imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

#30 Saat Harga Berisik, Nilai Tetap Diam

Saya pernah berada di masa ketika harga bergerak lebih cepat daripada pikiran saya sendiri. Setiap notifikasi terasa seperti panggilan darurat, setiap grafik yang melonjak atau jatuh memicu reaksi instan. Harga begitu berisik, seolah ingin didengar terus-menerus. Di tengah hiruk-pikuk itu, saya menyadari satu hal yang aneh: semakin keras suara harga, semakin sulit saya menangkap apa yang sebenarnya penting.

Dalam kebisingan itu, nilai justru tidak banyak bicara. Ia tidak muncul di headline, tidak memantul lewat notifikasi, dan tidak ikut berteriak saat pasar ramai. Nilai hadir diam-diam—di laporan keuangan, di konsistensi bisnis, di keputusan manajemen yang tidak berubah hanya karena sentimen harian. Dulu, saya sering melewatkannya karena terlalu sibuk merespons suara. Padahal, yang diam itulah yang sebenarnya bekerja.

Perlahan saya belajar untuk menurunkan volume. Saya tidak lagi merasa harus bereaksi pada setiap pergerakan harga. Ketika harga menjadi berisik, saya justru kembali ke hal-hal yang sunyi: membaca, mengevaluasi, dan mengingat alasan awal saya berinvestasi. Di situlah ketenangan muncul. Saya mulai memahami bahwa tidak semua pergerakan butuh respons, dan tidak semua kebisingan membawa makna.

Hari ini, saya tidak lagi tergesa saat harga berisik. Saya tahu bahwa suara pasar akan selalu ada, berganti nada setiap hari. Tapi nilai tetap diam, setia pada waktunya sendiri. Dengan belajar mendengarkan yang tidak bersuara, saya menemukan cara berinvestasi yang lebih jernih. Bukan karena saya kebal terhadap hiruk-pikuk, tapi karena saya tahu kapan harus mendengarkan, dan kapan harus diam bersama nilai.

$IHSG $SCCO $ISSP

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy