PT Ratu Prabu Energi Tbk mencatat penurunan tajam pendapatan sepanjang tahun buku 2024. Dalam paparan publik tahunan pada 19 Januari 2026, pendapatan bersih Perseroan turun menjadi sekitar Rp37 miliar dari Rp115 miliar pada tahun sebelumnya, atau merosot sekitar 67,7 persen secara tahunan. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berakhirnya sejumlah kontrak penyewaan rig dan peralatan minyak yang sebelumnya menjadi kontributor utama pendapatan.
Berdasarkan pemaparan manajemen, aktivitas usaha Perseroan sepanjang 2024 berjalan lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya. Dari sisi kontribusi lini usaha, segmen HWO mendominasi dengan porsi sekitar 91,67 persen terhadap total pendapatan, sedangkan segmen TSD hanya menyumbang sekitar 8,33 persen. Struktur tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan Perseroan pada kegiatan penyewaan rig dan peralatan pendukung migas.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajemen menyampaikan bahwa Perseroan tengah mengupayakan perolehan kontrak baru, salah satunya dengan melengkapi komponen rig yang dimiliki agar dapat kembali disewakan dan memenuhi kebutuhan teknis calon pengguna jasa. Hingga paparan publik diselenggarakan, belum ada kontrak baru yang diumumkan, sementara Perseroan juga terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha di tengah tekanan terhadap struktur permodalan.
Sumber: Kabar Bursa
$ARTI
