Apakah $DOID Punya Tambang Sendiri?
Pertanyaan member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Ada member Pintar Nyangkut yang tanya apakah DOID punya tambang batubara karena setahu dia, DOID itu bisnisnya hanya kontraktor tambang saja, bukan tuan tanah seperti $ADRO dan $UNTR. Pertanyaannya masuk akal, karena kontraktor biasanya hidup dari jam kerja alat dan volume overburden, bukan dari cadangan di perut bumi. Tapi dari LK per 30 September 2025, DOID ternyata sudah mulai menanam bendera jadi pemilik tambang, walau porsinya masih kecil sekali. Ini bukan perubahan kosmetik, karena lokasinya malah lintas negara. Yang bikin menarik, transisinya datang lewat akuisisi, bukan lewat IUP baru di Indonesia. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Jejak kepemilikan batubara DOID paling jelas ada di Amerika Serikat, lewat BMI dan American Anthracite yang mengakuisisi entitas ACG Holdings, Inc. yang mengoperasikan tambang antrasit di Pennsylvania. Ada juga langkah besar di Australia, BMI meneken perjanjian mengikat untuk ambil 51% Dawson Complex dari Peabody, dengan nilai aset operasional sekitar US$ 455.000.000. Angka ini sendiri sudah memberi sinyal, DOID tidak lagi sekadar menambah portofolio kecil-kecilan, karena nilainya jauh lebih besar dibanding properti pertambangan yang sudah tercatat dari akuisisi entitas anak senilai US$ 58.432.136. Sementara di Indonesia, DOID memang punya entitas tambang batubara BBS dan PMP, tetapi IUP eksplorasi keduanya sudah dikembalikan penuh sejak 2018 dan sekarang dalam tahap likuidasi, jadi bukan sumber produksi.
Kalau investor mencari bukti yang tidak bisa dibantah, ada tiga bukti kepemilikan tambang DOID. Pertama, dasar legal akuisisi antrasit di AS berasal dari stock purchase agreement tanggal 3 Juni 2024. Kedua, munculnya akun properti pertambangan US$ 58.432.136 yang mengindikasikan aset tambang sudah mulai nempel di neraca. Ketiga, DOID juga punya eksposur mineral lewat kepemilikan 44,15% di Asiamet Resources, dengan nilai tercatat investasi entitas asosiasi US$ 10.893.237. Jadi bentuknya bukan cuma batubara, tapi paket diversifikasi komoditas. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Selama LK Q3 2025, pendapatan segmen penambangan batubara sebagai pemilik tambang baru sekitar US$ 3.699.903, sementara jasa pertambangan masih US$ 1.130.375.441. Artinya, kontribusi penambangan batubara sebagai owner masih sekitar 0,33% dari jasa, atau gampangnya masih sekitar 300 kali lebih kecil. Ini menjelaskan karakter DOID hari ini, tulangnya tetap kontraktor, sedangkan tambang milik sendiri baru tahap menyiapkan kaki kedua. Namun arah besarnya sudah jelas, DOID menargetkan porsi pendapatan dari batubara termal turun hingga di bawah 50% pada 2028, jadi yang dibangun sekarang adalah jalan menuju komposisi pendapatan yang lebih beragam. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dibandingkan dengan UNTR dan ADRO, perannya beda kelas dan beda cara main. UNTR itu paling lengkap, jual alat, jadi kontraktor besar lewat PAMA, punya tambang sendiri, lalu merambah mineral seperti emas dan nikel, jadi sumber uangnya banyak pintu. ADRO setelah melepas bisnis batubara termal ke AADI lebih mirip holding yang memusatkan perhatian ke mineral dan energi hijau, termasuk batubara metalurgi lewat ADMR. DOID unik karena kepemilikan batubaranya justru muncul dari antrasit di AS dan rencana aset di Australia, sementara di Indonesia lebih dikenal sebagai kontraktor. Relasi antar mereka juga saling mengunci, UNTR jadi pemasok alat dan komponen untuk DOID lewat BUMA, DOID menjadi kontraktor untuk Adaro Indonesia, dan di lapangan jasa kontraktor UNTR dan DOID tetap saling sikut.
• ✅ DOID sudah punya tambang batubara
• ⚠️ Tapi kontribusi ke pendapatan masih kecil sekali dibanding jasa
• 🗺️ Peta aset batubara DOID
• 🇺🇸 Pennsylvania, Amerika Serikat
• ⛏️ Tambang antrasit lewat BMI dan American Anthracite, akuisisi entitas ACG
• 🧾 Dasar transaksi stock purchase agreement 3 Juni 2024
• 🇦🇺 Australia
• 🧩 Rencana ambil 51% Dawson Complex
• 💰 Nilai aset operasional sekitar US$ 455.000.000
• 🇮🇩 Indonesia
• 🧯 BBS dan PMP sudah bukan mesin produksi
• 🗂️ IUP eksplorasi dikembalikan penuh sejak 2018, masuk likuidasi
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
• 🪨 Properti pertambangan dari akuisisi entitas anak US$ 58.432.136
• 🧲 Eksposur mineral
• 🧩 Asiamet Resources kepemilikan 44,15%
• 📌 Nilai tercatat investasi entitas asosiasi US$ 10.893.237
• 💵 Kontribusi pendapatan 9M 2025
• 🛠️ Jasa pertambangan US$ 1.130.375.441
• ⛏️ Penambangan batubara sebagai owner US$ 3.699.903
• 📉 Porsi owner sekitar 0,33% dari jasa, sekitar 300 kali lebih kecil
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
• 🔗 Relasi dengan UNTR dan ADRO
• 🧰 UNTR
• 🏗️ Pemasok alat dan komponen untuk DOID lewat BUMA
• ⚔️ Tetap kompetitor kontraktor lewat PAMA
• 🌿 ADRO
• 🧱 DOID kontraktor untuk Adaro Indonesia
• 🔄 ADRO bergerak jadi holding fokus mineral dan energi hijau
• 🧱 DOID hari ini masih dominan kontraktor
• 🚀 Kepemilikan tambang sedang dibangun lewat akuisisi lintas negara
• 🧮 Keberhasilan strategi akan terlihat saat porsi non-jasa mulai membesar menjelang target 2028
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/6





