Banyak trader merasa time frame kecil = lebih aman karena cepat keluar masuk.
Padahal secara behavioral finance, justru sebaliknya.
Penelitian klasik dari Daniel Kahneman dan Amos Tversky menunjukkan konsep loss aversion — manusia secara alami lebih takut rugi dibanding senang untung dalam porsi yang sama.
Masalahnya,Semakin sering kita melihat pergerakan harga (TF kecil, scalping, intraday cepat), semakin sering kita terpapar “rugi kecil”.Dan otak memperlakukan rugi kecil itu sebagai ancaman besar.
Inilah yang disebut myopic loss aversion.
Studi terkenal oleh Shlomo Benartzi dan Richard Thaler menjelaskan bahwa ketika investor terlalu sering mengevaluasi portofolionya, mereka cenderung mengambil keputusan yang lebih defensif dan menghasilkan return lebih rendah dibanding yang melihat dalam horizon lebih panjang.
Scalping = noise tinggi + keputusan cepat + exposure loss kecil berulang.
Intraday = masih banyak noise.
Swing (TF lebih besar) = lebih sedikit noise, lebih banyak struktur.lebih aman dan lebih tenang
Bukan berarti swing tidak ada risiko.
Tapi secara psikologis dan statistik volatilitas, TF lebih besar memberi ruang pada probabilitas untuk bekerja, bukan sekadar reaksi terkarena pasar jangka pendek penuh voting dan emosi, jangka panjang lebih mencerminkan nilai dan struktur.hadap fluktuasi menit.
$KEEN $IDEA $ISEA
