Saham Gorengan dan Non Gorengan dalam Kacamata Momentum Hunter
Di pasar modal, istilah gorengan dan non gorengan itu sering bikin orang jadi salah kaprah. Banyak trader dan investor yang ngaitinnya ke fundamental, kapitalisasi atau citra emitennya. Buat momentum hunter, definisinya jelas beda levelnya. Perbedaan ini murni dari soal karakter gerakan harganya, stabilitas struktur, konsistensi likuiditas dan daya tahan momentum. Saham gorengan itu bukan berarti jelek dan non gorengan juga bukan berarti aman. Semua itu balik ke cara energi marketnya muncul, ngedorong harganya, lalu melemah. Kalau definisi lo kabur maka keputusan trading lo bakal gampang goyah. Di sini gue jabarkan penjelasannya secara tajam, dingin dan langsung ke inti logika pergerakan harganya.
Dalam kacamata momentum hunter, saham gorengan itu punya ciri-ciri yang jelas:
1. Harga bisa ngebut secara ekstrem tapi gampang ngos-ngosan.
Naiknya tajam tapi turunnya juga bisa lebih brutal. Sustainabilitas gerakannya sering lemah.
2. Likuiditas naik turunnya nggak stabil.
Kadang rame banget tapi kadang malah sepi banget. Ini yang bikin harganya jadi gampang loncat-loncat.
3. Struktur harga yang mudah rapuh.
Area teknikalnya sering ditembus tanpa reaksi yang solid. Support-resistance terasa kurang banget buat “nahan”.
4. Volatilitasnya tinggi tanpa ritme yang enak dibaca.
Gerakannya liar, cepat tapi pola lanjutannya sering nggak konsisten.
Intinya, saham gorengan = energinya gede tapi kestabilan rapuh.
Sekarang kita bahas penjelasan mengenai saham non gorengan:
1. Harga bergerak lebih rapi dan bertahap.
Momentumnya kebentuk lewat fase yang lebih jelas.
2. Likuiditasnya relatif lebih stabil.
Volumenya nggak meledak lalu hilang dengan ekstrem. Transisi harganya terasa lebih halus.
3. Struktur harga lebih “patuh” secara teknikal.
Breakout, pullback, continuation lebih sering ngasih reaksi yang masuk akal.
4. Volatilitasnya lebih terkontrol. Tetap bisa naik kencang tapi jarang bergerak ngacak secara ekstrem.
Intinya, saham non gorengan = energinya lebih stabil dan strukturnya lebih sehat.
Momentum hunter itu nggak mikir saham gorengan dan non gorengan itu sebagai saham yang bagus atau jelek. Yang dinilai itu adalah:
• Stabilitas momentum
• Ketahanan gerak
• Keteraturan struktur
• Konsistensi likuiditas
Saham gorengan itu sering ngasih peluang cuan yang cepat karena energi besarnya. Tapi resikonya jelas karena energinya akan cepat habis, retrace yang keras, serta struktur yang gampang rusak. Sementara, saham non gorengan itu akan ngasih gerakan yang lebih stabil. Tapi akselerasi awalnya sering nggak segila gorengan, jadi strategi entry lo butuh timing yang lebih presisi.
Momentum hunter yang berpengalaman itu nggak alergi sama saham gorengan namun nggak terlena juga sama saham non gorengan.
Yang jadi penentunya itu cuma satu:
👉 Apakah karakter gerakan harganya cocok sama setup dan risk management lo?
Karena di momentum itu yang bikin boncos bukan volatilitasnya… tapi salah dalam membaca kualitas gerakan harga.
Random tags: $BUMI $ZATA $BUVA