Saham Kapal yang Mendapatkan Kasih Sayang dari Bank
Request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Karena request tersebut, saya jadi baca - baca beberapa laporan keuangan saham kapal dan saya menemukan ada beberapa saham kapal di IHSG yang sebenarnya sudah technical default atau tidak memenuhi syarat covenant bank tapi bank-nya tetap memberikan kelonggaran atau tidak langsung menyita aset saham kapal tersebut. Mungkin bank-nya terlalu sayang. Tapi kalau dibaca lebih objektif, ini sering bukan soal sayang, melainkan soal kalkulasi. Di shipping, aset kapal itu besar tapi likuiditasnya tidak segampang saham, dan kalau bank langsung menekan tombol eksekusi pailit kan atau sita aset maka nilai recovery bisa lebih jelek karena harus jual aset di timing yang salah. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Yang perlu dibedakan dulu, technical default itu biasanya pelanggaran aturan main, bukan berhenti bayar pokok dan bunga. Jadi perusahaan masih bisa bayar, tetapi rasio seperti DSCR, debt capacity, atau covenant lain tidak tembus. Di titik itu bank secara kontrak sering punya hak untuk percepat jatuh tempo, minta pelunasan, atau minta tambahan jaminan. Namun bank juga bisa memilih jalan yang lebih rasional, memberi waiver, reset covenant, atau restruktur ringan supaya kapal tetap beroperasi dan utang tetap dibayar.
Dari data laporan keuangan yang ada, yang paling terang menyebut adanya pelanggaran covenant atau syarat bank adalah $BULL dan $CBRE, lalu ada $WINS lewat entitas anak WMO. Polanya mirip, beban utang tinggi, ekuitas tertekan defisit, lalu covenant jadi rapuh. Begitu rapuh, satu dua kuartal buruk saja sudah cukup membuat rasio jatuh dan statusnya masuk technical default.
Yang bikin situasi ini makin sensitif adalah cara utang diklasifikasikan. Kalau covenant dilanggar dan bank belum kasih waiver yang efektif, utang jangka panjang bisa berubah wajah jadi kewajiban jangka pendek karena secara teori bisa dipercepat. Manajemen biasanya berusaha mempertahankan klasifikasi jangka panjang dengan argumen sedang dalam proses reviu penyelesaian atau sudah ada komunikasi restruktur. Ini masuk akal sebagai strategi stabilisasi, tapi buat investor, ini sinyal risiko yang harus dibaca lebih ketat, karena menyangkut likuiditas 12 bulan ke depan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jadi, technical default di saham kapal bukan otomatis bangkrut hari ini, tetapi itu lampu kuning yang artinya perusahaan sedang hidup dalam toleransi kreditur. Selama waiver atau kelonggaran bank masih ada, operasional perusahaan bisa tetap lanjut. Begitu waiver atau kelonggaran habis atau negosiasi buntu, risikonya bisa berubah dari lampu kuning jadi lampu merah, bisa berupa percepatan utang, kenaikan bunga, pembatasan capex, larangan dividen, sampai permintaan tambahan jaminan.
โ
BULL
๐ Bukti kondisi
๐ Tidak memenuhi rasio keuangan dan ketentuan kepatuhan atas jaminan pada pinjaman bank tertentu
๐งพ Utang tetap diklasifikasikan jangka panjang sesuai jadwal bayar karena proses reviu penyelesaian
๐ฆ Kreditor dan nilai utang
๐ Bank Woori Saudara outstanding USD 41,53 juta
๐ Bank Panin outstanding USD 32,37 juta
๐ Bank Sinarmas plafon term loan USD 49,93 juta
๐ Bank Oke Indonesia fasilitas KI Rp125 miliar, PRK Rp50 miliar, tambahan KMK Rp140 miliar Juli 2025
๐ Bank MNC Internasional plafon Rp35 miliar
๐ Tekanan neraca
๐งฎ Total liabilitas USD 161,73 juta dari total aset USD 348,84 juta, sekitar 46,36%
๐งฑ Akumulasi defisit USD 231,95 juta, ekuitas sangat tertekan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
โ
CBRE
๐ Bukti kondisi
๐ Belum memenuhi DSCR dan debt capacity sesuai ketentuan bank per 31 Desember 2024
๐ฆ Kreditor dan nilai utang
๐ Bank Mandiri kredit investasi terpakai Rp148,90 miliar
๐ BRI plafon KMK Rp180,00 miliar, saldo jangka pendek Rp6,07 miliar
๐ Tekanan neraca
๐งฎ Liabilitas Rp268,30 miliar dari aset Rp352,58 miliar, sekitar 76,10%
๐งฑ Ekuitas Rp84,28 miliar dengan akumulasi defisit Rp88,63 miliar, posisi ekuitas rapuh
โ
WINS lewat entitas anak WMO
๐ Bukti kondisi
๐ WMO tidak memenuhi rasio keuangan covenant, dan pelanggaran termasuk event of default
๐ก Penahan guncangan
๐งพ Ada waiver dari kreditur DEG sampai 15 Desember 2025, jadi tidak dieksekusi saat itu
๐ง Kenapa bank bisa memberi kelonggaran
๐งฉ Menjaga kapal tetap jalan supaya arus kas tetap ada, dibanding memaksa jual aset di harga jelek
๐ Eksekusi cepat bisa menurunkan recovery karena pasar kapal bisa sepi saat siklus turun
๐ค Bank sering lebih pilih reset covenant, tambahan jaminan, atau fee, daripada mematikan debitur
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9








