Kesimpulan tanya-jawab (media Q&A) antara Tim KONTAN dengan Agus Salim Pangestu (Presiden Direktur $BRPT) untuk merespons ramainya isu MSCI soal free float & label “concentrated ownership”. Jawaban No. 4 & 6 BAGUS
Sumber : https://cutt.ly/Etnb2N2j
1) Soal dampak isu MSCI & label “concentrated ownership”
• Keputusan masuk/keluar indeks berada di luar kontrol emiten.
• Fokus perusahaan tetap pada pertumbuhan bisnis jangka panjang.
• Struktur kepemilikan tidak berubah signifikan sejak listing.
• Total pemegang saham publik grup Barito >400 ribu, banyak didominasi investor ritel.
2) Pandangan soal free float yang dianggap kecil
• Semua emiten grup sudah memenuhi aturan free float yang berlaku.
• Manajemen menunggu detail regulasi baru sebelum mengambil langkah.
• Peningkatan free float harus mempertimbangkan kemampuan pasar menyerap saham.
3) Tantangan penyerapan jika free float dinaikkan
• Contoh: valuasi Rp100 triliun → 10% free float berarti Rp10 triliun harus diserap pasar.
• Total dana IPO seluruh emiten tahun 2025 hanya sekitar Rp18 triliun.
• IPO terbesar satu perusahaan sekitar Rp4,7 triliun.
• Jika free float minimum naik ke 15%, perlu waktu bagi pasar untuk menyerap.
4) Tanggapan soal valuasi yang dianggap mahal
• Grup Barito sedang dalam fase pertumbuhan tinggi dan ekspansif.
• Transformasi bisnis 20 tahun: dari kayu → energi, petrokimia, infrastruktur, properti.
• Revenue meningkat sekitar 5 kali dalam 5 tahun.
• Valuasi didasarkan pada strategi jangka panjang dan benchmark investor strategis.
• Investor diingatkan bahwa investasi di grup ini berorientasi jangka panjang.
5) Sumber pendanaan ekspansi
• Total capex 5 tahun terakhir sekitar US$5 miliar, 90% di Indonesia.
• Struktur pendanaan:
• 30% ekuitas (5% publik, 25% investor strategis).
• 70% utang (bank internasional, domestik, dan obligasi).
6) Tanggapan soal isu “saham gorengan”
• “Gorengan” lebih tepat untuk praktik pump and dump.
• Perusahaan dengan kinerja operasional tumbuh dan strategi jelas tidak bisa langsung disebut gorengan.
• Valuasi tinggi bisa terjadi pada perusahaan dengan prospek pertumbuhan besar, seperti di pasar AS.
7) Rencana korporasi ke depan
• Chandra Asri: integrasi pasca akuisisi Aster Chemical dan SPBU Esso Singapura.
• Barito Renewables: pengembangan proyek geothermal dan angin.
• Griya Idola: pengembangan kawasan industri Patimban.
• Fokus beberapa tahun ke depan adalah realisasi ekspansi tersebut.
8) Peran swasta dalam target pertumbuhan ekonomi 8%
• Grup Barito mendukung melalui investasi domestik.
• Fokus pada penciptaan lapangan kerja, substitusi impor, penguatan ekosistem industri, dan ketahanan energi.
Pak Prayogo Pangestu sendiri punya 3 Anak
1. Agus Salim Pangestu (L) – putra pertama, sekarang Presiden Direktur / CEO Barito Pacific. (Diyakini sebagai suksesor group Barito kedepan)
2. Baritono Pangestu (L) – vice president director / anggota direksi di Chandra Asri (TPIA) dan komisaris di Petrindo Jaya Kreasi (CUAN)
3. Nancy Pangestu – Pengendali Green Era Energy Pte Ltd, pemegang saham 2,9% BREN
$SINI $CUAN