Mengapa $PANI Tidak Memiliki Kawasan Ekonomi Khusus?
PANI yang dimiliki Aguan yang jelas-jelas sering foto bareng dengan Presiden Prabowo malah tidak punya KEK seperti KIJA, $BSDE, dan $KPIG. Sungguh anomali. Banyak investor punya asumsi bahwa kedekatan elite otomatis berarti karpet merah kebijakan, padahal status KEK itu bukan hadiah foto bareng. KEK itu status yang sangat spesifik, prosesnya panjang, butuh desain zona, tujuan ekonomi yang jelas, dan pengelolaan yang siap diaudit pemerintah. Jadi kalau PANI tidak punya KEK, itu bukan otomatis berarti gagal lobi, bisa juga karena PANI memang tidak butuh, atau belum memilih jalur itu. Bahkan, bisa jadi PANI justru sedang bermain di jalur regulasi lain yang lebih cocok untuk model bisnisnya. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau melihat data laporan keuangan yang ada, PANI tidak secara eksplisit disebut memiliki atau mengelola KEK. Sementara itu, tiga emiten lain seperti KIJA BSDE KPIG terlihat jelas memiliki KEK. KIJA punya portofolio tiga KEK, Kendal untuk industri, Tanjung Lesung dan Morotai untuk pariwisata dan campuran. KPIG punya KEK Lido di Bogor yang fokus resor, golf, hotel, dan industri kreatif. BSDE juga eksplisit lewat entitas anak SIW yang mengembangkan KEK ETKI di Banten. Intinya, di dokumen yang sama, label KEK itu muncul terang pada emiten lain, tetapi tidak muncul pada PANI, jadi secara interpretasi investor harus menganggap PANI berada di track pengembangan non-KEK. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ PANI tidak disebut punya KEK di LK yang tersedia
๐ญ KIJA punya KEK Kendal, Tanjung Lesung, Morotai
๐ก KPIG punya KEK Lido
๐งฌ BSDE punya KEK ETKI lewat SIW
๐ฐ Dampak laba
๐งพ KEK memberi insentif PPh jual-sewa dan peluang restitusi
๐ช Contoh KIJA restitusi Rp24,37 M 2025 sebagai pendapatan lain-lain
๐๏ธ Fokus PANI
๐๏ธ Real estat Tangerang, proyek NICE, hotel CKBD, tanpa label KEK
Substansi perbedaan ini terasa saat bicara cara perusahaan menghasilkan laba dan memoles margin. KEK memberi jalur efisiensi fiskal yang bisa langsung terasa di laba, terutama lewat insentif pajak penjualan atau sewa tanah bangunan di zona KEK yang tidak dipungut PPh, plus peluang restitusi pajak yang kadang muncul sebagai pendapatan lain-lain. Contoh paling konkret adalah KIJA melalui Kendal menerima restitusi pajak Rp24,37 miliar pada 2025 yang dicatat sebagai pendapatan lain-lain, jadi ada tambahan laba yang sifatnya kas nyata. Karena PANI tidak tercatat punya KEK dalam LK, maka investor juga tidak melihat jejak manfaat fiskal spesifik KEK itu di ringkasan kebijakan pajak atau pendapatan lain-lainnya.
Lalu PANI itu mainnya di mana dong? Dari data yang ada, fokus PANI adalah pengembangan real estat residensial dan komersial masif di Tangerang melalui banyak entitas anak, dan membangun aset penunjang yang sifatnya konvensional tapi skalanya besar, misalnya proyek Nusantara International Convention Exhibition disingkat NICE yang dikelola entitas IPN, lalu hotel melalui CKBD. Ini memberi tafsir yang berbeda. PANI tampak mengambil jalur city development dan destination real estate, mengandalkan penjualan unit, penjualan komersial, event dan MICE, serta ekosistem kawasan, bukan jalur industrial estate berbasis KEK yang bermain pada magnet tenant manufaktur dan insentif fiskal kawasan. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Anomali PANI tidak punya KEK justru bisa dibaca sebagai perbedaan strategi, bukan semata-mata soal koneksi. KIJA dan KPIG terlihat memposisikan KEK sebagai mesin, KIJA sudah menunjukkan monetisasi besar lewat Kendal, KPIG masih growth stage lewat Lido, sedangkan BSDE memakai KEK ETKI sebagai narasi klaster tematik bernilai tinggi. PANI, menurut dokumen yang ada, tidak menempelkan label KEK pada PIK 2 dan proyeknya, sehingga keunggulannya ada di skala lahan dan pengembangan kawasan, tapi kelemahannya adalah tidak ada shortcut fiskal KEK yang bisa mempertebal margin secara struktural. Potensinya tetap besar karena aset dan proyeknya masif, hanya saja investor perlu menilai PANI dengan kacamata yang berbeda, lebih ke eksekusi penyerapan pasar, monetisasi komersial, dan kualitas recurring income, bukan sekadar berharap efek turbo dari status KEK.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/3


