$EXCL LK Full Year 2025: Kondisi Pasca Merger
Setelah kemarin $ISAT rilis LK, hari ini EXCL juga rilis LK Full Year 2025. Saya terus terang penasaran dengan kondisi LK EXCL pasca merger dengan FREN, apakah lebih baik atau lebih buruk. Biasanya sih kalau baru merger atau akuisisi, bersih-bersih dulu di 2 tahun pertama, setelah itu baru ngegas. Dan LK 2025 ini kelihatan seperti tahun cuci piring yang mahal. Naiknya aset memang bikin terlihat gagah, tapi banyak yang sifatnya aset kertas dan itu baru terasa nilainya kalau sinergi benar-benar kejadian. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Kalau investor lihat dari sisi audit, laporannya digarap KAP Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan dari PwC dengan opini wajar tanpa modifikasian, tapi ada empat hal audit utama yang justru mengingatkan bahwa titik paling rawan ada di area judgement. Pengakuan pendapatan teknologi informasi yang kompleks, penilaian goodwill dan spektrum, investasi pada PT $LINK Net Tbk, serta akuntansi merger dengan Smartfren jadi fokus. Artinya, ini bukan sekadar laporan yang selesai, ini laporan yang penuh area abu-abu yang kalau meleset, dampaknya bisa besar ke laba tahun-tahun berikutnya. Investor yang cuma lihat headline revenue naik akan gampang kelewat bagian ini. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Poin paling mencolok di LK EXCL adalah goodwill yang melonjak 93% menjadi Rp13,3 triliun, setara 11,5% dari total aset. Goodwill itu bukan mesin, bukan menara, bukan kas, tapi tagihan ekspektasi sinergi, jadi nilainya rapuh kalau integrasi gagal. Di saat yang sama, aset takberwujud spektrum naik menjadi Rp11,9 triliun, ini aset strategis, tapi juga aset yang hidupnya ditentukan regulasi dan masa manfaat. Jadi neraca terlihat membesar, namun kualitas asetnya makin bergantung pada asumsi, bukan pada barang yang bisa dijual cepat saat darurat.
Lalu ada pukulan yang lebih nyata, rugi penurunan nilai investasi di PT Link Net Tbk sebesar Rp1,09 triliun. Ini sinyal bahwa keputusan investasi strategis sudah mulai memberi beban, bukan bantu. Di sisi lain, ada cerita aset yang mungkin diam-diam bernilai, tanah dengan hak guna bangunan sampai 2054 masih dicatat biaya historis, jadi bisa saja nilai pasarnya jauh lebih tinggi, tapi itu tetap hipotesis sampai ada monetisasi atau revaluasi resmi. Jadi investor melihat dua ekstrem, satu impairment yang langsung memakan laba, satu potensi nilai tersembunyi yang belum bisa dikunci jadi kas real karena nilai tanah itu hanya bisa diketahui ketika sudah dijual. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
EXCL memang mencatat rugi bersih Rp4,4 triliun, tapi arus kas operasinya justru positif Rp17,5 triliun. Ini bisa terlihat bagus karena operasional masih cash cow, namun juga bisa menipu kalau investor mengira rugi itu tidak penting. Penyebab mismatch ini terutama penyusutan Rp17,6 triliun yang besar sekali, jadi rugi akuntansi banyak ditarik oleh beban non-kas, bukan semata-mata bisnis berhenti menghasilkan uang tunai.
Sekarang sisi utang, karena di telco, kas operasi yang kuat sering jadi alasan berani menambah leverage atau utang. Pinjaman jangka panjang EXCL melonjak dari Rp8,8 triliun menjadi Rp21,5 triliun pasca merger, sementara ada jatuh tempo Rp2,2 triliun dalam kurang dari 1 tahun dan Rp4,4 triliun di rentang 1 sampai 2 tahun. Yang bikin sensitif adalah 77% utang bank pakai bunga mengambang berbasis IndONIA atau JIBOR, jadi naik-turunnya suku bunga langsung menggerus ruang napas. Di titik ini, investor harus melihat EXCL bukan cuma sebagai operator, tapi sebagai mesin kas yang dibebani timer jadwal utang. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau utang bank terasa besar, liabilitas sewa menara dan infrastruktur jauh lebih monster, totalnya Rp39,1 triliun. Ini bentuk beban jangka panjang yang membuat bisnis terlihat asset-light di aset tetap, tapi heavy di kewajiban kontraktual. Dalam kondisi normal, sewa membantu fleksibilitas, tapi dalam kondisi kompetisi harga atau tekanan margin, sewa jadi beban yang sulit dipangkas cepat. Jadi skala kewajiban EXCL bukan cuma soal pinjaman, tapi gabungan pinjaman plus sewa yang totalnya sudah seperti gunung.
Dari sisi pertumbuhan, pendapatan naik 23,4% menjadi Rp42,4 triliun, tapi investor harus jeli membaca sumber growth-nya. Kenaikan itu terutama karena konsolidasi Smartfren sejak 16 April 2025, jadi ini growth yang lebih banyak berasal dari perubahan bentuk grup, bukan murni akselerasi organik. Bahkan kalau dilihat proforma seolah gabung sejak Januari 2025, grup justru rugi Rp8,7 triliun, ini menguatkan kesan bahwa merger adalah langkah defensif untuk bertahan, bukan pesta margin. Di saat bersamaan, beban karyawan melonjak 146% menjadi Rp4,2 triliun dan beban infrastruktur menjadi Rp12,3 triliun, jadi biaya integrasi dan biaya jaringan benar-benar terasa.
Ada sisi yang diam-diam menolong likuiditas, yaitu model prabayar. Pendapatan tangguhan Rp3,2 triliun adalah modal kerja gratis dari pelanggan yang bayar di muka, ini salah satu alasan telco bisa tetap punya napas panjang saat laba akuntansi goyah. Namun napas ini bukan tanpa syarat, churn rate harus terkendali, kualitas jaringan harus naik, dan promosi tidak boleh membakar margin lebih cepat dari arus kas masuk. Kalau prabayar melemah, pendapatan tangguhan mengecil, dan tekanan kas akan terasa lebih cepat karena beban sewa dan bunga tidak ikut mengecil. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di atas semua itu, ada faktor tata kelola yang halus tapi bisa menentukan arah. Axiata Investments memegang 34,69% dan Grup Sinarmas memegang porsi kolektif sekitar 34,7%, lalu laporan keuangan menyebut tidak ada pengendali tunggal, ini bisa jadi penyeimbang, tapi juga bisa jadi risiko deadlock. Saat integrasi butuh keputusan cepat, deadlock itu mahal, karena biaya berjalan tiap bulan, sementara sinergi telat. Jadi potensi baiknya ada, skala spektrum gabungan dan efisiensi infrastruktur bisa muncul dalam 12 sampai 24 bulan, tapi syaratnya ketat, integrasi harus rapi, biaya harus diturunkan, refinancing harus mulus, dan belanja modal Rp14,8 triliun harus diarahkan ke area yang paling cepat balik modal.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx
Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/4



