IHSG hari ini lebih condong bullish secara headline: ada narasi “berpotensi naik bila break 8.150” dan juga “IHSG ngebut”. Tapi ini masih kategori rebound bukan validasi tren baru, karena syarat utamanya adalah break yang clean dan bertahan, bukan sekadar spike intraday yang gampang dibalikin.
Kalau dilihat dari aliran dana, data net buy & sell menunjukkan tekanan jual dari pelaku asing masih dominan, terutama di saham-saham besar dan likuid. Namun di saat yang sama, terlihat jelas ada penyerapan dari pelaku domestik di beberapa saham tertentu. Kombinasi ini menjelaskan kenapa indeks kemarin bisa naik meski asing jual: naiknya lebih karena “ditahan dan dirotasi”, bukan karena arus dana baru yang agresif. Dalam kondisi seperti ini, kenaikan sering terasa cepat tapi rapuh, apalagi jika area resistance besar belum benar-benar dilewati.
Lingkungan global juga memberi konteks: minyak relatif stabil tapi isu AS–Iran menjaga volatilitas, sementara emas memang terkoreksi namun tetap bertahan di level tinggi — tanda mode defensif belum sepenuhnya hilang. Artinya, kalau IHSG naik hari ini, peluang terbaik biasanya ada pada saham yang ditampung rapi dan bergerak sehat, bukan pada saham yang sedang jadi lokasi pelepasan barang. Biasnya jadi jelas: bullish selektif, bukan bullish merata.
Soal pertemuan Prabowo dengan para konglomerat, ini menarik sebagai sinyal komunikasi dan stabilitas jangka menengah, tapi pasar biasanya tidak langsung “bayar di depan”. Dampaknya baru terasa kalau obrolan berubah jadi kebijakan, proyek, atau arah ekonomi yang konkret.
Menurut kalian, pertemuan seperti ini lebih sering jadi sentimen penenang sementara, atau justru awal dari rotasi besar di market❓🤔
Random Tag : $IHSG $LQ45 $IDXQ30
