$BLUE Analisis ini membedah fundamental BLUE berdasarkan data laporan keuangan (Q4 2025) Yang Tersedia saat ini.
1. Deep Dive Analysis: Bedah Kualitas Fundamental
A. Kinerja Operasional & Profitabilitas
Meskipun BLUE masih mencatatkan laba, terdapat tren deteriorasi (penurunan) yang cukup signifikan secara Year-on-Year (YoY).
Revenue & Net Income: Pendapatan turun 11,92% YoY (dari 160B ke 141B). Namun, penurunan Net Income lebih dalam secara nominal, menunjukkan adanya tekanan pada biaya operasional atau efisiensi yang menurun.
Margin Analysis: Gross Profit Margin (GPM) cukup tebal di 36,58%, namun Net Profit Margin (NPM) hanya tersisa 6,43%. Terjadi cost leakage yang sangat besar antara Laba Kotor ke Laba Bersih (beban usaha/SGA tinggi).
Returns: ROE 14,30% dan ROA 13,29% sebenarnya masih di atas rata-rata industri, namun trennya sedang melandai.
B. Solvabilitas & Likuiditas (The Fortress)
Ini adalah titik terkuat BLUE.
Debt to Equity Ratio (DER): Hanya 0,01. Perusahaan praktis tanpa hutang bank (Net Cash Company).
Current Ratio: 12,61x. Likuiditas sangat melimpah, mengindikasikan manajemen sangat konservatif atau belum menemukan instrumen ekspansi yang tepat untuk memutar kasnya.
C. Cash Flow (The Quality of Earnings)
Cash from Operations (CFO): 16B. Angka ini lebih besar dari Laba Bersih 14B,
menandakan kualitas laba yang sangat baik (bukan sekadar laba akuntansi, tapi benar-benar masuk berupa uang tunai).
Free Cash Flow (FCF): 18B (karena capex sangat minim). Perusahaan ini adalah cash cow yang efisien.
2. Penjelasan Detail Angka
Current PE (TTM) 185.33x Extreme Overvalued. Pasar menghargai laba 1 unit dengan harga 185 unit. Tanpa pertumbuhan eksponensial, angka ini tidak masuk akal secara fundamental.
Price to Book (PBV) 26.50x Valuasi sangat premium. Investor membayar 26x lipat dari nilai aset bersih perusahaan.
EPS (TTM) 34.67 Laba bersih per lembar saham. Turun dari 39.18 di tahun 2024.
Dividend Yield 0.36% Sangat rendah. Meski Payout Ratio besar (57.74%), harga saham yang terlalu tinggi membuat yield-nya tidak menarik.
Price to Sales 19.03x Valuasi berdasarkan omzet yang sangat mahal untuk perusahaan sektor perdagangan/jasa.
EV/EBITDA 123.56x Mengonfirmasi bahwa nilai perusahaan dibanding laba operasionalnya sudah "langit ke tujuh".
3. Kalkulasi Harga Wajar (Valuasi)
Data Input:
EPS (TTM): 34,67
Book Value Per Share (BVPS): 242,50
Pertumbuhan EPS (g): -11,52% (Kita gunakan asumsi konservatif 5% untuk valuasi ke depan).
Harga Saat Ini Rp.6.425
Metode 1: P/E Standard Multiplier
Menggunakan rata-rata PE industri yang sehat (asumsi PE 15x untuk sektor ini).
Harga Wajar = EPS x PE Ratio
Harga Wajar = 34,67 x 15
Harga Wajar = Rp.520
Metode 2: Warren Buffett (Owner Earnings/DCF Simple)
Buffett melihat FCF per saham.
FCF per Share = 39,30
Jika menggunakan tingkat diskonto (Risk Free Rate + Risk Premium) sebesar 10%:
Harga Wajar = FCF per Share / Discount Rate
Harga Wajar = 39,30 / 0,10
Harga Wajar = Rp.393
Metode 3: Benjamin Graham (Graham Number)
Metode ini menjaga keseimbangan antara aset (BVPS) dan laba (EPS).
Harga Wajar = (22,5 x EPS x BVPS) pangkat 0,5
Harga Wajar = (22,5 x 34,67 x 242,50) pangkat 0,5
Harga Wajar = (189.167) pangkat 0,5
Harga Wajar = Rp.435
Metode 4: Peter Lynch (Fair PE)
Lynch menyamakan PE wajar dengan tingkat pertumbuhan (Growth). Jika growth -11%, secara teori nilainya sangat rendah. Namun kita beri kompensasi yield dividen.
Fair PE = Growth Rate + Dividend Yield
Fair PE = 5 (asumsi optimis) + 0,36 = 5,36
Harga Wajar = EPS x Fair PE
Harga Wajar = 34,67 x 5,36
Harga Wajar =Rp.186
Kesimpulan:
Secara fundamental, BLUE adalah perusahaan yang sangat sehat (Zero Debt) dan memiliki arus kas yang impresif. Namun, secara Valuasi, saham ini berada di level "Bubble" atau sangat overpriced.
Rata-rata harga wajar dari ke-4 metode berada di kisaran 380 - 520. Dengan harga pasar saat ini Rp.6425 (PE 185x) , terjadi deviasi harga yang sangat ekstrem dari nilai intrinsiknya.
Risiko koreksi harga sangat tinggi:
Pasar saat ini sudah mem-pricing BLUE sebagai perusahaan tambang (Backdoor)
Harga saat ini adalah "Ekspektasi", bukan lagi "Fundamental Tinta".
Jika Real (Deal Closing): Harga mungkin akan mengalami cooling down (sell on news) karena euforia sudah tercermin di harga sekarang.
Jika Batal: Akan terjadi "Waterfall Drop" (penurunan tajam beruntun) karena valuasi akan kembali ke bisnis tinta yang harga wajarnya hanya di kisaran Rp400-an.
Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.
1/2

