Berdasarkan laporan riset dari BRI Danareksa Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas pada Februari 2026, berikut adalah rangkuman insight dan prospek saham Indosat Ooredoo Hutchison ($ISAT) untuk tahun 2026:
1. Rekomendasi Saham dan Target Harga
Analis mempertahankan peringkat Buy (Beli) untuk saham ISAT dengan target harga (TP) yang optimis:
• BRI Danareksa Sekuritas: Mempertahankan target harga di Rp3.000.
• Indo Premier Sekuritas: Menaikkan target harga menjadi Rp3.500.
• Saham ISAT dinilai atraktif karena diperdagangkan pada valuasi EV/EBITDA tahun 2026 sebesar 4,3x, yang berada di bawah rata-rata historisnya (-1,2 standar deviasi).
2. Proyeksi Pertumbuhan Keuangan di 2026
ISAT menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi dan EBITDA pada level "mid-to-high single digit" di tahun 2026.
• Pendapatan: Diproyeksikan mencapai Rp59,4 triliun hingga Rp60,3 triliun.
• EBITDA: Diperkirakan tumbuh sekitar 5,6% hingga 6,1% yoy, mencapai Rp28,1 triliun hingga Rp28,2 triliun.
• Laba Bersih: Proyeksi pertumbuhan laba bersih tahun 2026 diperkirakan sangat kuat, dengan BRI Danareksa memproyeksikan pertumbuhan sebesar 29,4% yoy (mencapai Rp6,47 triliun).
3. Pendorong Utama Kinerja (Key Drivers)
• Momentum Mobile & ARPU: ARPU (pendapatan rata-rata per pengguna) mencapai rekor Rp44.000 pada akhir 2025 dan diharapkan tetap solid di angka Rp44.000-Rp45.000 pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh personalisasi berbasis AI yang meningkatkan intensitas penggunaan data hingga 18,5 GB/subs/bulan.
• Layanan GPU-as-a-Service (GPUaaS): Setelah mengalami kendala rantai pasokan di 2025, pendapatan dari GPUaaS ditargetkan melonjak menjadi US$50–60 juta pada tahun 2026.
• Penjualan Aset Fiber (FiberCo): ISAT menargetkan dana segar (net proceeds) sebesar US$560 juta dari penjualan aset fiber pada kuartal 2 atau 3 tahun 2026.
4. Dividen dan Capex
• Potensi Dividen Spesial: Keuntungan dari penjualan aset fiber berpotensi dibagikan sebagai dividen spesial, dengan estimasi imbal hasil (yield) tambahan sekitar 8,2%.
• Capex (Belanja Modal): Perusahaan menganggarkan capex sekitar Rp13 triliun (tidak termasuk biaya lisensi spektrum) untuk tahun 2026, yang difokuskan pada perluasan jaringan 5G dan layanan Fixed Wireless Access (FWA).
• Lelang Spektrum: ISAT diperkirakan akan mengikuti lelang spektrum frekuensi 700MHz dan 2,6GHz pada kuartal 2 tahun 2026, dengan perkiraan biaya di muka (upfront fee) sekitar Rp3,4 triliun.
5. Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meskipun prospeknya positif, terdapat beberapa risiko utama:
• Potensi penurunan jumlah pelanggan (kontraksi subscriber).
• Ketidakpastian hasil lelang spektrum frekuensi.
• Hasil penjualan aset fiber yang mungkin lebih rendah dari target.
• Pertumbuhan ARPU mobile yang tidak sesuai ekspektasi
