covenant. BULL dan CBRE melaporkan technical default. WINS lewat entitas anak WMO juga melanggar covenant tetapi mendapat waiver dari DEG sampai 15 Desember 2025. Ini menjelaskan kenapa bank kadang tidak menekan tombol eksekusi, bank lebih memilih waiver, reset covenant, atau restruktur, karena tujuan akhirnya tetap sama, utang dibayar, kapal tetap jalan, recovery tidak jatuh. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ฆ Bank Mandiri
๐ชจ TCPI Rp1,22 triliun
๐ข SHIP USD 176,14 juta
๐ข SOCI USD 81,56 juta sindikasi, plus USD 7,02 juta
๐ข PSAT Rp200,60 miliar
๐งฑ CBRE Rp148,89 miliar
๐ TAMU USD 13,62 juta
โ BESS Rp15,62 miliar
๐ BBR USD 3,42 juta
๐ข BSML Rp29,84 miliar
๐ Cakupan minimal 11 dari 21 emiten, sekitar 52%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ฆ BCA
๐ข TPMA USD 91,33 juta
โ MBSS Rp261,92 miliar
๐ WINS USD 16,82 juta
๐ข SOCI USD 27,18 juta sindikasi
๐ฆ Woori Saudara
๐ข BULL USD 41,52 juta
๐ข SOCI USD 24,85 juta
๐ข SHIP USD 18,34 juta
๐ฆ OCBC NISP unit syariah
๐ฆ SMDR USD 37,09 juta plus Rp27,8 miliar
๐ข SOCI USD 18,94 juta
๐ข TPMA USD 14,60 juta
๐ข SHIP USD 1,81 juta
๐ฆ BRI dan BNI
๐งฑ CBRE plafon Rp180 miliar
โ HUMI USD 13,41 juta, BNI USD 18,21 juta
๐ฅ GTSI USD 8,79 juta
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ Kreditor asing dan lembaga spesialis
๐ฆ SMDR BNP Paribas USD 42,03 juta, The IYO Bank USD 36,93 juta, Bank of China USD 13,47 juta
โ NMS LPEI USD 9,25 juta
๐ WINS DEG USD 0,38 juta, juga terkait waiver WMO sampai 15 Desember 2025
๐งพ Pendanaan non-bank dan pasar modal
โ Logindo OCP Asia USD 54,10 juta
๐ฆ SMDR Sukuk Ijarah wali amanat BSI USD 50,31 juta
๐ฅ GTSI dan HUMI Bamboo Mountain Power B.V USD 19,44 juta
๐ชจ TCPI Goodman Seacrest Rp83,83 miliar
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
โ Sinyal risiko yang paling penting
๐ฑ Lebih dari 70% pinjaman jangka panjang berdenominasi USD
๐จ Technical default muncul di BULL dan CBRE
๐ก WINS lewat WMO melanggar covenant tapi ditahan waiver sampai 15 Desember 2025
๐งท Bank cenderung pakai jaminan silang dan default silang antar entitas untuk meredam volatilitas sektor
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9








