$DATA ⚠️ REMALA ABADI TIDAK SIAP DENGAN PERKEMBANGAN USAHA DAN JUMLAH KONSUMEN ⚠️
DISCLAIMER: ini bukan bermaksud fear, hanya review jujur konsumen NetHome (brand ftth dari Remala Abadi).
Saya tulis ini biar jelas: masalahnya bukan “gangguan jaringan”. Masalahnya ada di sistem finance/billing yang cacat dan dibiarkan, lalu ujung-ujungnya pelanggan yang dihukum dengan pemutusan internet. Kalau perusahaan merasa ini normal, berarti ada yang salah dari cara kerja internalnya.
1️⃣ Pertama, tahun lalu saya mau ganti paket langganan. Saya ajukan dari bulan sebelumnya, sebelum paket lama habis. CS sudah konfirmasi akan diproses. Tapi sampai paket lama saya habis, tidak ada progres, tidak ada kejelasan, dan internet saya mati. Saat saya kontak lagi, jawabannya malah seperti saya baru mengajukan saat itu juga: pergantian paket “baru diajukan” dan baru bisa diproses bulan depan. Artinya apa? Artinya konfirmasi CS sebelumnya tidak bernilai. Saya tetap bayar tagihan bulan itu, tapi pembuatan tagihannya pun lambat sekali. Total sekitar seminggu internet mati. Ini bukan keterlambatan kecil—ini bukti proses billing yang tidak siap dan tidak bisa diandalkan.
2️⃣ Kedua, pertengahan tahun lalu kejadian yang lebih parah: tidak ada tagihan sama sekali dikirim, lalu internet saya tiba-tiba dimatikan. Bayangkan, saya mau bayar, tapi tagihannya tidak ada. Saya kontak CS minta tagihan, dan lagi-lagi proses dibuatkannya lama sampai sekitar seminggu internet mati. Saya tegaskan: saya bukan ngemis, saya mau bayar. Saya minta hak dasar sebagai pelanggan—tagihan yang benar dan layanan yang tidak diputus karena kelalaian internal.
3️⃣ Ketiga, yang terbaru sekarang: tagihan keluar, saya bayar dua hari setelahnya. Tapi internet saya malah dimatikan karena dianggap belum bayar. Ini sudah melewati batas. Kalau pembayaran bisa masuk tapi sistem masih menganggap belum bayar, berarti sinkronisasi data dan kontrol finance-nya berantakan. Dan kalau dampaknya selalu pemutusan layanan, berarti perusahaan menjadikan pelanggan sebagai “alat uji coba” sistem internalnya sendiri.
Kesimpulan saya tegas: Remala Abadi belum siap dengan perkembangan usaha dan jumlah konsumen kalau perbaikan internal seperti ini tidak dilakukan sekarang. Sistem billing itu fondasi. Kalau fondasinya kacau, layanan sebagus apa pun tetap akan jatuh. Dan konsumen akan pergi—bukan karena harga, tapi karena kepercayaan habis. Bisa dilihat dari comment postingan sosmed nya, isinya komplain konsumen semua.
VIRALKAN KALAU INGIN ADA PERBAIKAN NYATA DARI PERUSAHAAN!!!