MATA BURAM DI SIKLUS ULAR GANTI KULIT PRODIA (PART 2) --
OTOT DIGITAL VS OLA DOC
Udahan dulu lemes2nya, laba2 yang tergerus untuk menjadi pelumas (biaya IT dan marketing), dan pembukaan 63 gerai baru (biaya staf, kantor, dll). Untuk apa?
Hipotesa awal:
Prodia ingin bersentuhan langsung dengan anda (hehe, kaya marketing prodia)
Transformasi omnichannel yang dilakukan prodia, tentu akan memutus gaya lama untuk pergi ke lab. Pemeriksaan. Dulu nya kita mau periksa mesti bawa surat dokter, atau waktu sakit aja kita baru cek darah (seperti saya).
Tentu, Aplikasi UbyProdia mestinya bukan buat gaya2 an. Biaya IT yang dikeluarkan meningkat dari 29M-59M untuk pemeliharan , langganan cloud. Mungkin ada anak IT yang ngerti, boleh cerita. Jangan2 itu amortisasi? Bukan.. total biaya pengembangannya 114,9 M, dan tahun 2025 bebannya naik ke 58,3M.
Pelumas lain untuk transisi ini juga terlihat di biaya pemasaran yang naik 8M. (ada di gambar, beserta screenshot). Yang bikin kaget juga, home service charge 125K, masih ditanggung oleh Prodia.. hehe, nampaknya gerai2 yang dibuka banyak.. juga dimaksudkan untuk aktivasi wilayah untuk dijadikan hub fasilitas prodia.
Dipikir2, mahal juga harga yang mesti dibayarkan. digital dan gerai barunya sama2 menambah beban.
Coba kalau kita bandingkan dengan oladoc (halodoc) sekarang.
Nama usaha == Halodoc / UbyProdia
Model Bisnis == Marketplace / Omnichannel
Jumlah User == 20juta user / 1,5 juta user
Gerai == 4900 (mitra apotek) / 384 gerai
Sumber pendanaan == VC (Astra 900M) / internal
Kalau dibayangkan halodoc seperti Pasar Gedhe yang ada di solo. Ramai pengunjung, varian yang dijual banyak, dari kopi, sayur, buah, panci, apalagi kalau malam kadang2 ada show music di lantai 2. Ubyprodia itu bisa digambarkan seperti Batik Keris di solo. Sekali klik Ubyprodia, mungkin transaksinya bisa jutaan. Hahaha
Margin profit prodia membaik kalau dilihat dalam jangka 5 tahunan. Di tengah2 masa sekarang, muncul banyak lab2 diagnosa, bahkan rumah sakit sendiri memiliki lab nya sendiri. Aplikasi sendiri bisa dibilang akan menggeser paradigma “cek darah saat sakit” menjadi kebutuhan “lifestyle”. Itu yang bisa saya tangkap dari transformasi prodia, untuk menjadi perusahaan yang marketbase. Tidak lagi B2B atau mengandalkan referral.
Ada pepatah yang mengatakan bila tidak bisa dikalahkan, jadikan musuhmu temanmu.. hahaha, jadi bila di digitalisasi terasa berat sekali (meski sekarang masih ringan sekali untuk ukuran $PRDA), digandeng saja traffic besar oladoc. Tapi saya yakin Prodia akan “lawan”, beliau pernah menghadapi masa2 dengan bottom line 5%. Hahaha,
Pertanyaannya? Apakah ular yang akan ganti kulit akan jadi “ular naga” yang menguasai pasar retail kesehatan. Kita bahas di postingan berikutnya, apakah harga yang kita bayar, sebanding dengan project masa depan ini?
Niat menikah mencari penghulu, Sambil setor DP buat dekorasi.
Izin bedah $KAEF -nya dulu, Baru kita lanjut valuasi
1/3


