#18 Menerima Bahwa Salah Itu Bagian dari Sistem
Saya butuh waktu cukup lama untuk menerima satu kenyataan yang awalnya terasa pahit: dalam investasi, salah bukan penyimpangan, tapi bagian dari sistem. Di awal, setiap kesalahan terasa personal. Salah beli, salah timing, salah membaca situasi—semuanya seperti bukti bahwa saya kurang cakap. Saya berusaha keras menghindarinya, mencari strategi yang “anti salah”, seolah kesalahan bisa dihapus sepenuhnya jika saya cukup teliti. Nyatanya, semakin saya menolak kemungkinan salah, semakin besar tekanan yang saya rasakan.
Perlahan saya menyadari bahwa pasar tidak menghukum kesalahan kecil, yang ia hukum adalah keengganan untuk menerimanya. Kesalahan yang diakui memberi ruang untuk evaluasi. Kesalahan yang ditolak justru berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Saya mulai melihat bahwa investor yang bertahan lama bukanlah mereka yang selalu benar, melainkan mereka yang bisa salah tanpa hancur. Dari sana, cara pandang saya berubah: tujuan bukan lagi menghindari salah, tapi memastikan setiap kesalahan tetap terkendali.
Menerima bahwa salah itu bagian dari sistem membuat saya lebih jujur pada proses. Saya berhenti menutupi kesalahan dengan transaksi impulsif atau harapan kosong. Saya belajar memisahkan antara keputusan yang keliru dan nilai diri saya sebagai investor. Ketika satu keputusan gagal, itu tidak berarti seluruh strategi saya rusak. Ia hanya satu data, satu pelajaran, satu bagian kecil dari perjalanan yang lebih panjang.
Hari ini, kesalahan masih terjadi, dan saya tidak lagi terkejut olehnya. Bedanya, kesalahan tidak lagi membuat saya panik atau defensif. Saya menerimanya sebagai biaya belajar yang memang tidak bisa dihindari. Di situlah saya menemukan ketenangan yang sebelumnya sulit diraih. Bukan karena saya menjadi lebih pintar, tapi karena saya berhenti menuntut kesempurnaan di sistem yang sejak awal memang tidak menjanjikannya.
$IHSG $MTDL $ERAA
