imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

#24 Ketika Market Salah Menilai, Apa yang Harus Dilakukan

Saya pernah berada di fase di mana pasar terasa “tidak adil”. Saham yang saya yakini punya fondasi kuat justru bergerak lesu, sementara yang lain melesat tanpa alasan yang jelas. Ada rasa ingin segera bertindak—entah menjual karena lelah menunggu, atau menambah karena merasa pasar keliru. Di titik itu, saya sadar bahwa yang paling berbahaya bukanlah penilaian pasar yang salah, melainkan reaksi saya yang terburu-buru terhadapnya.

Awalnya saya menganggap market salah menilai sebagai kesempatan yang harus segera dimanfaatkan. Namun pengalaman mengajarkan bahwa tidak semua ketidaksesuaian perlu direspons cepat. Pasar sering salah menilai dalam jangka pendek karena sentimen, narasi, atau arus dana. Tapi ia juga bisa “tetap salah” lebih lama dari kesabaran kita. Di sanalah disiplin diuji: apakah alasan saya membeli masih utuh, atau saya hanya bertahan karena ingin membuktikan diri benar?

Saya belajar untuk memperlambat langkah. Ketika market terlihat salah menilai, saya kembali ke hal-hal yang bisa saya cek dengan tenang—kinerja bisnis, neraca, arus kas, dan arah industri. Jika fondasi masih kuat, saya memilih menunggu tanpa menambah tekanan pada diri sendiri. Jika ada perubahan mendasar, saya berani mengevaluasi ulang tanpa drama. Ternyata, keputusan terbaik sering lahir bukan dari keyakinan bahwa pasar salah, melainkan dari kejelasan atas apa yang saya pahami.

Hari ini, ketika market tampak keliru, saya tidak lagi merasa harus “melawan” atau “menang”. Saya menganggapnya sebagai jeda untuk menilai ulang posisi dan ekspektasi. Kadang, menunggu adalah tindakan paling rasional; di lain waktu, menyesuaikan langkah justru menyelamatkan energi. Saya belajar bahwa pasar boleh salah menilai, tapi tugas saya bukan mengoreksinya—melainkan memastikan keputusan saya tetap selaras dengan proses, risiko, dan waktu yang sanggup saya jalani.

$IHSG $KLBF $DVLA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy