imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

gw mau uji pemahaman gw karna mau ikut osn eko, koreksi kalau salah.

jadi gini, naiknya harga nikel itu bikin marginal revenue naik, atau pertambahan revenuenya naik, mengapa?

karena ada yang namanya value added di dalamnya, biji nikel di olah dlu, perusahaan dapat laba. Jadi walaupun biaya bahan baku nya naik, tapi tetap ada keuntungan tambahan di dalamnya yang dimana ada efek domino terhadap nikel dan produk turunannya. tapi, hal ini memunculkan kondisi dimana marginal revenue > marginal cost yang artinya belum sampai titik optimalnya atau menghasilkan 0, artinya apa total revenue yang dihasilkan belum maksimum.

maka dari itu impor jadi upaya buat ningkatin marginal cost karna ada efek penambahan total cost jadi tercapai titik optimalnya. Karna sekali lagi kapasistas smelter itu menanggung fixed cost atau gak berubah alias tetap, jadi dengan kondisi MR > MC, kita bisa tambah produksi. untuk menaikkan MR perlu mempertimbangkan kenaikan MC. maka jika TR maksimal maka TC nya juga harus pas, tentu TR > TC ya.

disclaimer tapi, kualitas biji nikel di filipina punya problem ni.

Kadar Rendah:
Didominasi jenis limonit dengan kandungan nikel yang tipis (low-grade)

Kadar Air Tinggi: Sering basah karena cuaca ekstrem, bikin biaya logistik bengkak dan susah dilebur

Pengotor Tinggi: Mengandung banyak zat pengganggu yang bikin proses pemurnian di smelter jadi lebih lama dan mahal

Masalah Lingkungan: Tambangnya sering mencemari air dan tanah, sehingga dianggap kurang ramah lingkungan untuk standar global.

maka apa yang terjadi, output itu berkenaan dengan variable costnya, smelter jadi kerja lebih ekstra. jadinya apa? bisa jadi MC naik signifikan. makanya 30% potongan RKAB tidak mungkin 100% kembali sepenuhnya sesuai dengan kapasitas smelter yang ada karna pengolahan biji nikel filipin ini, smelter ekstra kerja keras.

maka intinya perusahaan untung atau rugi? secara logika, perusahaan sudah pasti sangat memperhitungkan keputusannya, tapi kalau dilihat dari segi teori produksi perusahaan tetap bisa untung selagi memperhitungkan MR dan MC nya.

efek kelanjutannya apa, supply dunia jelas turun, apalagi kita tahu kontribusi nikel dunia itu 60% dari indo. produksi tidak sama sebelum RKAB. karna kita hitung supply dari output produksinya. tentu karna supply dari impor ini nambah sedikit, maka output nya juga akan nambah sedikit maka justru ini bersifat menstabilkan harga dari yang naik banget setelah RKAB, koreksi kecil karna sedikit nambah supplynya. tapi tetep bikin nikel melambung. Apalagi kita tahu kegunaan nikel ini sangat banyak, di tengah gejolak perang juga.

1️⃣ Baterai Mobil Listrik (EV)
Nikel dipakai di katoda baterai lithium-ion untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi.
Permintaan nikel dari EV diperkirakan tinggi terus seiring transisi energi bersih global.

2️⃣ Energi Terbarukan & Penyimpanan Energi
Nikel penting di baterai grid untuk menyimpan energi dari solar/wind.
Menjadi kunci untuk masa depan energi bersih.

3️⃣ Teknologi & Industri Tinggi
Paduan logam & stainless steel berkualitas tinggi → untuk pesawat, kapal, elektronik.
Permintaan tetap stabil karena industri teknologi tinggi terus berkembang, apalagi untuk alutista perang.

kesimpulannya, perusahaan akan tetap untung asal manajemen perusahaannya tetap bagus. kalau perusahaan ekspansif, maka menandakan labanya naik. nah secara prospek nikel ini pun juga seksi banget apalagi di tengah gejolak geopolitik. harga juga melambung terus karna supply juga gak balik 100% walau impor, jadi nikel akan terus melambung, kalau trading mah cabut aja.

$DKFT $NCKL $HRUM

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy