imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Ketika Cacing Kecil Nekat Masuk Sarang Bandar $AMOR

Saya akhirnya ikut menyangkutkan diri di saham AMOR, sebuah saham dengan reputasi bandarnya ngeri tapi dividennya rajin. Logikanya sederhana: “deviden mau dibagi, harusnya harga aman.” Nyatanya, sebelum ex-date harga masih 374, setelah ex-date langsung nyungsep ke 350, padahal dividennya cuma 13 perak. Ini bukan koreksi, ini lebih mirip “pelajaran hidup”.

Di titik ini saya sadar, bandar tidak peduli dengan logika cacing kecil. Ex-date bagi bandar adalah momen efisiensi: ambil dividen, buang barang, dan biarkan ritel saling menguatkan dengan kalimat “kan nanti balik lagi”. Sementara saya? Duduk manis melihat portofolio merah tipis sambil bertanya, apakah keberadaan saya bisa menggerakkan harga? Jelas tidak. Saya ini cuma plankton di akuarium hiu.

Lalu muncul pertanyaan klasik: setelah saya beli, apakah harga bisa naik? Secara teori bisa, secara harapan boleh, secara realita… tergantung niat bandar, bukan niat saya. Karena di saham seperti AMOR, bukan yang paling sabar yang menang, tapi yang paling paham siapa pemilik kendali permainan. Dan untuk cacing kecil seperti saya, satu-satunya senjata bukan melawan bandar, tapi sadar posisi—dan jangan halu merasa pasar akan berubah hanya karena kita beli satu lot.

$PTRO $RATU

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy