Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan empat saham dari papan pemantauan khusus sehingga tidak lagi diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Keempat saham tersebut adalah PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), dan PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), dengan perubahan efektif mulai 11 Februari 2026.
Saham NATO hingga SPRE sebelumnya masuk papan FCA karena memenuhi kriteria 10, yakni terkena suspensi lebih dari satu hari akibat aktivitas perdagangan. Setelah berada sekitar sepekan di papan tersebut, BEI memutuskan untuk mengeluarkannya seiring evaluasi lanjutan terhadap kondisi perdagangan masing-masing saham.
Keempat saham ini sempat menjadi sorotan karena volatilitas harga yang tinggi. Saham NATO melonjak lebih dari 500% dalam tiga bulan terakhir di tengah sentimen pergantian pemegang saham pengendali. Sementara itu, saham SPRE juga sempat melesat sebelum terkoreksi, seiring isu rencana pergantian pengendali yang akhirnya dibatalkan oleh calon pengendali baru, dengan pemilik lama tetap mempertahankan status pengendali.
Sumber: IDX Channel
$NATO $MGNA $MKAP
