imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Saya bearish coal2an

Harga coal sedang naik, ATH 1 tahun terakhir. Tapi masih jauh bgt dari harga wkt tahun 2022, sampai $400 segala. Kenaikan kemungkinan dipicu rencana Indonesia membatasi export coal.
Menurut saya kenaikan harga akibat pembatasan produksi bukan pertanda bisnis yg bagus. Kalau kita sampai harus membatasi produksi agar harga naik, kan itu berarti demand nya nggak ada. Mana hari ini keluar berita China mungkin akan naikkan produksi utk tutupi pembatasan ekspor Indonesia.
IEA bilang setelah ini permintaan listrik akan meledak, dipicu kebutuhan data center. Tapi terutama akan dipenuhi dengan EBT. Lalu nuklir. Coal sudah peak, artinya setelah ini akan turun terus. Berita lengkap di sini https://cutt.ly/FtnvER9S

Poin2 penting:
- At a moment of significant uncertainty across energy markets, one certainty is that global electricity demand is growing much more strongly than it did over the past decade
- In this Age of Electricity, the increase in global power consumption through 2030 is set to be equivalent to adding more than two European Unions.
- IEA expects half of the worlds electricity to come from renewables and nuclear by 2030, with total generation from renewables overtaking coal
- the bulk of new generation comes from solar, followed by wind, and then gas
- The IEA expects coal-fired output to continue contracting by 0.9 per cent on average annually through the remainder of the decade 🥶
- Coals position in Chinas energy mix is expected to continue declining through 2030 due to continued increases in renewable and nuclear power generation. Similarly, the IEA forecasts coal will decline in both the European Union and the United States through to 2030. 🥶

Fix coal sunset? Belum tentu juga. Yg fix adalah kebutuhan listrik akan meledak. Proyeksinya dipenuhi oleh EBT dan nuklir. Coal bye2 aja. Tapi EBT juga ada masalahnya sendiri. Bahan baku utk EBT (tembaga, aluminium, nickel, timah, dll) sudah naik banyak. Berarti ongkos bakal mahal. Nuklir juga masalah keamanan. Eropa dulu pakai nuklir, tapi terus pindah ke gas karena masalah keamanan. Listrik kalau nggak bisa dipenuhi EBT dan nuklir, akan balik lagi ke coal. Tapi ini skenario probabilitas kecil. Yg skenario utama masih yg EBT.

EBT terutama dari matahari. berarti perlu panel surya. Berarti perlu pasir kuarsa. Ada bbrp emiten pasir kuarsa. Ini sy baru baca2 sekilas, jadi mungkin insight berikut blm betul2 akurat. Yg saya tangkap adalah pasir kuarsa Indo sekarang baru utk industri kaca. kalau cuma utk buat kaca ya harganya murah. Bakal menarik kalau sudah bisa utk panel surya. Produksi panel surya itu susah bgt. High tech. Di Indo blm ada. Nanti kalau sudah ada, pasir kuarsa bakal manggung.

DYOR, Semoga bermanfaat 🙂

$AADI $PTBA $IFSH

Read more...

1/2

testes
2013-2026 Stockbit ·About·ContactHelp·House Rules·Terms·Privacy