Pengaruh ROE terhadap Pertumbuhan Nilai Jangka Panjang
Sebagai investor jangka panjang, keinginan kita sebenarnya sederhana: nilai perusahaan bertumbuh, dan pada akhirnya nilai kepemilikan kita ikut meningkat. Salah satu metrik yang relevan dengan hal itu adalah Return on Equity atau ROE.
ROE menunjukkan seberapa efisien perusahaan menggunakan modal pemegang saham untuk menghasilkan laba. Ketika sebuah perusahaan mampu mempertahankan ROE yang tinggi dan stabil, artinya setiap rupiah ekuitas yang ditanamkan terus diputar menjadi laba baru. Laba ini, jika ditahan dan diinvestasikan kembali, akan menambah book value perusahaan. Di sinilah hubungan langsung antara ROE dan pertumbuhan nilai jangka panjang terbentuk.
Bayangkan dua perusahaan dengan nilai ekuitas yang sama, yaitu 1 triliun. Perusahaan pertama menghasilkan ROE 20% secara konsisten, sementara perusahaan kedua hanya 5%. Bila keduanya tidak membagikan dividen dan menahan seluruh laba, maka dalam 5 tahun nilai ekuitas perusahaan pertama akan menjadi 2,5 triliun, sedangkan perusahaan kedua hanya 1,3 triliun. Anda lihat, dalam jangka panjang, besarnya ROE yang dihasilkan akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan nilai ekuitas perusahaan.
Itulah sebabnya konsistensi ROE lebih penting daripada rasio valuasi yang tampak murah. Saham dengan P/BV 0,5x mungkin tampak menarik, tetapi bila ROE-nya hanya 5%, pertumbuhan nilai perusahaannya akan berjalan lambat. Sebaliknya, saham dengan P/BV 2x mungkin tampak mahal, tetapi bila ROE-nya 30%, pertumbuhan nilai perusahaannya akan lebih cepat, sehingga perusahaan ini akan menjadi pilihan yang lebih menarik untuk investasi jangka panjang.
Namun, saat menilai ROE, kita juga perlu berhati-hati. ROE tinggi yang hanya muncul satu atau dua tahun belum tentu berkualitas. Bisa jadi itu hasil dari faktor sementara, seperti lonjakan harga komoditas atau penggunaan utang yang berlebihan. ROE yang benar-benar bermakna biasanya ditandai oleh beberapa hal berikut:
1. Konsistensi selama siklus bisnis yang berbeda.
2. Didukung oleh laba operasional dan arus kas yang sehat.
3. Tidak bergantung pada leverage berlebihan.
4. Sejalan dengan model bisnis yang memiliki keunggulan kompetitif.
Bila ROE yang tinggi bisa dipertahankan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan, perusahaan memiliki mesin pertumbuhan internal yang kuat. Mesin ini memungkinkan perusahaan bertumbuh tanpa harus terus-menerus mencari modal baru dari luar, sehingga kepemilikan pemegang saham tidak terdilusi.
Ingatlah, investasi jangka panjang adalah compounding game. ROE adalah salah satu penggerak utama proses tersebut. Saat Anda memilih saham, apakah Anda lebih fokus pada harga yang terlihat murah hari ini, atau pada kemampuan perusahaan menggandakan nilai ekuitasnya dari waktu ke waktu?
@Blinvestor
Follow my Telegram: https://cutt.ly/Btd6w8CM
Random tags: $BBNI $BRIS $BBTN