imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

📌UPDATE PANTAUAN TERBARU SESI 2 HAR INI.!

Teruntuk saham $OASA bagi yang sedang HOLD atau yg akan BUY❕

Mari kita lihat beberapa opsi di bawah ini:

Market Structure
Kondisi saat ini berada dalam fase STRONG UPTREND. Harga > EMA20 > VWAP > POC menunjukkan dominasi buyer yang sangat kuat dengan momentum yang terjaga.

OASA baru saja menunjukkan taringnya dengan menembus ke atas 'Batas Suci' (EMA20) di Rp 384. Saat ini harga bertengger di Rp 394, yang berarti sudah berada di atas Tembok Beton (POC) Rp 386 dan harga rata-rata institusi (VWAP) di Rp 375. Secara struktur, ini adalah konfirmasi pembalikan arah yang sangat solid karena harga berhasil bertahan di atas semua level krusial tersebut.

Bandarmology Insight
Ada pergerakan 'Big Money' yang sangat rapi di sini. Broker HD dan CP (Asing) terpantau melakukan akumulasi besar dengan total sekitar Rp 8.44 miliar di harga rata-rata Rp 388. Ditambah lagi, AK (UBS) juga ikut masuk sebesar Rp 1.67 miliar. Sementara yang jualan didominasi broker lokal (II dan TS). Ini adalah skenario ideal: barang berpindah dari lokal ke tangan institusi/asing.

✅Verdict
BULLISH
Confidence: 85%

Primary Driver: Breakout harga di atas EMA20 dan POC yang didukung oleh akumulasi masif dari broker asing dan institusi (HD, CP, AK).

✅Trading Plan
BUY
For Cash Holders
Boleh cicil masuk atau 'Hajar Kanan' sebagian. Jika ada koreksi halus ke arah POC, itu adalah kesempatan emas untuk tambah muatan.

🔰Entry Zone: Rp 386 - Rp 394

Reason: Area ini merupakan bantalan support kuat (POC & EMA20) sekaligus zona rata-rata beli para big player hari ini.

For Stock Holders
Hold dan biarkan profit berlari (Let your profit run). Tren sedang kuat, jangan buru-buru jualan selama harga tidak patah di bawah batas suci.

🔰Stop Loss: Rp 380

🔰Exit Target: Rp 430 - Rp 450

$WIFI $CGAS

#JANGAN LUPA LIKE & FOLLOW UNTUK ANALISA² BERIKUT NYA🙌
#Disclaimer yh
#SEMOGA BERMANFAAT & MEMBANTU ANALISA KALIAN!

Read more...
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy