Berdasarkan target buyback maksimum 650.000.000 lembar saham atau Rp 1,5 Triliun:
Sisa Saham yang Bisa Dibeli: Sekitar 360.000.000 lembar lagi (jika merujuk pada kuota lembar saham).
Sisa Dana: Sekitar Rp 934 Miliar.
Sisa Waktu: Kurang lebih 3 minggu (sampai 6 Maret 2026).
Kesimpulan Strategis:
Potensi Mark Up: Dengan sisa dana yang masih sangat besar (~Rp 934 Miliar) dan waktu yang sempit (3 minggu), ada potensi broker akan melakukan pembelian lebih agresif di sisa waktu ini. Jika mereka ingin menghabiskan anggaran, tekanan beli akan meningkat drastis.
Level Support Kuat: Harga 1.845 saat ini sudah sangat dekat dengan level psikologis dan berada di bawah harga rata-rata akumulasi besar. Ini bisa menjadi area buy on weakness yang menarik bagi investor ritel, mengingat ada "raksasa" yang sedang menjaga di area 1.891.
Kondisi Distribusi Ritel: Penurunan jumlah pemegang saham (dari 41 ribu ke 31 ribu) menunjukkan bahwa barang yang dijual oleh ritel sukses diserap . Ini adalah struktur pasar yang sehat untuk kenaikan harga di masa depan karena saham sudah lebih terkonsentrasi.
Skenario: Jika dalam beberapa hari ke depan $AMRT berhasil kembali dan bertahan di atas 1.891, maka target berikutnya adalah mengejar average di 1.991 dan level psikologis 2.000.