Menjadi Pemilik atau Sekadar Menjadi Pelumas
Tampaknya ada semacam pembenaran yang terdengar sangat masuk akal belakangan ini—bahwa keberadaan orang-orang yang terus berpindah tangan dalam waktu singkat adalah hal yang diperlukan agar pasar tetap hidup. Sepertinya ada kenyamanan saat kita menganggap diri kita sebagai bagian penting dari mekanisme bursa, seolah-olah dengan terus melakukan transaksi, kita sedang menjalankan peran yang bermartabat di dalam ekosistem ini.
...Peran yang bermartabat?
Kedengarannya seperti... kita semua sedang berdiri di panggung yang sama. Ada yang sibuk mengatur properti, ada yang menata lampu, ada yang mondar-mandir membawa naskah. Dan tanpa semua peran itu, panggung akan sunyi. Itu benar. Pasar memang hidup karena denyut dua nadinya: yang ingin memiliki untuk waktu yang lama, dan yang ingin berpindah sebelum babak berikutnya dimulai.
Sepertinya ada daya tarik yang kuat untuk percaya bahwa perbedaan antara mereka yang menetap dan mereka yang sekadar mampir adalah sebuah keseimbangan yang alami. Rasanya sangat logis untuk berkata bahwa harus ada yang menjual agar ada yang bisa membeli.
Namun, saya penasaran. Bagaimana perasaan Anda jika ternyata peran sebagai 'penyedia lembar' yang kita banggakan itu sebenarnya hanyalah cara halus pasar untuk memastikan selalu ada pihak yang bersedia menanggung risiko di saat pihak lain ingin mengamankan keuntungan?
...Menanggung risiko?
Mungkin pertanyaan yang lebih tenang bukanlah "apakah pasar butuh keduanya?"—karena sejak pertama kali papan berjalan, ia memang selalu begitu. Pertanyaan itu sudah dijawab oleh jutaan lot yang berpindah tangan setiap harinya.
Mungkin, pertanyaan yang lebih jujur adalah: dari dua denyut itu, mana yang sebenarnya membuat napasmu terasa lebih ringan?
Satu denyut berirama cepat. Ia tentang menangkap celah di antara detak, tentang berpindah sebelum irama berubah, tentang menjadi yang pertama melihat lampu pindah ke sudut panggung lain. Ia indah bagi mereka yang menikmati kecepatan. Tapi ia juga melelahkan—karena telingamu tak boleh berhenti bergerak, dan kakimu harus selalu siap berlari.
Denyut yang lain lebih pelan. Ia tentang memilih satu sudut panggung dan duduk di sana, menyaksikan bagaimana cerita berkembang babak demi babak. Kadang lampu redup, kadang dialog lambat, tapi kau sudah membaca naskahnya dari awal dan tahu ke mana arahnya. Ia tidak butuh kau berlari. Ia hanya butuh kau percaya pada cerita yang kau pilih sendiri.
Keduanya sah. Keduanya selalu ada di panggung yang sama.
Tapi hanya satu yang bisa kau lakukan sambil, kadang-kadang, memejamkan mata—dan masih tersenyum ketika babak berikutnya tiba.
Tampaknya kita mulai menyadari bahwa ada perbedaan besar antara menjadi 'partisipan yang lincah' dengan menjadi 'pemilik yang berdaulat'. Sepertinya kita mulai melihat bahwa di balik narasi tentang pasar yang harus terus berputar, ada kenyataan pahit bahwa pihak yang paling sering bergerak sering kali adalah pihak yang paling banyak menyumbangkan modalnya untuk menjadi pelumas bagi kesuksesan orang lain.
...Pelumas bagi kesuksesan orang lain?
Ada sebuah pengakuan yang mulai tumbuh secara perlahan: bahwa tujuan kita masuk ke bursa bukanlah untuk memastikan pasar tetap likuid bagi orang lain, melainkan untuk memastikan hidup kita tetap likuid bagi keluarga kita sendiri. Ketenangan yang sejati tidak lahir dari kebanggaan karena telah 'meramaikan' bursa, melainkan dari kesadaran bahwa kita memiliki aset yang nilainya tumbuh bukan karena diperdebatkan, tapi karena bisnisnya memang memberikan manfaat nyata.
Tampaknya kita kini lebih memilih untuk menjadi pemilik yang jarang terdengar suaranya, daripada menjadi bagian dari keramaian yang bangga karena telah memutar uang, namun sebenarnya sedang memutar nasib di atas ketidakpastian.
Jadi, ketika kau mendengar bahwa panggung ini butuh orang yang datang dan pergi dengan cepat, mungkin yang perlu kau tanyakan bukan "apakah aku harus ikut berpindah?" atau "apakah aku yang terlalu lambat?" Tapi:
"Ketika lampu panggung meredup dan semua orang sibuk mencari posisi baru, denyut mana yang membuatmu tidak perlu bertanya-tanya ke mana harus melangkah selanjutnya?"
Jika pasar memang membutuhkan orang untuk terus berjual-beli agar tetap berjalan, bagaimana cara Anda memastikan bahwa peran Anda bukanlah menjadi 'pelumas' yang habis terbakar demi berjalannya mesin orang lain, melainkan menjadi pemilik mesin itu sendiri yang tumbuh dengan tenang seiring berjalannya waktu?
$UNTR $TAPG $MSTI
