$BBCA $BBRI $BBNI

Yuk belajar ilmu fokal infeksi menyebabkan cacat pada janin dan vasculitis (ternyata pemicu kemerahannya akibat paparan bakteri yg sama meskipun terpaparnya setelah lahir) , bedakan ya dengan kontak alergi, bahasa kerennya CONGENITAL DISEASE dan bukan HEREDITARY DISEASE.

SILAHKAN DIBANDINGKAN DENGAN TEORI DOKTER SPESIALIS YA... 馃槀馃槀馃槀

To the point ya... Potongan bakteri yg larut dalam darah sering berikatan pada plasma darah yaitu albumin dan profil lipid. Ditandai dengan PENINGKATAN LED, PENINGKATAN PROFIL LIPID dan ADANYA FOKAL INFEKSI MUKOSA MENAHUN. Bila ibu hamil ternyata memiliki fokal infeksi mukosa menahun dan sering larut dalam darah ketika hamil, dan ternyata albumin yg berikatan dengan bakteri (potongannya) dipakai oleh plasenta membentuk struktur tubuh janin (apalagi si ibu fokal infeksinya berupa IMS bisa melalui darah bisa juga kontak langsung dengan janinnya) maka :
1. Bila dipakai membentuk struktur otak maka si bayi akan menjadi down syndrome, pengecilan otak dsb meskipun di otaknya cuma terdapat kelainan protein akibat albumin yg ditempeli bakteri, dijadikan protein penyusun otak saat kehamilan. Bila ditemukan kelainan genetik saat kehamilan tersebut, maka kegagalan pembentukan DNA/RNA balita itu disebabkan oleh adanya potongan bakteri sebagai bahan yg dipakai untuk membantu menyusunnya
2. Penyakit jantung kongenital juga sama ya, akibat adanya struktur potongan bakteri yg ikut dijadikan bahan penyusunnya maka terjadi kegagalan dan akhirnya cacat.
3. Dsb.
4. Kulit, nah ini sedikit menarik ya... Sering toh kita melihat bayi mengalami kemerahan berupa vasculitis, bahkan bisa berbentuk VESIKEL, BULA dsb. Nah klo teori fokal infeksi menjawab hal itu maka ada 2 jenis mekanisme terbentuknya. Dan aktifnya ruam merah juga dibagi 2 jenis bila penyebabnya saat masih janin. PERTAMA : Fokal infeksi menyebabkan vaskulitis setelah lahir melalui terbentuknya fokal infeksi baru setelah lahir di dinding pembuluh darah, ketika fokus infeksi baru ini mengeluarkan eksotoksin/endotoksin maka itu larut bersama darah dan menempel pada pembuluh darah kulit di ujungnya sesuai jalur dari aliran darah tempat fokus infeksi tadi. Kasus ini jarang pada bayi ya, sebab fokal infeksi itu perlu tahunan. KEDUA, saat janin, yaitu potongan bakteri dijadikan bahan penyusun organ kulit pada area tertentu, maka area tertentu itu AKAN MERAH DSB BILA ADA RESPON ANTIGEN/ANTIBODI akibat paparan bakteri yg sama dengan potongan bakteri saat si bayi masih sebagai janin. Contoh : si bayi terpapar potongan bakteri TBC saat janin dan dipakai untuk membentuk struktur kulit di tangan kanan saat masih janin. Maka ketika si bayi terpapar TBC maka respon immunya akan aktif dan area tangan kanannya AKAN KEMERAHAN. Peranan ini biasanya akibat dari limfosit plasma masuk ke tangan kanan saat masih janin gara2 terdapat potongan bakteri sebagai penyusunnya yg mana seharusnya limfosit itu tidak terdapat pada lokasi tersebut. Namun bisa juga diaktifkan oleh makrofag ya. Kondisi yg sama pada janin diatas ternyata MAKROFAG yg menyusun selubung myelin syaraf tangan kanan sempat mengenali potongan bakterinya, meskipun dia sudah berkembang menjadi myelin. Dan ketika dia lahir dan muncul respon antigen/antibodi maka myelin/makrofag di syaraf tangan kanannya menimbulkan respon yg diperankan oleh syaraf tadi dan biasanya berupa gatal, bengkak dan merah yg akhirnya menjadi penebalan hingga bersisik. Biasanya disebut NEURODERMATITIS. Jadi jangan dikit2 didiagnosa alergi kontak ya... 馃槀馃槀馃槀

Sel makrofag itu sama dengan sel Schwann hanya saja bila dia melindungi Jaras saraf maka dia tidak berubah menjadi sel makrofag melainkan berubah menjadi sel schwann

Klo masih ragu, baca aja bagaimana obat2an yg bersifat teratogenik yg membuat cacat janin/bayi kitasaat hamil. Nah... Teori yg dipakai obat2an membuat cacat janin/bayi kita saat hamil itu MENIRU TEORI FOKAL INFEKSI. Bukan sebaliknya ya...

GIMANA, BEDA TOH TEORI FOKAL INFEKSI DOKTER UMUM dengan MULTIPLE TEORI DOKTER SPESIALIS.

Ada dokter yg menyatakan bahwa teori fokal infeksi menyebabkan down syndrome itu salah besar. 馃槀馃槀馃槀

Kita jawab ya : down syndrome itu terjadi ndak semua bagian tubuh yg mengalami kelainan genetik, berarti bisa terjadi setelah terbentuknya plasenta.

Tuk kasus yg katanya sel telur doang sudah mengalami kelainan genetik sebelum pembuahan oleh sperma dan membuktikan bahwa sudah terjadi penyebab down syndrome sebelum sel telur bergabung dengan sperma, maka yg perlu diingat pemeriksaannya tetap harus menggabungkan sperma dan sel telur dulu barulah diperiksa (kasus bayi tabung).

Klo itu yg terjadi berarti focal infeksinya terjadi pada organ ovarium. Dan menyebabkan kecenderungan kelainan kromosom pada sel telur saat bergabung dengan sperma.

Cuma gitu doang penjelasannya.... Beres

Kasus2 kista ovarium, kista dinding rahim, mioma dsb yg sering didengungkan sebagai masalah genetik, ternyata akibat fokal infeksi maupun infeksi langsung juga, yg menahun disitu dan terjadi adaptasi sel.

Gitu...

Di tambah lagi downsydrome itu gak cuma pada trisomy 21, pada proses translasi transkripsi kromosomnya juga bisa ada masalah dan menjadi penyebab down syndrome dll.

Nah... Klo udah begini, berarti penyebabnya sudah bukan genetiknya, melainkan proses PEMBENTUKANNYA yg ada masalah.

Siapa yg mampu mengganggu pembentukan kromosom???

Fokal infeksi dong penyebabnya melalui TEORI ADAPTASI SEL.

Gitu...

Tinggal cek aja bumilnya, klo ada fokal infeksi mukosa menahun maka ITULAH PENYEBABNYA.

*Pasien bertanya kepada dokter* : dok, apa yg mampu menyebabkan perubahan genetik, DNA, kromosom dsb??

Dokter spesialis : RADIOAKTIF 馃ぃ馃ぃ馃ぃ, Radikal bebas, rokok, dsb

Dokter umum : yg bisa membuat itu adalah JEJAS yg bertahun2, dan paling sering adalah FOKAL INFEKSI, perubahan genetik itu merupakan adaptasi sel saja, dan bila perubahan genetik menimbulkan masalah baru, barulah dikatakan sebagai KELAINAN GENETIK atau CACAT GENETIK.

Read more...
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy