$IHSG bonds undervalued
ketika saham-saham rating agency pada turun kemarin, berarti siklus rating debt mulai turun. hati-hati, masa ekspansi sudah mulai turun berarti. bonds bisa jadi patokan, untuk mereduce volatility.
angka kerja bisa tiba-tiba drop, tanpa ada aba-aba. yang biasa terjadi bahkan, shocknya dulu, baru angka kerja turun.
mulailah beli dikit2 misal 10-15% di porsi sekarang, nanti misal ternyata fed naikin rate lagi (economy booming ternyata, agency rating recover, perusahaan2 pada issued hutang, ekspansi), maka bisa di tambah lagi bondsnya jadi 20%
tapi kalau memang kondisinya makin parah, bonds bisa jadi peredam di porto.
misal pasar saham turun 30%, karena anda memiliki 80%, jadi -24%
lalu bonds naik 15%, karena fed yield turun 0% tiba-tiba, jadi gain 15% karena term premiumnya, yang mana karena ini mid term 5 tahun, jadi tiap 1% turun yield jadi dapat 5% kenaikan, dikasus ini, dapat 15%. dengan begini, 20% porsi obligasi, dapat memberikan upside, 3% (20%*15%).
maka total porto yang harusnya jika semuanya di saham -30%, jadi -21%.
bahkan, ketika anda jual bonds ini, anda dapat lagi uang untuk beli, dan membeli murah saham-saham yang mendominasi dunia. Ingat Hetty Green? Dia bahkan sampai memberikan amerika pinjaman.
--> kondisi ini bisa terjadi hanya jika rates diturunkan secara tiba-tiba dan banyak. kalau diturunkan pelan-pelan, tidak bisa, karena yang terjadi justru mata uang bonds itu akan melemah, namun yield akan meningkat seiring pelemahan mata uang. selalu ada offset, lagi kita masih dominan di saham.
secara struktural, bonds itu penting untung bertahan lama di bursa. cukup 20% saja.
----
ada juga kalau kamu pernah baca psychology of money, disitu ditulis kalaiu mengerikan sekali manusia itu.
didalam hidup ini, itu ada perhitungan nest egg, yang mana uang yang diperlukan agar kita bisa hidup pensiun, sampai tutup usia. nah, kebanyakan orang, ketika sudah tulis return per tahun misal 12%, lalu inflasi mengikuti bonds dan rate risk free, 5-6%, usia berapa pensiun, dan batas usia misal 120 tahun. Menghasilkan nest egg yang akan menjadi liabilitas di total wealthnya. (belajar dari @axlarry di channel tele doi)
lalu masalahnya, ketika manusia masih mengingikan uang dengan cepat dan banyak, padahal nest egg sudah cukup. padahal ia hanya tinggal chill and let it run. ini kerap terjadi ketika uang yang dimiliki terasa besar, sehingga ia mengimajinasi dengan ini dengan itu, ia dapat memiliki uang lebih besar lagi. padahal return 10%-12% sudah cukup membuatnya bisa hidup sampai habis itu uangnya di usia 120 tahun.
ini namanya tertipu oleh diri sendiri, dan kerap terjadi, karena dunia ini, suka menonjolkan orang-orang hebat, adalah yang terkaya, padahal porsi mereka dibawah 1%. menurut dunia, kalau susah tercapapi, tapi tercapai, berarti hebat orangnya. padahal secara statistika, tidaklah demikian, karena ada yang namanya bell curve distribution. tail risk itu selalu terjadi bagi mereka yang mau kejar 1% itu. Padahal cukup diam jadi average, sudah hidup tenang.
Ini memang masalah manusia, dengan imajinasinya. dan ini masalah yang sangatlah tidak mudah. Karena memang standar manusia itu terus meningkat, sampai akhirnya di distribusi kebutuhan, ia butuh aktualisasi diri.
Hanya memang, bukan berarti manusia harusnya tidak mengingingkan apa-apa. Hanya kalau di buku psychology of money, kita harus belajar untuk lebih tenang. Bijak maksudnya, untuk belajar kapan harusnya sudah berhenti dan benar-benar pensiun.