imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Berikut adalah rangkuman insight dan prospek saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk ($MIKA) untuk tahun 2026:
1. Prospek dan Rekomendasi Saham
Secara keseluruhan, prospek MIKA di tahun 2026 dinilai tetap solid dengan rekomendasi utama BUY (Beli) dari berbagai sekuritas. Hal ini didorong oleh strategi ekspansi rumah sakit yang agresif dan peningkatan kontribusi dari segmen pasien privat yang lebih menguntungkan.
Berikut adalah beberapa target harga (TP) dari analis:
• Indo Premier Sekuritas: Rp3.250.
• Samuel Sekuritas: Rp3.130.
• OCBC Sekuritas: Rp3.000.
• Mirae Asset: Rp2.820.
• Konsensus TradingView: Rp3.023 – Rp3.071.

2. Proyeksi Kinerja Keuangan 2026
Manajemen memberikan panduan pertumbuhan pendapatan (topline) dua digit untuk tahun 2026. Berbagai proyeksi mencakup:
• Pendapatan: Diproyeksikan mencapai antara Rp5,91 triliun hingga Rp6,06 triliun.
• Laba Bersih: Diperkirakan tumbuh menjadi Rp1,44 triliun hingga Rp1,52 triliun.
• Margin EBITDA: Ditargetkan terjaga di kisaran 38,8% – 39,5%, meskipun akan ada sedikit dilusi sekitar -50bps akibat pembukaan rumah sakit baru.

3. Strategi Pertumbuhan dan Ekspansi
Pertumbuhan MIKA pada 2026 akan didorong oleh beberapa faktor kunci:
• Ekspansi Jaringan: MIKA berencana menambah 1-2 rumah sakit baru per tahun dengan alokasi capex (belanja modal) sebesar Rp800 miliar – Rp1 triliun. Pada kuartal ketiga 2026, dua rumah sakit baru di Jakarta dan Jawa Timur dijadwalkan mulai beroperasi.
• Dominasi Segmen Privat: MIKA fokus meningkatkan volume pasien privat (non-BPJS) yang berkontribusi sekitar 85% - 90% terhadap total pendapatan. Segmen ini memberikan margin yang jauh lebih tinggi dibandingkan pasien JKN/BPJS.
• Layanan Kompleks: Pengembangan Centre of Excellence seperti layanan onkologi, kardiologi, dan ortopedi bertujuan untuk meningkatkan intensitas pendapatan per pasien (ARPID).

4. Risiko Investasi dan Mitigasi
Terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai investor di tahun 2026:
• Regulasi Co-payment: Efektif Januari 2026, skema co-payment 10% dari OJK berisiko menurunkan volume pasien asuransi swasta non-urgen sebesar 1-2%.
• Defisit BPJS: Keterlambatan klaim pembayaran dari BPJS masih menjadi risiko bagi arus kas, meskipun kontribusi pendapatan dari segmen ini relatif kecil (sekitar 12-18%).
• Mitigasi: MIKA memitigasi risiko ini melalui efisiensi operasional berbasis digital, penggunaan program loyalitas aplikasi mobile, dan fokus pada layanan premium yang lebih tahan terhadap perubahan regulasi

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy