$SGER LK Q3 2025: Utang Gede Demi Ekspansi
Request member External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
SGER ini rela ambil utang banyak demi operasional bisnisnya tetap jalan. Ini bukan tipe perusahaan yang menunggu kas datang dulu baru bergerak, tetapi yang memaksa roda berputar dengan modal kerja dari bank. Dari luar, pola ini bisa terlihat agresif dan ekspansif, apalagi ada proyek pabrik HPI yang ikut ditarik masuk. Tapi dari dalam, ini juga berarti bank ikut duduk di kursi pengemudi lewat agunan, covenant, dan personal guarantee. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau utang-utangnya diurai, ada dua jenis utang SGER. Yang pertama adalah utang bank jangka pendek Rp995,5 M, sifatnya putaran modal kerja dan biasanya harus terus diperpanjang supaya transaksi back-to-back tetap bisa terjadi. Yang kedua adalah utang bank jangka panjang Rp823,7 M, termasuk porsi besar ke $BVIC PT Bank Victoria International Tbk Rp516,2 M dan jalur sindikasi proyek HPI plafon Rp600 M. Di luar bank, ada tambahan Rp418,6 M dari factoring, pinjaman USD, obligasi, utang pihak berelasi, dan pembiayaan alat berat. Total beban pendanaan jadi berlapis, dan masing-masing lapisan punya syarat yang berbeda, ini yang sering membuat perusahaan tampak jalan, tapi sebenarnya sedang menari di atas deadline.
Di sisi jangka pendek, struktur kreditornya punya pola yang mirip namun tingkat kontrolnya beda-beda. $BBYB PT Bank Neo Commerce Tbk memberikan utang Rp350 M dengan bunga 11% sampai Maret 2026, ditopang agunan tanah dan bangunan di Menteng, cash collateral 20% deposito, jaminan piutang dagang Rp150 M, plus personal guarantee Welly Thomas. PT Bank KB Bukopin Tbk memberi utang Rp200 M berbasis JIBOR 3 bulan plus 2,2% dan dijamin 550 juta lembar saham SGE milik Welly Thomas plus personal guarantee, dengan batasan keras seperti larangan perubahan pengendalian dan larangan menjual lebih dari 50% kekayaan.
PT Bank Central Asia Tbk memberikan utang Rp184,1 M relatif murah bunganya hanya 6,1% sampai Juli 2026, tetapi kontrolnya ketat, dilarang bagi dividen, dilarang investasi di luar bisnis inti, dan dilarang aksi korporasi tanpa izin, dengan jaminan FR0097 atas nama Welly Thomas Rp15,5 M dan Vivi Ramalyati Hutama Rp13,6 M. PT Bank Sahabat Sampoerna Rp150 M bunga 12% dengan jaminan piutang usaha 125% limit, gadai deposito 20%, cash margin 20%, plus personal guarantee. PT Bank Permata Tbk Rp111,4 M bunga 6,1% sampai Juli 2026 dengan jaminan rekening investasi obligasi FR atas nama Welly Thomas. Secara persentase, Bank Neo Commerce memegang sekitar 35,16% dari total utang jangka pendek, Bukopin 20,09%, BCA 18,49%, Sampoerna 15,07%, Permata 11,19%, jadi tiga teratas sudah menguasai 73,74% dari total utang jangka pendek SGER dan menjadi pusat gravitasi negosiasi harian. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Di sisi jangka panjang, wajahnya berbeda. PT Bank Victoria International Tbk Rp516,2 M menonjol bukan cuma karena porsinya 62,67% dari total utang jangka panjang, tetapi karena paket jaminannya menyapu luas, saham SGE milik PT Sumbermas Inti Energi, PT Hineni Tujuh Resources, dan Cendrasury Ependy, tanah dan bangunan di Cipayung, 58 unit alat berat atau mesin, piutang usaha minimal Rp30 M, sampai saham anak usaha PT Angkasa Nusagraha. Ditambah batasan yang menyentuh jantung korporasi, pembagian dividen di atas 20% dari laba bersih wajib izin, larangan pelunasan utang pemegang saham, dan larangan perubahan pengendali Welly Thomas. Ini membuat bank seperti bukan sekadar pemberi dana, tetapi penjaga gerbang keputusan penting.
Jalur sindikasi proyek HPI plafon Rp600 M menambah dimensi baru, karena ini bukan lagi pembiayaan putaran barang, tetapi pembiayaan aset produktif yang belum menghasilkan. Bank Victoria bertindak sebagai agen, dengan anggota Bank Sinarmas, BPD Sulselbar, BPD Kalteng, Bank Oke, BPD Sumbar, Bank Ina Perdana, dan BJB. Agunannya tanah, bangunan, dan mesin pabrik HPI di Serang, ditambah fidusia mesin, lalu diperkuat corporate guarantee dari SGE, PT Sulfindo Adiusaha, dan PT Bintang Mitra Semestaraya. Polanya jelas, proyek ini akan menempel ke neraca grup sampai pabrik benar-benar beroperasi dan memberi kas, karena sebelum itu, yang terbukti pasti hanya cicilan dan covenant.
Utang non-bank terlihat lebih mahal dan lebih sensitif. Factoring PT Emperor Finance Indonesia Rp93,3 M berbunga 17% per tahun, ini mahal dan biasanya dipakai saat perusahaan butuh likuiditas cepat. Pinjaman TA Private Capital Security Agent Ltd Rp82,3 M dalam USD 5 juta berbunga 5% sampai Juni 2026, ini lebih murah, tetapi membawa risiko kurs jika arus kas dominan Rupiah. Obligasi Rp90 M jatuh tempo 10 Juli 2026 dengan covenant rasio lancar minimal 1 kali dan leverage maksimal 2,5 kali, jadi ada batas matematis yang bisa memicu pelanggaran jika working capital tertekan. Utang pihak berelasi Rp126 M ke PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk dan PT Sulfindo Adiusaha untuk setoran modal HPI membuat proyek pabrik punya sokongan internal, tetapi juga menambah kewajiban. Pembiayaan alat berat kecil Rp4 M ke BCA Finance, Toyota Astra Financial, Maybank Finance, dan PT Chandra Sakti Utama Leasing lebih bersifat operasional, namun tetap menambah layering kreditur. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau dilihat dari sisi perjanjian operasional, arus barangnya juga mengunci SGER. Pembelian batu bara lewat PT Bumi Mineral Sentosa dan PT Batuah Energi Prima. Penjualan lewat PT Virtue Dragon Nickel Industry, Powersource Philippines Energy, Minergy Power Corp, dan Starport Trading. Ada juga kerja sama operasi dengan PT Tujuh Bara Sejahtera, di mana SGE mendanai Rp17,9 M dan memperoleh bagi hasil. Ini memberi gambaran SGER mencoba mengamankan supply dan demand sekaligus, tetapi konsekuensinya, kebutuhan dana di muka jadi tinggi, lalu nyambung lagi ke bank dan uang muka pemasok.
Persamaan besar di hampir semua fasilitas adalah pola jaminan dan pembatasan. Hampir selalu ada agunan keras seperti tanah dan bangunan, piutang, deposito margin 20%, atau instrumen FR, lalu diikat dengan personal guarantee Welly Thomas di beberapa bank. Di sisi yang lebih berat seperti Bank Victoria, agunan melebar sampai saham, alat berat, piutang minimum, dan saham anak usaha. Jadi benang merahnya adalah kredit bukan diberikan karena neraca longgar, tetapi karena agunan dan kontrol dibuat ketat. Ini membuat keunggulan SGER adalah kemampuan akses pendanaan dari banyak pintu, sementara risikonya adalah ketergantungan pada pintu-pintu itu.
Potensi yang paling menarik sebenarnya ada pada dua titik. Pertama, jika trading kembali normal dan siklus komoditas membaik, fasilitas jangka pendek bisa kembali menjadi mesin profit tipis yang stabil, asalkan perputaran kas tidak kalah cepat dari kewajiban bunga. Kedua, jika proyek HPI selesai 2025 sampai 2026 dan mulai menghasilkan cashflow, SGER bisa punya sumber margin yang tidak setipis trading, dan bisa mengurangi tekanan refinancing. Namun sisi yang harus diwaspadai juga jelas, biaya dana di beberapa fasilitas sudah tinggi, covenant membatasi dividen dan aksi korporasi, dan personal guarantee membuat risiko perusahaan melekat pada individu. Dalam skenario buruk, keterlambatan HPI atau pelemahan permintaan bisa membuat SGER terpaksa menutup utang dengan utang baru lebih mahal, yang lama-lama menumpuk jadi masalah struktural.
