imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$MBSS vs $TPMA vs $PSSI: Mana yang Terbaik?

Request member bukan di External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Member Pintarsaham ada yang request untuk analisis perbandingan MBSS dan TPMA untuk melihat mana yang lebih baik di antara mereka. Saya juga coba pakai perbandingan dengan PSSI agar lebih lengkap. Kalau dilihat sekilas, ketiganya sama-sama perusahaan tugboat dan barge yang hidup dari komoditas curah, terutama batubara. Tapi cek LK Q3 2025, kelihatan jelas bahwa masing-masing punya cara survive yang berbeda. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi skala pendapatan, TPMA paling beringas dalam volume kerja. Revenue TPMA USD 83,89 juta, PSSI USD 44,50 juta, dan MBSS Rp663,19 miliar yang setara kira-kira USD 39,7 juta dengan asumsi 1 USD = Rp16.680. Artinya TPMA sekitar 1,9 kali PSSI dan sekitar 2,1 kali MBSS. Di level operasional, ini biasanya berarti armada TPMA bekerja lebih padat atau kontraknya lebih besar, sehingga lebih tahan kalau mau ekspansi karena basis pendapatannya memang sudah lebar.

Namun ketika masuk ke neraca aset, size mereka tidak sesederhana revenue. Total aset TPMA USD 270,78 juta, MBSS Rp4,24 triliun setara kira-kira USD 254 juta, dan PSSI USD 179,93 juta. TPMA masih paling besar, tapi MBSS menempel ketat. Yang penting bukan cuma besar asetnya, melainkan komposisinya. MBSS punya kas dan bank Rp2,42 triliun, ini level yang membuat perusahaan seperti punya bantalan tebal saat siklus komoditas berubah.

Kalau membandingkan laba, angka nominal MBSS terlihat paling mencolok. MBSS mencatat laba bersih Rp307,19 miliar setara kira-kira USD 18,4 juta. TPMA laba USD 15,79 juta, PSSI laba USD 1,56 juta. Secara headline, MBSS paling besar. Tapi kualitasnya perlu dibaca ulang karena MBSS ditopang pendapatan bunga Rp97,1 miliar dan keuntungan jual aset Rp64,6 miliar. Dua sumber ini bagus untuk memperkuat kas dan menutup siklus, tapi tidak selalu berulang dengan ritme yang sama tiap periode. Sementara TPMA tampak lebih solid dari sisi laba operasional karena earnings-nya datang dari aktivitas angkut yang memang sedang kencang.Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Dari sisi likuiditas dan risiko utang bersih, PSSI justru yang paling nyaman. Kas PSSI USD 76,6 juta jauh di atas utang bank USD 14,2 juta. Ini posisi net cash yang jelas, perusahaan bisa bernapas panjang tanpa tergantung refinancing. Di sisi lain, MBSS memang kasnya terbesar dalam rupiah, tapi investor tetap perlu cek utang berbunga untuk menghitung net cash secara penuh. TPMA juga cenderung punya kebutuhan pendanaan lebih aktif karena sedang ekspansif, jadi struktur utang dan jadwalnya biasanya lebih dinamis.

Kalau fokus investor adalah mesin kas dari operasi, TPMA kembali terlihat paling meyakinkan. Arus kas operasi TPMA USD 31,51 juta, dan capex USD 38,9 juta. Ini sinyal perusahaan lagi menekan gas menambah armada, dan sebagian besar dibiayai oleh kemampuan operasi, bukan cuma dari utang. Ini biasanya pola yang paling sehat untuk ekspansi shipping, karena armada baru masuk dengan cashflow yang memang sudah kuat.

Di sisi model bisnis, ketiganya sama-sama bernafas dari batubara dan pelanggan sektor energi. Namun titik bedanya ada pada konsentrasi dan arah strategi. MBSS disebut sangat tergantung pada satu klien besar, PT Adaro Indonesia, dan armadanya menyusut dari 73 menjadi 53 unit. Ini memberi kesan MBSS sedang menata ulang, mungkin buang unit yang kurang efisien sambil menjaga kontrak inti. TPMA sebaliknya ekspansif, mengejar efisiensi transshipment dan menambah armada. PSSI mengambil jalur yang agak beda karena mulai masuk diversifikasi ke real estat melalui akuisisi PT Pelikan Satu Properti, yang bisa jadi bantalan, tapi juga bisa bikin fokus manajemen terbagi.

Soal basis klien, ada benang merah yang sama karena MBSS dan TPMA punya relasi dengan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna. Bedanya, MBSS lebih berat ke Adaro, sedangkan TPMA punya basis klien lebih luas seperti Kaltim Prima Coal dan Arutmin. Secara risiko bisnis, basis klien yang lebih menyebar biasanya membuat pendapatan lebih tahan terhadap renegosiasi satu kontrak. Konsentrasi satu klien besar bisa memberi stabilitas volume, tapi ketika kontrak masuk fase perpanjangan, posisi tawarnya jadi krusial.

Valuasi sahamnya menarik karena semuanya masuk zona yang biasanya investor suka untuk PBV dan PER, kecuali PSSI di PER. Dengan asumsi annualized, harga PSSI Rp350 dengan EPS sekitar Rp6,7 memberi P/E sekitar 52 kali, mahal untuk ukuran shipping, walaupun PBV 0,75 kali terlihat murah terhadap nilai buku. MBSS harga Rp1.825, EPS sekitar Rp234 memberi P/E sekitar 7,8 kali dan PBV 0,90 kali. TPMA harga Rp605, EPS sekitar Rp100 memberi P/E sekitar 6,0 kali dan PBV 0,79 kali. Kalau patokan investor PER bagus 0 sampai 10 dan PBV bagus 0 sampai 1, maka MBSS dan TPMA sama-sama masuk kriteria, PSSI hanya menarik dari PBV tapi tidak dari PER. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau harus memilih berdasarkan tujuan investor, gambar besarnya begini. TPMA terlihat paling kuat sebagai mesin operasional dan ekspansi, revenue terbesar, arus kas operasi besar, dan P/E paling murah sekitar 6,0 kali sehingga earnings power per rupiah harga paling menarik.
MBSS terlihat seperti kombinasi neraca tebal dan laba besar, tapi investor perlu disiplin memisahkan laba yang berulang dari yang sifatnya sekali-sekali seperti bunga besar dan jual kapal, karena itu bisa membuat P/E tampak lebih menarik dari yang sebenarnya bila earnings normalnya lebih kecil.
PSSI paling nyaman dari sisi net cash, namun laba kecil membuat P/E sangat tinggi, sehingga tesisnya lebih cocok untuk investor yang percaya ada perubahan besar di profitabilitas ke depan, bukan untuk yang ingin hasil cepat dari earnings yang sudah terbukti.

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy