Sedikit ulasan mengenai $WIIM
Ulasan Kinerja Keuangan (9 Bulan 2025)
Secara umum, WIIM mencatatkan kinerja yang sangat solid dengan pertumbuhan double digit baik dari sisi pendapatan (top line) maupun laba bersih (bottom line). Strategi manajemen untuk memprioritaskan pangsa pasar (market share) melalui produk terjangkau terbukti berhasil menarik volume penjualan yang besar.
A. Pendapatan (Revenue)
Realisasi: Pendapatan neto WIIM tercatat sebesar Rp 4,61 triliun, melonjak tajam sekitar 34,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp 3,43 triliun.
Pendorong Utama:
1. Sigaret Kretek Mesin (SKM): Segmen ini tumbuh masif menjadi Rp 2,89 triliun (dari Rp 1,95 triliun). Ini menunjukkan kesuksesan produk-produk SKM Tier 2 WIIM (seperti lini Diplomat) yang menyasar segmen harga menengah-bawah.
2. Filter: Penjualan filter juga tumbuh signifikan menjadi Rp 1,04 triliun (dari Rp 774 miliar), didorong oleh peningkatan volume dan akuisisi pelanggan eksternal baru.
3. Sigaret Kretek Tangan (SKT): Stabil dengan sedikit kenaikan menjadi Rp 645,9 miliar.
B. Pengeluaran (Expenses)
Beban Pokok Penjualan (COGS): Meningkat menjadi Rp 3,60 triliun, naik seiring dengan lonjakan volume produksi. Komponen terbesar adalah Pita Cukai yang mencapai Rp 2,06 triliun.
Beban Usaha: Naik menjadi Rp 620,9 miliar (sebelumnya Rp 514,8 miliar). Kenaikan ini didorong oleh strategi agresif perusahaan dalam promosi dan iklan (naik menjadi Rp 176 miliar) untuk menjaga visibilitas produk di tengah persaingan ketat.
Beban CSR: Terdapat beban CSR yang cukup besar dan tidak biasa di tahun ini sebesar Rp 18,2 miliar, yang dialokasikan untuk pembangunan gedung Ditreskrimsus Polda Jatim.
C. Laba (Profitability)
Laba Bruto: Meskipun beban naik, volume penjualan yang tinggi berhasil mengerek laba bruto menjadi Rp 1,00 triliun, naik dari Rp 774 miliar.
Laba Bersih: Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 284,96 miliar, tumbuh 37,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp 207,5 miliar).
Analisis: Kenaikan laba bersih yang sejalan dengan kenaikan pendapatan menunjukkan bahwa meskipun margin per batang mungkin tertekan karena strategi harga kompetitif, profit mass secara total meningkat drastis karena volume yang terjual jauh lebih banyak.