$NINE Poh Group Pte Ltd & Rekam Jejaknya
Poh Group adalah perusahaan multi-sector asal Singapura yang berdiri sejak 2010 dan didirikan oleh pengusaha Mr. Poh Kay Ping. Grup ini berkembang menjadi sekitar 13 perusahaan yang beroperasi di Asia, dengan dua pilar bisnis utama: Resources (sumber daya/pertambangan) dan Engineering (rekayasa & konstruksi)..
Bisnis Utama Poh Group : Resources / Pertambangan:
Poh Group punya investasi besar di industri pertambangan, terutama di Mongolia melalui anak usaha Tian Poh Resources Limited dan Poh Golden Ger Resources (PGGR). Total area konsesi mereka mencapai puluhan ribu hektar di wilayah mineral padat dekat perbatasan dengan Tiongkok, yakni pasar komoditas besar dunia.
Aset utama konsesi tersebut termasuk tambang batu bara dan tembaga, dengan satu konsesi (Nuurst Coal Resource) yang memiliki sumber daya JORC puluhan juta ton dan posisi strategis relatif dekat ke infrastruktur serta pasar ekspor..
Engineering & Project Delivery:
Poh Group juga aktif sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement & Construction) dan pernah terlibat dalam pengerjaan proyek besar, termasuk joint venture dengan perusahaan besar China untuk proyek US$430 juta phosphate beneficiation plant di Saudi Arabia.
Selain itu, grup ini juga berinvestasi di:
konsesi emas di Kamboja (hasil eksplorasi awal menjanjikan),
proyek energi di Asia Tengah,
bisnis properti di Singapura, dan
distribusi teknologi di Bhutan..
Rekam Jejak
Mrk punya entitas yang pernah tercatat di bursa (ASX melalui Tian Poh Resources pada 2014) dan operasi riil di beberapa negara.. Di Aussie tutup krn negara kangguru tsb sudah sunset trhdp Coal
Namun, masih banyak dari proyek mereka berada di fase pengembangan / eksplorasi / belum sepenuhnya produksi komersial.
Ini artinya bukan perusahaan tambang raksasa yang sudah lama mapan, tapi lebih ke grup pertambangan & rekayasa yang membangun portofolio asetnya secara aktif...
Poh Group & NINE Kenapa Itu Penting? Poh Group masuk sebagai pemegang saham mayoritas di PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) dan membawa peluang baru: rencana integrasi aset tambang Mongolia milik PGGR ke dalam NINE senilai indikatif sekitar USD 150 juta (±Rp2,5 triliun)..
PGGR juga telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan kontraktor EPC+F berskala besar untuk operasional tambang, dengan target kapasitas produksi tahunan lebih dari 20 juta ton yg setara dgn produksi $ITMG saat ini , so apabila semuanya terealisasi dan sesuai rencana maka akan menjadi game changer sgt besar bagi NINE...
DyOr dan mohon jgn di jadikan sbg ide atau rekomendasi utk membeli or menjual saham $NINE
