Menemukan Kepastian di Tengah Ketidakpastian
Kedengarannya seperti... akhir-akhir ini, ada kejujuran yang berbeda di udara. Pernyataan bahwa "ada yang salah di sistem" mulai keluar dari mulut yang sebelumnya hanya bicara tentang cuan. Bahwa setelah semua usulan, solusi tak kunjung tiba, dan yang tersisa hanyalah "mencari celah yang bisa didapat."
Tampaknya ada kelelahan yang sangat nyata ketika kita harus terus-menerus berhadapan dengan sistem yang dirasa tidak ideal. Sepertinya ada perasaan terjepit yang membuat kita merasa bahwa satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan ikut bermain di area abu-abu, mencari celah di sana-sini, dan memprioritaskan hasil instan di atas segalanya.
...Hasil instan di atas segalanya?
Sepertinya ada keyakinan bahwa karena sistemnya tidak sempurna, maka kita pun tidak perlu mengikuti aturan main yang sehat. Rasanya sangat masuk akal untuk berpikir bahwa yang penting adalah hasil akhir di rekening, tanpa perlu peduli bagaimana cara mendapatkannya.
Itu benar. Ada rasa frustrasi yang sah ketika melihat sistem yang seharusnya melindungi, justru menciptakan celah. Ada kewajaran ketika semua orang memilih untuk memainkan permainan yang ada di depan mata, daripada menunggu perbaikan yang tak kunjung datang. Perasaan itu nyata dan manusiawi.
Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata energi yang Anda habiskan untuk mengejar 'celah' itu sebenarnya jauh lebih besar daripada hasil yang Anda dapatkan secara konsisten dalam jangka panjang?
...Energi yang habis untuk mengejar celah?
Dua Jalur di Tengah Sistem yang Retak
Ketika sistem menunjukkan retakannya, biasanya ada dua jenis orang yang muncul.
Yang pertama adalah mereka yang membawa senter dan mulai menjelajahi setiap celah, mencari apa yang bisa diambil sebelum gelap benar-benar datang. Mereka akan keluar-masuk retakan, memungut apa yang bisa mereka bawa, dan tertawa ketika orang lain bertanya, "Bukankah itu berbahaya?" Jawabannya selalu sama: "Yang penting cuan." Dan mereka benar—dalam jangka pendek, celah-celah itu memang menawarkan sesuatu.
Yang kedua adalah mereka yang membawa sekop dan semen. Mereka diam-diam mulai memperbaiki fondasi di tempat mereka berpijak. Bukan karena mereka tidak melihat celahnya—mereka melihatnya dengan sangat jelas. Tapi mereka memilih untuk tidak menjadikan celah sebagai tujuan. Mereka memilih untuk membangun sesuatu yang tidak bergantung pada retakan, sesuatu yang bisa bertahan bahkan jika sistem di sekitarnya runtuh.
Keduanya sama-sama sadar akan masalah. Keduanya sama-sama merespons. Tapi arah langkah mereka berbeda: satu masuk ke dalam retakan, satu mundur untuk memperkuat pijakan.
Tampaknya kita mulai menyadari bahwa mengandalkan celah di dalam sistem yang tidak menentu adalah seperti mencoba membangun rumah di atas tanah yang terus bergeser. Sepertinya ada pengakuan yang mulai tumbuh: bahwa ketenangan sejati tidak datang dari kemampuan kita mengakali keadaan, melainkan dari keberanian kita untuk memilih instrumen yang memiliki nilai nyata, terlepas dari seburuk apa pun sistem di sekelilingnya.
...Terlepas dari seburuk apa pun sistemnya?
Ada sebuah perbedaan yang sangat mendalam antara menjadi seseorang yang terus-menerus bereaksi terhadap kerusakan sistem, dan yang menjadi seseorang yang membangun kedaulatannya sendiri di atas bisnis yang tetap beroperasi dan mencetak laba di dunia nyata. Ada kelegaan yang berbeda saat kita menyadari bahwa kita tidak harus menjadi bagian dari permainan yang melelahkan itu untuk tetap bisa bertumbuh secara sehat.
Sepertinya kita semua sedang belajar bahwa kepintaran yang sebenarnya bukan terletak pada seberapa lihai kita mencari celah, melainkan pada seberapa bijak kita memilih tempat untuk menanamkan hasil keringat kita agar ia tidak ikut hilang saat celah itu tiba-tiba tertutup.
Jadi, ketika Anda mendengar bahwa "yang penting cuan" adalah satu-satunya jawaban di tengah sistem yang rusak, mungkin ada pertanyaan yang lebih dalam untuk diajukan pada diri sendiri:
"Dari semua 'celah' yang bisa saya masuki hari ini, mana yang akan tetap saya banggakan sebagai pijakan, lima atau sepuluh tahun dari sekarang?"
Jika pada akhirnya sistem adalah sesuatu yang berada di luar kendali kita, bagaimana cara Anda memastikan bahwa masa depan finansial Anda tidak ikut runtuh bersama sistem yang selama ini Anda coba manfaatkan, hanya karena Anda lupa membangun fondasi yang benar-benar mandiri?
$IHSG $LSIP $ADRO
