Kolaborasi $BSDE
BSDE ini adalah saham yang nampaknya suka berkolaborasi dengan perusahaan lain. Kalau investor lihat dari struktur grupnya, kolaborasi ini bukan sekadar kerja-sama tempelan, tapi ada yang sampai level kendali penuh, ada yang berbagi kendali, ada juga yang cuma pegang porsi strategis. Bedanya terasa dari angka kepemilikan, yang di beberapa titik sudah masuk zona 90% sampai 99%, artinya keputusan proyek bisa ditarik lurus ke induk. Di sisi lain, ada porsi 25% sampai 51% yang menunjukkan model berbagi risiko dan berbagi eksekusi dengan partner yang biasanya lebih jago di sisi tertentu. Jadi pola BSDE itu bukan satu gaya, melainkan beberapa gaya sekaligus, tergantung proyek dan partnernya. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
BSDE punya 2 anak usaha langsung yang juga listing di bursa IHSG. BSDE pegang PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) sebesar 92,38%, lalu pegang PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) sampai 98,97% setelah proses yang dimulai Oktober 2024 saat akuisisi 91,99% dan naik lagi Januari 2025 lewat tender wajib. Secara angka, ini menggambarkan dua hal, pertama BSDE suka memastikan kontrol mayoritas absolut, kedua ada fase bertahap sampai porsi makin rapat. Secara bisnis, DUTI membawa mesin aset dan proyek yang sudah mapan, sementara SMDM memberi eksposur proyek seperti Rancamaya dan Harvest City yang karakternya berbeda dari BSD City. Ini yang membuat jaringan BSDE terlihat lebar tanpa harus keluar dari ranah properti inti. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
BSDE juga terlihat nyaman berbagi panggung lewat ventura bersama, biasanya untuk mengunci lahan, akses pasar, atau keahlian partner. Dengan Astra Land Indonesia $ASII, BSDE membentuk PT Saka Surya Wisesa (SSW) dengan kepemilikan 51%, ini model mayoritas tipis yang tetap memberi kendali operasional tapi tetap mengikat partner agar serius ikut mengeksekusi. Ada juga PT Ruby Karya Sejahtera (RKS) dengan porsi 25%, ini gaya minoritas strategis, umumnya dipakai saat BSDE ingin eksposur proyek tapi tidak mau menanggung semua beban neraca.
Di sisi lain, BSDE juga punya investasi metode ekuitas di PT Plaza Indonesia Mandiri 48,48% dan DIRE Simas Plaza Indonesia 38,83%, yang membuat profil pendapatannya bisa lebih berwarna karena tidak hanya mengandalkan jual putus lahan dan rumah. Lalu ada kolaborasi internasional, seperti PT BSD Diamond Development 40% dengan Mitsubishi Corporation, serta PT Sinar Mitbana Mas 40% dengan Mitbana, yang biasanya membawa standar produk, disiplin eksekusi, dan daya tarik pembeli yang berbeda.
Ini BSDE kolaborasi asli dengan Mitsubishi, ndak kayak influencer $DADA yang ngaku - ngaku Mitsubishi.
BSDE juga masuk bisnis infrastruktur lewat PT Trans Bumi Serbaraja (TBS) yang 95% dimiliki BSDE untuk konsesi tol Serpong Balaraja, di sini kolaborasinya berubah wujud menjadi konsorsium. Dalam pembentukan konsorsium TBS, BSDE bekerja-sama dengan PT Astra Tol Nusantara dan PT Transindo Karya Investama, sehingga proyeknya tidak hanya soal properti, tapi soal akses yang mengangkat nilai kawasan.
Menariknya, dalam proyek ini ada benang silang dengan emiten lain, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan piutang ke TBS sebesar Rp35,14 miliar per akhir 2024, dan per September 2025 BSDE juga tercatat sebagai salah satu pihak ketiga utama bagi SSIA sebesar Rp25,97 miliar. Ini menunjukkan bahwa BSD dan proyek turunannya bukan cuma panggung BSDE sendiri, tapi jadi ekosistem yang dipakai dan disentuh emiten lain. Kalau akses jalan, konstruksi, dan transaksi antar perusahaan makin ramai, kawasan biasanya makin hidup, tapi risiko administrasi dan kontrol proyek juga ikut naik.
BSDE juga punya jejaring afiliasi di bawah payung pemegang saham akhir yang sama, yaitu Sinarmas Land Limited. Di sini BSDE dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) tidak harus saling memiliki langsung, tapi bisa saling terhubung lewat entitas holding seperti PT Paraga Artamida dan PT Ekacentra Usahamaju, plus transaksi pihak berelasi yang muncul di masing-masing laporan. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dampaknya buat investor itu dua sisi, sisi positifnya koordinasi aset dan proyek bisa lebih rapi karena masih satu keluarga besar, sisi negatifnya investor harus lebih rajin memeriksa transaksi berelasi supaya tidak ada nilai yang bocor lewat mekanisme harga, jasa manajemen, atau skema jual beli aset antar entitas. Dan ada benang lain di pinggir kawasan, seperti JRPT punya 0,83% di PT Bintaro Serpong Damai dan RDTX punya lahan strategis di BSD senilai Rp426,3 miliar, yang memperkuat pesan bahwa BSD City itu magnet lokasi, bukan cuma proyek satu emiten.
๐งฉ Domain BSDE yang paling dominan
๐ฉ Kendali super besar
โโ๐ข SMDM 98,97% setelah akuisisi 91,99% Oktober 2024 lalu tender wajib Januari 2025
โโ๐ฌ DUTI 92,38% sebagai mesin aset dan proyek ritel plus residensial
โโ๐ฃ๏ธ TBS 95% sebagai kendaraan konsesi tol Serpong Balaraja
๐จ Kendali berbagi tapi masih mengunci arah
โโ๐ค SSW 51% dengan Astra Land Indonesia, mayoritas tipis tapi tetap pegang setir
โโ๐๏ธ Plaza Indonesia Mandiri 48,48% metode ekuitas, porsi besar tanpa konsolidasi penuh
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ง Minoritas strategis untuk ekspansi tanpa beban penuh
โโ๐๏ธ RKS 25% untuk proyek di Bekasi
โโ๐ข DIRE Simas Plaza Indonesia 38,83% untuk eksposur properti berbasis sewa
๐ Kolaborasi global
โโ๐ฏ๐ต BSD Diamond Development 40% dengan Mitsubishi Corporation
โโ๐ Sinar Mitbana Mas 40% dengan Mitbana untuk proyek TOD di Serpong
๐ฃ๏ธ Jejaring konsorsium dan transaksi silang
โโ๐ฆ Konsorsium TBS melibatkan Astra Tol Nusantara dan Transindo Karya Investama
โโ๐๏ธ SSIA punya piutang ke TBS Rp35,14 miliar per 2024
โโ๐งพ BSDE tercatat sebagai pihak ketiga utama bagi SSIA Rp25,97 miliar per September 2025
๐๏ธ Jejak pendiri dan pemegang saham historis
โโ๐๏ธ PT Pembangunan Jaya sebagai salah satu pendiri, masih pegang 0,40%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ง Afiliasi satu payung akhir
โโ๐ณ Sinarmas Land Limited sebagai pemegang saham akhir
โโ๐งท BSDE dan DMAS terhubung lewat entitas holding dan relasi grup
๐ Magnet kawasan BSD
โโ๐งญ RDTX punya lahan di BSD Rp426,3 miliar
โโ๐งฉ JRPT punya 0,83% di PT Bintaro Serpong Damai
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU