Kawasan Ekonomi Khusus Terbaik: $KIJA vs $KPIG
KIJA dan KPIG adalah dua saham properti yang memiliki KEK khusus. Itu artinya mereka sangat jago lobi pemerintah sehingga bisa dapat status istimiewa KEK. Dari puluhan ribu perusahaan properti di Indonesia, KPIG dan KIJA termasuk yang beruntung bisa dapat status KEK. Yang menarik, status KEK itu bukan pajangan, tapi mesin untuk mengubah proyek jadi lebih bankable di mata tenant dan investor institusi. Kalau dua emiten ini gagal mengubah KEK jadi uang, status KEK cuma jadi dekorasi yang mahal. Jadi yang perlu dibaca bukan siapa yang punya KEK, tapi siapa yang bisa memonetisasi KEK. KIJA dan KPIG berada di fase permainan KEK yang berbeda. Satu sudah menjadikan KEK sebagai cash generator, satu lagi masih membangun panggung agar cash generator itu lahir. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi portofolio, KIJA bermain di tiga front, KEK Kendal yang fokus industri, KEK Tanjung Lesung dan KEK Morotai yang lebih ke pariwisata dan campuran. KPIG lebih fokus pada satu cerita besar, KEK Lido di Bogor dengan narasi pariwisata, hiburan, dan industri kreatif seperti theme park dan movieland. Maknanya, KIJA itu model diversifikasi tema KEK, sementara KPIG itu model konsentrasi satu destinasi. Konsentrasi bisa sangat menguntungkan saat eksekusi mulus, tapi juga berarti risiko keterlambatan proyek terasa lebih tajam.
๐ฏ KEK itu senjata margin dan daya tarik tenant
โ๏ธ Skala 9M 2025
๐ญ KIJA revenue Rp3,67 T, laba Rp769,69 M
๐ก KPIG revenue Rp2,08 T, laba Rp625,95 M
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ Kontribusi KEK
๐ KIJA Kendal Rp2,02 T, sekitar 55% revenue
๐ฃ KPIG Lido Rp79,57 M, sekitar 3,8% revenue
โ
Unggul
๐ KIJA KEK sudah cash cow
๐ฐ KPIG punya aset premium, cerita jangka panjang
โ ๏ธ Risiko
๐ฃ KIJA utang jatuh tempo 2027
๐๏ธ KPIG butuh Capex besar, masih early-stage
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau investor lihat kinerja LK Q3 2025, KIJA membukukan total revenue konsolidasian Rp3,67 triliun, sedangkan KPIG Rp2,08 triliun. Di laba neto, KIJA Rp769,69 miliar dan KPIG Rp625,95 miliar, jadi gap laba tidak sejauh gap revenue. Secara margin kasar, KIJA punya NPM (Net Profit Margin) sekitar 21,0%, sedangkan KPIG sekitar 30,1%. Ini memberi tafsir penting, KPIG bisa terlihat lebih gemuk di margin laba bersih, tetapi tidak otomatis berarti KEK Lido sudah jadi mesin laba, karena laba bersih grup bisa ditopang pos lain di luar KEK.
Bagian paling penting kita ketahui adalah kontribusi revenue dari wilayah KEK. KIJA mencatat revenue Kendal Rp2,02 triliun, sementara KPIG mencatat revenue Jawa Barat Lido hanya Rp79,57 miliar. Kalau dibandingkan ke total revenue, Kendal menyumbang sekitar 55,0% dari revenue KIJA, sedangkan Lido sekitar 3,8% dari revenue KPIG. Ini bukan beda tipis, ini beda level kedewasaan proyek. Trend yang tersirat, KIJA sudah berhasil menggeser pusat gravitasi bisnisnya ke KEK Kendal, sedangkan KPIG masih menjadikan KEK Lido sebagai bagian kecil dari mesin grup. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Dari sisi hasil segmen, perbandingannya makin tegas. KIJA mencatat hasil segmen Kendal Rp1.338,6 miliar di level bruto, yang kalau dibandingkan revenue Kendal Rp2,02 triliun memberi gambaran margin bruto segmen sekitar 66,3%. KPIG mencatat laba usaha Lido Rp7,22 miliar atas revenue Rp79,57 miliar, sehingga margin usaha sekitar 9,1%. Interpretasinya, Kendal bukan hanya besar, tapi juga sangat kuat dalam menghasilkan ruang laba di segmennya, sedangkan Lido masih berada di fase membangun volume dan efisiensi operasional agar margin naik.
Keunggulan KIJA ada pada monetisasi KEK yang sudah matang, bahkan pendapatan Kendal Rp2,02 triliun sudah melampaui wilayah operasional utama seperti Cikarang Rp1,63 triliun. Tambahan tenaga tariknya datang dari arbitrase biaya tenaga kerja, UMK Kendal sekitar Rp2,9 juta dibanding Cikarang sekitar Rp5,5 juta, sehingga tenant manufaktur punya alasan ekonomi yang konkret untuk pindah. Namun KIJA juga punya titik lemah yang tidak boleh dianggap remeh, yaitu beban Senior Notes sekitar Rp4,62 triliun yang jatuh tempo 2027, jadi ada risiko refinancing dan tekanan likuiditas bila pasar kredit sedang tidak ramah. Ditambah lagi, dua KEK pariwisata KIJA seperti Tanjung Lesung dan Morotai belum terlihat kontribusinya sebesar Kendal, sehingga cerita pariwisata KIJA masih panjang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
KPIG punya keunggulan yang berbeda, yaitu konsep destinasi terintegrasi yang dekat Jakarta dengan dukungan ekosistem MNC untuk pemasaran dan operasional, serta valuasi aset segmen Jawa Barat yang besar sekitar Rp31,19 triliun. Namun kelemahannya juga jelas, kontribusi revenue dari Lido masih kecil, dan bisnis ini padat Capex (Capital Expenditure) karena theme park dan infrastruktur butuh belanja besar sebelum arus kas stabil. Ada pula isu kualitas pendapatan bila transaksi pihak berelasi masih dominan, karena investor biasanya menilai keberlanjutan revenue lebih tinggi ketika permintaan datang dari pasar eksternal. Kesimpulan besarnya, KIJA saat ini lebih pantas dibaca sebagai industrial cash cow yang KEK-nya sudah jadi uang, sedangkan KPIG lebih cocok dibaca sebagai long-term hospitality play yang baru terasa menarik jika fase konstruksi berhasil berubah menjadi okupansi, ticketing, dan recurring income yang nyata.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
$PANI
1/4



