imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kemaren ada pembuat konten yang bikin konten tentang, "kalau semua orang jadi long term investor dan nggak ada yang scalper/BSJP/BPJS, nanti long term investors mau beli nggak ada yang mau jual karena semua hold."

Bro lupa kalau market itu bukan cuma lapak jualan 1001 saham, tapi tempat bertemunya jutaan orang dengan latar belakang berbeda, status sosieokonomi berbeda, sejarah personal finance yang berbeda, dan pastinya... tujuan keuangan yang berbeda

Misalnya disaat saya baru mulai nabung dana pensiun sejak setahun terakhir, ada ratusan ribu pensiunan yang udah nabung dana pensiun mereka sejak 2 dekade lebih yang lalu, dan sekarang lah saat mereka withdraw berkala dan sudah tidak lagi menambah kontribusi baru ataupun reinvestasi

Atau di saat saya baru mulai nabung buat tabungan liburan ke Pyongyang 5 tahun lagi, ada yang udah nabung buat tabungan liburan ke Cambodia sejak 5 tahun yang lalu, dan sekarang waktunya mereka take profit buat pesan tiket di $BAYU atau $GIAA

Selang sehari, bro langsung ditampar realita dengan pelemahan IHSG hari ini. Apakah koreksi karena MSCI? Saya rasa MSCI udah priced-in dari kemarin-kemarin, begitu juga Moody's, FTSE, dll.

Fakta yang paling certain adalah long weekend. Orang-orang kaya yang merencanakan liburan dengan passive income, pasti ada yang memutuskan bahwa inilah waktu yang tepat untuk take profit. Atau bisa juga hari ini 'gesek' kartu kredit, baru cicilannya ditutup dari profit

Alasan yang sama saya sangat respek sama pakde saya, Pakde Jajang walaupun beliau bentar beli $TOTL bentar jual. Sultan mah bebas masbro. Saya yang masih dalam wealth accumulation phase, pastinya buy, buy, and buy. Naik buy, turun buy, sideways buy. Tapi Pakde Jajang sudah tidak lagi di wealth accumulation phase. Maka dengan latar belakang yang berbeda, pasti beliau punya tujuan keuangan yang berbeda dengan saya. Tapi kami tetap punya kesamaan visi: sama-sama memiliki wonderful business yang dijalankan oleh manajemen dengan GCG yang super

Jadi, pembeda antara terjun ke market demi tujuan keuangan vs hanya menjadi pelumas market dan exit liquidity, bukan ditentukan oleh keputusan buy, hold, dan sell. Semua orang bisa memutuskan yang mana saja, saya pun sepekan atau sebulan sekali pasti ada sell, bukan buy terus apalagi hold doang

Yang membedakan antara memanfaatkan market demi tujuan keuangan vs dimanfaatkan kepentingan untuk menjadi pelumas market adalah:

1. Apakah kita memiliki bisnis yang kita pahami, atau angka digital yang tidak kita ketahui underlying instrumennya, atau hanya merasa tahu karena influencers bilang narasi-narasi tertentu?

2. Apakah kita buy karena tujuan keuangan, hold karena tujuan keuangan, dan sell karena tujuan keuangan, atau buy karena influencers bilang entry di sekian, hold karena influencers bilang story growth-nya masih panjang, dan sell karena influencers bilang TP/SL di sekian?

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy