$BMRI Berdasarkan analisis broker flow pada saham BMRI, aktivitas broker yang umumnya digunakan oleh investor asing atau smart money menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Broker RX dan YU terlihat cenderung melakukan akumulasi. Broker BK sebelumnya sempat melakukan distribusi dalam jumlah sangat besar, namun saat ini mulai kembali melakukan akumulasi. Sementara itu, broker AK, CC, dan ZP masih berada dalam fase distribusi.
Jika ditinjau dari sisi investor ritel melalui broker yang lazim digunakan, pola pergerakannya terlihat serupa. Ketika harga berada di area bawah atau mengalami penurunan, investor ritel melakukan akumulasi secara bersamaan. Namun, saat harga mulai mengalami rebound, mereka beralih melakukan distribusi atau penjualan.
Berdasarkan broker summary sejak tanggal 1 Januari 2026, investor asing telah keluar dari BMRI dengan nilai kurang lebih Rp3 triliun. Meskipun terdapat pihak asing atau institusi lain yang menyerap saham tersebut, jumlahnya relatif lebih kecil. Tiga pembeli terbesar masih berada di bawah Rp1 triliun, sedangkan tiga penjual terbesar mencapai sekitar Rp3 triliun, sehingga secara keseluruhan masih terjadi net sell yang signifikan.
Apabila dilihat khusus sejak awal Februari 2026, terdapat pembelian oleh BK sekitar Rp500 miliar, RX sekitar Rp300 miliar, dan DX sekitar Rp300 miliar. Nilai ini sedikit lebih besar dibandingkan pihak yang melakukan penjualan, sehingga muncul indikasi kemungkinan adanya re-akumulasi. Pada saat yang sama, broker yang cenderung digunakan oleh ritel seperti XL, XC, YP, dan PD justru melakukan penjualan.
Broker summary per 13 Februari 2026 menunjukkan BK masih konsisten melakukan pembelian setelah sebelumnya sempat distribusi. Hal ini mengindikasikan adanya pihak yang terus melakukan akumulasi melalui broker BK, yang hingga saat ini masih menjadi salah satu top buyer dengan pembelian sekitar Rp160 miliar. YU juga tercatat melakukan pembelian. Di sisi lain, penjualan yang kemungkinan besar berasal dari institusi masih terjadi melalui AK, ZP, dan TP dengan total sekitar Rp350 miliar.
Secara umum, terdapat indikasi bahwa investor asing masih cenderung bersikap defensif dan melakukan penjualan untuk mengamankan likuiditas. Namun, beberapa pihak mulai kembali melakukan akumulasi, sebagaimana terlihat pada BK dan YU yang sebelumnya sempat distribusi besar lalu melakukan pembelian kembali. Saat ini terdapat sekitar empat broker asing yang terlihat mengakumulasi, sementara sisanya cenderung bergerak sideways atau tidak menunjukkan pergerakan yang signifikan. Broker CC merupakan pihak yang paling konsisten melakukan distribusi, sedangkan BK, meskipun sempat distribusi, telah melakukan re-akumulasi.
Di sisi ritel, pembelian dilakukan saat harga berada di bawah, yang tercermin dari pola pergerakan yang sangat mirip. Ketika BMRI mulai rebound, mereka melakukan penjualan, umumnya untuk merealisasikan keuntungan dan mengalihkan dana ke saham-saham konglomerasi, yang dapat terlihat dari daftar top buyer pada saham-saham tersebut.
Dalam periode dua hingga tiga bulan terakhir, investor asing masih mencatatkan net sell sekitar Rp3-5 triliun. Oleh karena itu, pergerakan selanjutnya masih perlu dicermati untuk melihat langkah yang akan diambil oleh investor asing.
#DYOR #NFA #LAKUKANRESEACHMANDIRI $IHSG $BBCA
1/5




