imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$HAIS Berdasarkan data laporan keuangan Q4 2025 yang tersedia di keystats saat ini, berikut adalah analisis mendalam terhadap fundamental HAIS


​1 Analisis Profitabilitas & Kinerja Operasional
​Kinerja HAIS di tahun 2025 mengalami kontraksi signifikan dibandingkan 2024.


​Revenue (TTM) 881 B: Mengalami penurunan sebesar -13.51% YoY. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan volume angkut atau average selling price (tarif sewa kapal) yang melandai sepanjang 2025.


​Net Income (TTM) 87 B: Penurunan laba bersih jauh lebih tajam daripada penurunan pendapatan, yakni sebesar -27.97% YoY.


​Net Profit Margin (Quarter) 8.17%: Angka ini menunjukkan efisiensi bottom-line yang mulai tergerus. Sebagai perbandingan, Operating Profit Margin berada di 19.48%. Ada gap besar antara laba operasional dan laba bersih, yang biasanya disebabkan oleh beban bunga atau pajak.


​ROE (TTM) 11.18% & ROA 5.68%: Angka ROE di atas 10% masih tergolong moderat, namun trennya menurun. Efektivitas manajemen dalam mengelola ekuitas untuk menghasilkan laba mulai melemah.


​2. Struktur Neraca & Solvabilitas (Solvency)
​HAIS memiliki struktur permodalan yang cukup konservatif namun penuh dengan aset tetap.


​Debt to Equity Ratio (DER) 0.64x: Secara fundamental ini sangat sehat. Perusahaan tidak over-leverage. Total Debt sebesar 488 B masih tertutup dengan baik oleh Ekuitas 779 B.


​Current Ratio 1.49x vs Quick Ratio 2.05x: Ada anomali menarik di sini. Quick ratio yang lebih tinggi dari current ratio biasanya menandakan komponen inventory yang sangat minim atau adanya aset lancar non-kas yang likuid namun tidak dikategorikan dalam perhitungan standar current ratio tertentu disini.

Secara umum, likuiditas jangka pendek aman.
​Total Debt 488 B vs Cash 123 B: Perusahaan memiliki Net Debt sebesar 270 B. Mengingat EBITDA berada di angka 208 B, rasio Net Debt to EBITDA berada di kisaran 1.3x, yang artinya perusahaan sangat mampu membayar hutangnya melalui arus kas operasional.


​3. Arus Kas (Cash Flow)
​Ini adalah bagian paling kritikal dari laporan HAIS tahun 2025.
​CFO (Cash From Operations) 208 B: Arus kas masuk dari operasional sangat kuat, bahkan jauh melampaui laba bersih (87 B). Ini menandakan kualitas laba yang sangat baik (high quality of earnings) karena depresiasi aset kapal yang besar (non-cash expense) menambah kembali aliran kas.


​CFI (Cash From Investing) (502 B): Perusahaan melakukan belanja modal (CapEx) yang sangat agresif. Ini kemungkinan besar untuk penambahan armada baru (tug & barge).


​CFF (Cash From Financing) 252 B: Perusahaan mengambil pendanaan eksternal (hutang bank atau lainnya) untuk menutupi kebutuhan ekspansi tersebut karena CFO saja tidak cukup.


​4. Valuasi & Dividen
​PE Ratio (TTM) 6.57x: Sangat murah secara historis untuk perusahaan shipping. Namun, pasar sedang menghargai HAIS dengan multiple rendah karena tren pertumbuhan laba yang negatif (-27.97%).


​Price to Book Value (PBV) 0.73x: Saham ini diperdagangkan di bawah nilai bukunya (undervalued). Secara teoritis.


​Dividend Yield 7.05%: Dengan Payout Ratio 43.74%, HAIS tetap loyal membagikan dividen. Yield 7% adalah angka yang sangat menarik bagi income investor.


​Kesimpulan Tajam
​Kondisi Saat Ini
HAIS sedang berada dalam fase "Ekspansi di Tengah Penurunan Siklus". Pendapatan dan laba sedang turun (siklus sektor komoditas/logistik yang normal), tetapi manajemen justru jor-joran belanja modal (CFI -502 B) untuk menambah aset.


​Analisis Strategis:
​Undervalued trap atau Opportunity? Dengan PBV 0.73x dan PE 6.5x, saham ini screaming cheap. Namun, harga saham sulit bergerak naik selama Net Income Growth masih minus dua digit.


​Kualitas Arus Kas: Kekuatan HAIS ada pada Cash Flow, bukan pada Accounting Profit. EBITDA 208 B adalah angka riil kemampuan perusahaan, jauh lebih penting daripada laba bersih 87 B bagi perusahaan padat modal seperti ini.


​Risiko: Jika ekspansi armada tidak dibarengi dengan kenaikan volume angkut di 2026, beban penyusutan dan bunga hutang baru akan semakin menekan laba bersih.


​Verdict:
HAIS adalah saham "Value Play" yang solid dengan proteksi downside berupa dividen yield 7% dan PBV < 1. Cocok untuk akumulasi jangka panjang, namun butuh kesabaran sampai siklus pendapatan kembali berbalik positif (reversal).


Disclaimer : Analisis ini merupakan opini pendapat pribadi berdasarkan data keystats yang tersedia saat ini, Bukan Rekomendasi Ajakan Jual/Beli.

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy