imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$CTTH Berikut adalah analisis komprehensif terhadap performa finansial CTTH berdasarkan data (hingga Q3 2025) yang Tersedia di keystats saat ini.


​1. Bedah Angka: Analisis Per Sektor (Segmentasi Data)

​A. Profitabilitas & Income Statement (Kinerja Operasional)
​Revenue (Pendapatan): Terjadi degradasi signifikan. Pendapatan Q3 2025 Rp 31 Miliar turun dibandingkan Q3 2024 Rp 40 Miliar).

Secara TTM (Trailing Twelve Months), pendapatan melorot dari Rp 146 Miliar menjadi Rp 124 Miliar. Ini mengindikasikan tekanan pasar pada industri marmer/batu alam, baik dari sisi proyek domestik maupun ekspor.


​Net Income (Laba Bersih): Angka di dalam kurung menunjukkan kerugian. CTTH menderita rugi bersih TTM sebesar (Rp 30 Miliar). Kerugian ini membengkak dibandingkan periode 2024 (Rp 20 Miliar).


​EBITDA (TTM): Berada di angka negatif (Rp 2 Miliar). Secara fundamental, ini "lampu merah" karena operasional inti perusahaan bahkan tidak mampu menutupi biaya sebelum bunga, pajak, dan depresiasi.


​Operating Profit Margin (3.89%): Meski marjin laba kotor lumayan (22.94%), marjin operasional sangat tipis. Artinya, beban umum dan administrasi "memakan" hampir seluruh laba kotor.


​B. Neraca & Solvabilitas (Struktur Modal)
​Total Debt vs Equity: Total utang Rp 189 Miliar terhadap ekuitas Rp 177 Miliar.

​Debt to Equity Ratio (DER): 1.07x. Secara nominal terlihat moderat untuk industri manufaktur, namun karena perusahaan terus merugi, ekuitas akan terus tergerus (equity erosion), yang secara otomatis akan menaikkan rasio DER di masa depan.
​Likuiditas: * Current Ratio (2.55x): Terlihat aman untuk jangka pendek.


​Quick Ratio (0.86x): Ini poin krusial. Selisih jauh antara Current dan Quick ratio menunjukkan aset lancar perusahaan mayoritas tertahan di Persediaan (Inventory). Menjual stok marmer tidak secepat membalik telapak tangan.


​Cash (Quarter): Rp 2 Miliar. Saldo kas sangat minim dibandingkan skala beban usaha dan utang jangka pendek (Rp 7 Miliar).


​C. Cash Flow (Aliran Kas)
​Cash from Operations (TTM): (Rp 3 Miliar). Perusahaan mengalami "pendarahan" kas dari aktivitas operasionalnya.


​Free Cash Flow (TTM): (Rp 3 Miliar). Tidak ada dana sisa untuk ekspansi atau pembagian dividen.


​2. Analisis Valuasi & Harga Wajar (Fair Value)
​CTTH saat ini berada dalam kondisi Distressed Performer (perusahaan dengan kinerja tertekan). Menggunakan metode P/E Ratio tidak relevan karena EPS negatif (-Rp 24.35).


​Penghitungan Berdasarkan Asset-Based Valuation (PBV)
​Book Value Per Share (BVPS): Rp 144.13
​Current Price (Market): Rp 98
​PBV Saat Ini: 0.68x
​Dalam kondisi perusahaan merugi secara konsisten (ROE -16.89%), pasar biasanya menghargai saham di bawah nilai buku (diskon).


​Estimasi Harga Wajar:
​Jika kita menggunakan pendekatan konservatif dengan historical average PBV atau mempertimbangkan risiko bleeding (kerugian berkelanjutan), harga wajar biasanya dipatok pada rentang PBV 0.4x - 0.5x untuk mencerminkan risiko likuidasi aset yang sulit (marmer/tanah).
FairValue: BVPS x PBVTarget
144.13 x 0.5 = Rp.72

Kesimpulan Valuasi: Harga Rp 98 mencerminkan optimisme pasar atas rencana Joint Venture dengan Chememan (Thailand) atau spekulasi turnaround. Secara fundamental murni berbasis kinerja saat ini, harga pasar masih Overvalued (kemahalan).


3. Insight Tajam & Waspada Q4 2025
​Inventory Trap: Hati-hati dengan angka aset Rp 711 Miliar . Jika permintaan marmer global/nasional stagnan, aset ini hanya berupa tumpukan batu yang sulit diuangkan cepat (tercermin dari Quick Ratio < 1).


​Ketergantungan Ekspor & Proyek: Penurunan pendapatan YoY sebesar 23% menunjukkan hilangnya momentum proyek besar. Perlu dicek apakah ini efek melambatnya sektor properti kelas atas.


​Anomali Q4: Secara historis, emiten konstruksi/bahan bangunan sering melakukan window dressing atau penyesuaian PSAK besar-besaran di Q4. Jika Q4 2025 kembali mencatatkan kerugian di atas Rp 10 B, ekuitas akan jatuh ke bawah Rp 160 B, memicu panic selling karena Debt to Equity akan melonjak tajam.


​Corporate Action: Satu-satunya katalis positif adalah realisasi pabrik kapur dengan Chememan di Q2 2026. Ini adalah upaya diversifikasi dari marmer (bisnis lesu) ke mineral industri (bisnis prospektif).

Disclaimer : Analisis ini merupakan opini/ pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy