@willykusno
Saya sudah dapat papernya
Blue Sky Scenario BCA Sekuritas mengasumsikan RKAB 2026 $DKFT tetap di 2,95 Juta ton
Saya sulit terima ini om..
Tidak ada penurunan produksi Ore di 2026, Produksi 2025=2026= 260-270 Juta Ton
Sementara
Pemilik Smelter terintegrasi (Punya Smelter+Punya IUP Tambang) seperti $INCO dan WEDA Bay sudah publish permohonan kuotanya di-cut 70 persen.
Weda Bay pemegang kuota terbesar di Indonesia dipotong dari 42 Juta ton jadi 12 Juta Ton
Belum lagi kita pertimbangkan penurunan supply akibat :
1. hilangnya produksi dari IUP bermasalah terutama IUP terkait kasus ANTM di Konawe Utara
2. hilangnya produksi ore ilegal dari IUP tanpa cadangan yang selama ini menjual Dokumen Terbang (Dokter)
Kalau bukan Penambang murni kayak DKFT siapa lagi yang akan mengisi kekosongan supply ini?
Blue Sky Scenario BCA Sekuritas (Kuota RKAB 2026 DKFT tetap di 2,95 Juta ton) bagi saya adalah Worst Case Scenario om 馃ぃ