$BUMI Dalam periode satu bulan terakhir (13 Januari–13 Februari 2026), berdasarkan broker flow saham BUMI, aktivitas institusi cenderung pasif. Mayoritas broker yang biasa digunakan institusi tidak menunjukkan akumulasi maupun distribusi yang konsisten dan lebih terlihat melakukan aktivitas trading jangka pendek. Pihak yang melakukan distribusi paling signifikan adalah YU, yang diketahui masih terus melepas saham dalam jumlah besar, dengan sisa kepemilikan sekitar ±2,7%, sementara broker institusi lainnya relatif tidak agresif.
Dari sisi ritel, pergerakan terlihat beragam namun memiliki pola yang serupa. Ritel cenderung berada pada fase akumulasi ringan hingga sideways, dengan timing transaksi yang hampir bersamaan satu sama lain.
Pada broker summary 13 Februari 2026, AK tercatat membeli sekitar Rp300 miliar, hampir menyeimbangkan tekanan jual dengan total net sell sekitar Rp400 miliar. AK, BB, dan AZ menjadi penampung utama dengan total pembelian sekitar Rp440 miliar. Namun sehari sebelumnya, 12 Februari, AK justru mencatat net sell sekitar Rp126 miliar dan YU sekitar Rp110 miliar, yang sebagian besar diserap oleh broker ritel seperti XL, XC, dan PD. Pola ini menunjukkan bahwa AK lebih bersifat trading (jual–beli bergantian) daripada melakukan akumulasi murni.
Hal tersebut terlihat konsisten pada 11–13 Februari, di mana AK bergantian mencatat net buy, net sell, lalu net buy kembali. Data 10 Februari juga mengonfirmasi pola yang sama, yaitu AK menjual, kemudian membeli kembali pada hari berikutnya. Dengan demikian, aktivitas AK lebih mencerminkan strategi trading jangka pendek.
Secara agregat dalam periode 13 Januari–13 Februari 2026, distribusi masih dominan. YU telah melakukan penjualan sekitar Rp5,2 triliun, dengan total distribusi keseluruhan pasar mencapai kurang lebih Rp6 triliun. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan total net buy yang masih di bawah Rp2 triliun. Pembeli terbesar berasal dari broker seperti XL, PD, AK, YP, dan MG, yang sebagian besar berafiliasi dengan aliran dana non-institusi. Jumlah broker yang benar-benar melakukan net buy institusional sangat terbatas, kurang dari tiga, dengan nilai yang relatif kecil.
Secara keseluruhan, tekanan distribusi masih menjadi faktor utama. YU diperkirakan masih akan melanjutkan penjualan, yang berpotensi menahan harga. Setelah periode libur panjang, terdapat kemungkinan AK dan YU kembali menjadi penjual dominan. Jika skenario ini terjadi, tekanan koreksi pada BUMI masih cukup besar, sementara pembeli kemungkinan kembali didominasi broker ritel seperti XL, YP, PD, dan XC yang masuk karena dorongan momentum harga.
(Chatief-14/2/2026)
#DYOR #NFA #LAKUKANRESEACHMANDIRI $IHSG $DEWA
1/7






