@sai123m bagus sekali
Di Indonesia saat ini hingga awal 2026, retail investor belum bisa melakukan short selling di pasar saham secara resmi.
Peraturan dan implementasi short selling masih ditunda oleh regulator sampai setidaknya 17 Maret 2026.
BEI menunda penerapan fasilitas short selling (termasuk pembiayaan dan transaksi) hingga 17 Maret 2026.
Karena itu, BEI tidak menerbitkan Daftar Efek Short Selling sampai tanggal itu, artinya belum ada saham yang bisa ‘dijadikan short’ secara formal. Regulasi ini berlaku untuk semua pelaku (termasuk retail) — sehingga retail sampai saat ini belum bisa short sell di BEI karena fasilitasnya belum aktif.
Rencana penerapan short selling di Indonesia sudah dibicarakan sejak 2024 dan sempat dijadwalkan aktif akhir 2025, namun selalu ditunda berkali-kali karena kondisi pasar dan pertimbangan regulator.
Jadi sampai setidaknya Maret 2026, meskipun ada regulasi yang diarahkan, retail belum bisa melakukan short sell karena fasilitas teknis dan daftar sahamnya belum tersedia.
Tetapi.. kenyataannya
Investor asing:
Punya inventory saham besar
Bisa jual kapan pun
Tidak butuh izin khusus untuk jual kepemilikan mereka sendiri
Kepemilikan Asing di BEI (per data 2025)
Investor asing mempunyai sekitar 45,9% dari total nilai kepemilikan saham di pasar modal Indonesia (nilai pasar saham secara keseluruhan).
Saham Big Cap
Ini juga berlaku untuk
Broker / institusi besar lokal:
Mereka Punya inventory proprietary (pemegang saham mayoritas)
Bisa distribusi pelan
Bisa hedging lintas market (index, futures, offshore)
Retail & broker lokal kecil:
Inventory terbatas
Tidak punya struktur lindung nilai
Risiko ke compliance tinggi
Tapi kok asing kayak jual rugi?
Ini yang bikin ilusi.
Contoh:
Asing beli $BBCA di avg Rp 4.000 (bertahun-tahun lalu)
Sekarang jual di Rp 7.000
Retail lihat: beli di atas "
“Kok jual pas turun? Rugi dong?”
Padahal:
Mereka tetap untung besar
Cost basis mereka jauh di bawah
Yang terlihat cuma transaksi hari ini, bukan sejarah posisi
Kita tidak bisa melihat dari susut pandang ritel tapi harus dari sudut pandang institusi Yang Mengendalikan harga $BMRI $BBRI