Perang Bank 2025: Pecat Karyawan Jadi Norma Baru
Dari 9 bank yang sudah rilis LK Full Year 2025 ($BBRI belum rilis LK Full Year 2025, jadi jangan cari), kita bisa lihat bank terbaik dari efisiensi dan efektivitas serta growth mereka. Angka laba dan kredit itu penting, tapi tidak cukup kalau tidak dibaca bareng jumlah orang yang menggerakkan mesin bisnisnya. Di 9 bank ini, total karyawan justru turun 0,87%, sementara total kredit naik 12,71%, dan total laba hanya naik 1,88%. Artinya, industri ini terlihat makin produktif dari sisi penyaluran, tetapi konversi menjadi laba tidak merata. Di sinilah kelihatan siapa yang benar-benar efisien, siapa yang sekadar membesarkan buku kredit. External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community A38138 https://stockbit.com/post/13223345
Dari sisi tenaga kerja, mayoritas bank melakukan perampingan. Yang paling ekstrem Bank Mega, karyawan turun 9,93%, lalu BSI turun 2,50%, dan OCBC NISP turun 2,67%. Di ujung yang berbeda, $BBCA justru menambah karyawan 0,33%, sinyal klasik bank yang masih ekspansi sambil tetap menjaga profitabilitas. $BMRI Mandiri, BNI, BTN terlihat hampir datar, jadi perubahan kinerja mereka lebih banyak ditentukan oleh kualitas bisnis, pricing, dan manajemen risiko, bukan sekadar tarik-rem biaya tenaga kerja. Namun investor tetap harus ingat, definisi karyawan tidak seragam, ada yang melaporkan konsolidasian, ada yang hanya bank, ada yang memasukkan tidak tetap. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Kalau fokus ke laba bersih, panggungnya dikuasai dua raksasa, BCA Rp57,56 triliun dan Mandiri Rp56,29 triliun, jaraknya tipis, tetapi Growth nya beda. BCA naik 4,94%, Mandiri cuma 0,92%, jadi yang satu masih bertumbuh sehat, yang satu sudah masuk fase stabil. Di papan menengah, growth laba BTN dan Mega menonjol, BTN laba naik 16,42% dan Mega naik 27,89%, ini tipe kenaikan yang biasanya terasa di sentimen pasar. Sementara itu BNI jadi pengecualian yang harus dibaca ekstra waspada, laba turun 11,12% meski kredit naik kencang. Dari sisi makna, penurunan laba saat kredit naik biasanya mengarah ke tekanan margin, kenaikan biaya dana, kenaikan biaya kredit, atau kombinasi yang membuat laba tersedot. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
Efisiensi paling gampang dibaca lewat laba per karyawan, karena ini mengukur seberapa banyak laba yang dihasilkan tiap orang. Di 2025, BCA paling tinggi sekitar Rp2,06 miliar per karyawan, lalu Mandiri Rp1,45 miliar per karyawan. Setelah itu ada Mega Rp0,87 miliar dan OCBC NISP Rp0,80 miliar, keduanya menarik karena bukan bank terbesar, tetapi produktivitasnya kuat. Yang paling kecil ada BTPS sekitar Rp0,08 miliar per karyawan, dan ini bukan otomatis buruk, karena model mikro memang padat tenaga lapangan dan metriknya sering lebih cocok dibaca dengan produktivitas per area atau per nasabah. Keunikan paling mencolok ada di Mega, produktivitas laba per karyawan melonjak 41,98% dalam setahun, kombinasi dari laba naik besar dan karyawan turun tajam.
Efektivitas bisa dilihat dari seberapa selaras laju laba dengan laju kredit. Bank yang kreditnya naik jauh lebih cepat daripada labanya biasanya sedang menanggung tekanan, entah dari pricing, biaya dana, atau kualitas aset. Mandiri dan BNI masuk sisi ini, karena kredit Mandiri naik 16,21% tetapi laba naik 0,92%, sedangkan BNI kredit naik 15,94% tetapi laba turun 11,12%. Sebaliknya, Mega dan BTN terlihat jauh lebih enak dibaca, Mega laba naik 27,89% saat kredit naik 4,00%, BTN laba naik 16,42% saat kredit naik 11,90%, jadi pertumbuhan mereka terasa lebih berkualitas. Namun investor wajib mencatat satu hal teknis, angka pembiayaan BTPS yang dipakai di sini adalah bersih setelah cadangan, sedangkan mayoritas bank lain memakai bruto, jadi perbandingan kredit per karyawan dan laju kredit BTPS tidak apple-to-apple. Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ Gambaran Industri 9 Bank
โ
Total karyawan 2024 155.037 orang, 2025 153.692 orang, turun 1.345 orang atau 0,87%
๐ณ Total kredit 2024 Rp4.302,63 triliun, 2025 Rp4.849,69 triliun, naik Rp547,06 triliun atau 12,71%
๐ฐ Total laba 2024 Rp154,86 triliun, 2025 Rp157,77 triliun, naik Rp2,91 triliun atau 1,88%
๐ง Penyaluran tumbuh pesat, tetapi laba tidak ikut ngebut
๐ฅ Perubahan karyawan yang paling terasa
1. ๐ฅ MEGA turun 424 orang atau 9,93%
2. ๐ข BRIS turun 417 orang atau 2,50%
3. ๐ฆ NISP turun 174 orang atau 2,67%
4. ๐ฃ BTPS turun 188 orang atau 1,30%
5. ๐จ BNLI turun 75 orang atau 1,15%
6. ๐งฑ BMRI turun 147 orang atau 0,38%
7. ๐ง BBTN turun 11 orang atau 0,09%
8. โช BBNI turun 2 orang atau 0,01%
9. ๐ฉ BBCA naik 93 orang atau 0,33%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ฐ Laba bersih 2025
1. ๐ฅ BBCA Rp57,56 triliun, naik 4,94%
2. ๐ฅ BMRI Rp56,29 triliun, naik 0,92%
3. ๐ฅ BBNI Rp19,63 triliun, turun 11,12%
4. ๐ข BRIS Rp7,57 triliun, naik 8,02%
5. ๐ฆ NISP Rp5,06 triliun, naik 3,92%
6. ๐จ BNLI Rp3,59 triliun, naik 0,59%
7. ๐ง BBTN Rp3,50 triliun, naik 16,42%
8. ๐ฅ MEGA Rp3,36 triliun, naik 27,89%
9. ๐ฃ BTPS Rp1,20 triliun, naik 13,15%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ Growth
1. ๐ฅ MEGA 27,89%
2. โก BBTN 16,42%
3. ๐งจ BTPS 13,15%
4. ๐ฑ BRIS 8,02%
5. ๐ BBCA 4,94%
6. ๐ NISP 3,92%
7. ๐งฑ BMRI 0,92%
8. ๐ง BNLI 0,59%
9. ๐ณ๏ธ BBNI -11,12%
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐งฎ Laba per karyawan
1. ๐ฅ BBCA sekitar Rp2,06 miliar per karyawan
2. ๐ฅ BMRI sekitar Rp1,45 miliar per karyawan
3. ๐ฅ MEGA sekitar Rp0,87 miliar per karyawan
4. ๐ฆ NISP sekitar Rp0,80 miliar per karyawan
5. โช BBNI sekitar Rp0,72 miliar per karyawan
6. ๐จ BNLI sekitar Rp0,56 miliar per karyawan
7. ๐ข BRIS sekitar Rp0,47 miliar per karyawan
8. ๐ง BBTN sekitar Rp0,28 miliar per karyawan
9. ๐ฃ BTPS sekitar Rp0,08 miliar per karyawan
Upgrade skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf
๐ Growth produktivitas laba per karyawan yang paling besar dulu
1. ๐ฅ MEGA naik 41,98%
2. ๐ง BBTN naik 16,52%
3. ๐ฃ BTPS naik 14,65%
4. ๐ข BRIS naik 10,78%
5. ๐ฆ NISP naik 6,77%
6. ๐ฅ BBCA naik 4,59%
7. ๐จ BNLI naik 1,76%
8. ๐งฑ BMRI naik 1,30%
9. โช BBNI turun 11,11%
๐ณ Kredit per karyawan
1. ๐งฑ BMRI sekitar Rp47,74 miliar per karyawan
2. ๐ฅ BBCA sekitar Rp34,73 miliar per karyawan
3. โช BBNI sekitar Rp33,07 miliar per karyawan
4. ๐ง BBTN sekitar Rp31,58 miliar per karyawan
5. ๐ฆ NISP sekitar Rp27,38 miliar per karyawan
6. ๐จ BNLI sekitar Rp25,50 miliar per karyawan
7. ๐ข BRIS sekitar Rp19,35 miliar per karyawan
8. ๐ฅ MEGA sekitar Rp17,48 miliar per karyawan
9. ๐ฃ BTPS sekitar Rp0,67 miliar per karyawan
โ
Bank yang paling efisien level produktivitas, BBCA dan BMRI
๐ Paling agresif menaikkan produktivitas, MEGA lalu BBTN
๐ Paling seimbang antara laba naik dan kredit naik, BBTN dan NISP
โ ๏ธ Paling perlu dibedah lebih dalam karena laba turun saat kredit naik, BBNI
๐งฉ Data karyawan dan kredit tidak sepenuhnya seragam antar bank, jadi angka ini paling aman dipakai sebagai pembaca arah, bukan vonis tunggal.
Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.
Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345
Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm
Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU
1/9








