BEDAH KEYSTAT Episode #8 : Current Price To Book Value (PBV)
Selanjutnya kita memasuki salah satu indikator terpenting selain Price To Earnings Ratio (PER) untuk menentukan valuasi suatu perusahaan dengan data.
Apa itu Current Price To Book Value?
Price to Book Value (PBV) adalah rasio keuangan yang membandingkan harga pasar saham saat ini dengan nilai buku (book value) per sahamnya, digunakan investor untuk menentukan apakah harga saham tergolong murah (undervalued) atau mahal (overvalued). PBV menggambarkan seberapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap Rp1 kekayaan bersih perusahaan.
Intinya? berapa harga saham sekarang per lembar saat dibandingkan dengan aset-aset yang terbuku di suatu perusahaan.
Contoh
Misalkan PT ABC memiliki data sebagai berikut:
Total Ekuitas: Rp10 Triliun
Jumlah Saham Beredar: 5 Miliar Lembar
Harga Saham Saat Ini: Rp2.500 per lembar
PBV akan menjadi : 1.25
Yang paling penting diingat investor adalah bagaimana cara tahu bahwa suatu perusahaan undervalued atau overvalued atau harganya sudah setara aset yang dimliki?
PBV < 1: Saham cenderung murah (undervalued) atau aset perusahaan dihargai lebih rendah dari nilai aslinya. seperti ADRO yang PBV dibawah 1. Yang berarti bahwa perusahaan ADRO murah secara valuasi ke aset yang dimiliki.
PBV > 1: Saham cenderung mahal (overvalued), namun bisa juga berarti pasar berekspektasi tinggi atas pertumbuhan perusahaan. Biasa di perusahaan big bank, teknologi dll, PBV diatas 1 sangat wajar karena growth mereka dan orang rela membayar harga yang lebih premium karena perusahaan bertumbuh terus asetnya.
Dalam contoh di atas (PBV 1,25x), investor membayar 1,25 kali lipat dari nilai aset bersih per lembar saham.
PBV sering digunakan untuk menilai bank atau perusahaan dengan aset fisik besar, sementara kurang cocok untuk perusahaan teknologi yang asetnya lebih banyak berupa intangible assets.
random tag $BBCA $ADRO $BBNI