⦠š Agunan keras mendominasi, tanah, bangunan, piutang, deposito, saham, alat berat, instrumen FR
⦠š§ Personal guarantee Welly Thomas muncul berulang
⦠š Covenant mengatur dividen, kontrol, dan aksi korporasi
⢠š³ Utang bank jangka pendek Rp995,5 M, pusat putaran modal kerja
⦠š„ PT Bank Neo Commerce Tbk Rp350 M, 35,16%
āŖ š° 11% sampai Maret 2026
āŖ š Menteng, deposito 20%, piutang Rp150 M, personal guarantee Welly Thomas
⦠š„ PT Bank KB Bukopin Tbk Rp200 M, 20,09%
āŖ š° JIBOR 3 bulan plus 2,2%
āŖ š 550 juta saham SGE, personal guarantee Welly Thomas
āŖ š« Larangan perubahan kontrol dan jual lebih dari 50% aset
⦠š„ PT Bank Central Asia Tbk Rp184,1 M, 18,49%
āŖ š° 6,1% sampai Juli 2026
āŖ š FR0097 atas nama Welly Thomas Rp15,5 M dan Vivi Ramalyati Hutama Rp13,6 M
āŖ š« Tidak boleh dividen dan aksi korporasi tanpa izin
⦠š PT Bank Sahabat Sampoerna Rp150 M, 15,07%
āŖ š° 12%
āŖ š Piutang 125%, deposito 20%, cash margin 20%, personal guarantee
⦠š PT Bank Permata Tbk Rp111,4 M, 11,19%
āŖ š° 6,1% sampai Juli 2026
āŖ š FR atas nama Welly Thomas
⢠š¦ Utang bank jangka panjang Rp823,7 M, kontrol paling ketat
⦠š° PT Bank Victoria International Tbk Rp516,2 M, 62,67%
āŖ š° 9,25% sampai 12,25%
āŖ š Saham PT Sumbermas Inti Energi, PT Hineni Tujuh Resources, Cendrasury Ependy, aset Cipayung, 58 alat berat, piutang minimal Rp30 M, saham PT Angkasa Nusagraha
āŖ š« Dividen di atas 20% laba harus izin, larangan ubah pengendali Welly Thomas
⦠šļø Sindikasi HPI plafon Rp600 M
āŖ š¤ Bank Victoria agen, Bank Sinarmas, BPD Sulselbar, BPD Kalteng, Bank Oke, BPD Sumbar, Bank Ina Perdana, BJB
āŖ š Tanah, bangunan, mesin HPI Serang, fidusia mesin
āŖ š”ļø Corporate guarantee SGE, PT Sulfindo Adiusaha, PT Bintang Mitra Semestaraya
⦠š¦ PT Bank Rakyat Indonesia Rp31,9 M
āŖ š Kendaraan dan alat berat entitas anak
⢠š„ Lapisan non-bank, bunga paling menyengat
⦠𧾠PT Emperor Finance Indonesia Rp93,3 M
āŖ š° Factoring 17%
⦠šµ TA Private Capital Security Agent Ltd Rp82,3 M
āŖ š° USD 5 juta, 5% sampai Juni 2026
⦠𧱠Obligasi Rp90 M jatuh tempo 10 Juli 2026
āŖ š Rasio lancar minimal 1 kali
āŖ š Leverage maksimal 2,5 kali
⦠š Utang pihak berelasi Rp126 M
āŖ Ke PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk dan PT Sulfindo Adiusaha untuk HPI
⦠š Pembiayaan alat berat Rp4 M
āŖ BCA Finance, Toyota Astra Financial, Maybank Finance, PT Chandra Sakti Utama Leasing
⢠āļø Kontrak supply dan demand yang mengikat arus barang
⦠𧺠Pembelian batu bara
āŖ PT Bumi Mineral Sentosa
āŖ PT Batuah Energi Prima
⦠š¢ Penjualan batu bara
āŖ PT Virtue Dragon Nickel Industry, VDNI
āŖ Powersource Philippines Energy
āŖ Minergy Power Corp
āŖ Starport Trading
⦠š¤ KSO
āŖ PT Tujuh Bara Sejahtera
āŖ Pendanaan Rp17,9 M, bagi hasil keuntungan
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/8







