$PTPS Amerika Serikat resmi memberikan tarif nol persen untuk minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia. Kebijakan ini membuka peluang ekspor langsung dalam skala besar, mengubah peta perdagangan global yang selama ini didominasi Eropa. Dari total 6 juta ton ekspor sawit RI ke AS, hanya 2–2,5 juta ton dikirim langsung, sisanya masuk lewat negara-negara Eropa yang melakukan re-ekspor. Kini, jalur perdagangan internasional terbuka lebih lebar tanpa perantara.
Direktur PASPI Tungkot Sipayung menilai langkah AS ini menekan posisi Eropa yang selama ini memainkan isu deforestasi melalui regulasi EUDR. Menurutnya, industri sawit RI tidak perlu khawatir karena selain memiliki pasar domestik lewat mandatori B40, Indonesia juga sudah mendiversifikasi ekspor ke India, China, dan Afrika. Ditambah dengan kesepakatan IEU-CEPA, posisi tawar Indonesia semakin kuat. Sawit RI kini mendapat angin segar untuk menembus pasar dunia.