imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

#15 Ketika Target Tidak Realistis Jadi Sumber Stres

Saya pernah menetapkan target yang terdengar masuk akal di kepala, tapi terasa berat di dada. Angkanya terlihat sederhana saat ditulis, namun setiap hari justru berubah menjadi tekanan. Setiap pergerakan harga saya bandingkan dengan target itu, setiap koreksi terasa seperti langkah mundur dari garis finish. Alih-alih memberi arah, target tersebut justru membuat saya gelisah. Di titik itu saya sadar, masalahnya bukan pada pasar, tapi pada ekspektasi yang saya paksa untuk dikejar tanpa mempertimbangkan realitasnya.

Awalnya saya mengira stres itu wajar, bagian dari proses menuju hasil besar. Tapi semakin lama, stres tersebut menggerogoti cara saya mengambil keputusan. Saya mulai tergesa-gesa, mengabaikan rencana awal, dan memaksakan transaksi agar “mengejar ketertinggalan”. Target yang terlalu tinggi tidak lagi berfungsi sebagai pemandu, melainkan cambuk. Setiap hari terasa seperti lomba yang tidak pernah selesai, dan pasar seolah menjadi hakim yang selalu mengecewakan.

Perubahan datang ketika saya berani mengevaluasi target itu sendiri, bukan kinerja pasar. Saya mulai bertanya: apakah target ini disusun berdasarkan kemampuan dan waktu yang realistis, atau hanya hasil membandingkan diri dengan cerita orang lain? Ketika target diturunkan ke level yang lebih masuk akal, sesuatu yang tidak saya duga terjadi—pikiran menjadi lebih tenang. Keputusan kembali rasional, dan saya bisa melihat proses dengan lebih jernih, bukan sekadar mengejar angka.

Hari ini, saya masih punya target, tapi tidak lagi menjadikannya sumber tekanan. Target saya anggap sebagai arah, bukan kewajiban mutlak yang harus tercapai dalam waktu singkat. Saya belajar bahwa target yang sehat seharusnya memberi kejelasan, bukan kecemasan. Ketika target selaras dengan realitas, pasar tidak lagi terasa menekan. Yang tersisa hanyalah proses yang bisa dijalani dengan lebih tenang dan konsisten.

$IHSG $FWCT $AVIA

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy