imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

Kabupaten Badung: Tempat Perang Menara Terbesar di IHSG

Di bisnis menara telekomunikasi, saham $BALI dan Kabupaten Badung itu seperti sedang melawan dunia. Entah apa istimewanya Kabupaten Badung hingga diperebutkan oleh berbagai perusahaan menara di Indonesia. Dunia versi menara itu sederhana, lokasi premium selalu jadi medan perebutan karena trafik tinggi berarti kebutuhan kapasitas tinggi, dan kapasitas butuh titik jaringan. Badung juga bukan sekadar kabupaten, ini etalase pariwisata global, jadi estetika, tata-ruang, dan kontrol infrastruktur biasanya jauh lebih ketat dibanding daerah biasa. Saat kontrol ketat ketemu bisnis yang butuh kepastian izin, lahirlah satu hal yang paling bikin emiten besar kepanasan, akses pasar yang dikunci lewat pintu regulasi. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Kuncinya ada di kontrak eksklusif yang sudah hidup sejak 2007. BALI menang lelang infrastruktur menara terpadu berdasarkan Keputusan Bupati Badung Nomor 652/02/HK/2007, lalu dikunci lagi oleh perjanjian kerja sama 20 tahun yang efektif 7 Mei 2007 sampai 7 Mei 2027. Artinya, pada titik laporan 30 September 2025, perjanjian itu sudah berjalan 18 tahun 4 bulan 23 hari, dan masih menyisakan 1 tahun 7 bulan 7 hari. Ini bukan sekadar kerja sama, ini model konsesi, satu pihak jadi gerbang. Dalam model seperti ini, siapa pun yang mau main di area tersebut biasanya harus menyesuaikan diri pada desain Pemkab dan kanal yang sudah ditetapkan, dan itu yang membuat wilayahnya seperti benteng. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Lalu masuk gelombang gugatan 2023. Ada tiga blok besar yang mencoba mendobrak benteng lewat PTUN Denpasar, $MTEL lewat Perkara No. 9/G/2023/PTUN.DPS, geng TOWR lewat Protelindo Perkara No. 18/G/2023/PTUN.DPS dan iForte Perkara No. 19/G/2023/PTUN.DPS, lalu geng CENT lewat CMI dan EMA Perkara No. 28/G/2023/PTUN.DPS. Polanya juga konsisten, Pemkab Badung jadi Tergugat I, BALI muncul sebagai Tergugat II Intervensi untuk membela posisi konsesi. Secara bisnis, ini bukan sekadar debat izin, ini perebutan hak untuk menempatkan infrastruktur di lokasi yang dianggap paling bernilai, dan perebutannya terjadi saat kontrak eksklusif masih berlaku.

Yang menarik adalah arah putusan pada akhirnya memberi sinyal besar soal siapa yang punya posisi paling kuat. MTEL sempat menang di tingkat bawah, tetapi Mahkamah Agung (MA) membatalkan putusan yang menguntungkan MTEL, lalu MTEL mencabut Peninjauan Kembali (PK) pada Februari 2025, itu semacam pengakuan bahwa jalurnya mentok. Gugatan CENT bahkan tidak diterima sejak awal, dan kasasinya ditolak MA pada 9 Desember 2024, lalu tidak ada catatan PK lanjutan. Di kubu TOWR, Protelindo sempat berada di fase yang tidak menguntungkan BALI, tetapi pada 12 Agustus 2025 MA menerima permohonan PK dari BALI atau Pemkab Badung terkait perkara Protelindo, ini titik balik yang mempertegas pertahanan konsesi. Yang masih menggantung adalah iForte, karena masih dalam proses mengajukan PK, jadi ini satu-satunya pintu yang masih terbuka dari blok penggugat besar.

Kalau dibaca dari kacamata strategi, masing-masing geng itu sebenarnya sedang mencoba hal yang berbeda. BALI bermain sebagai pemegang konsesi, jadi kekuatannya bukan cuma tower, tapi posisi sebagai penghubung antara aturan daerah dan kebutuhan operator. MTEL datang sebagai raksasa dengan skala fisik nasional dan kemampuan sewa silang, jadi targetnya wajar kalau ingin akses langsung tanpa perantara. TOWR lewat Protelindo dan iForte punya motif yang sangat masuk akal, mereka punya mesin konsolidasi dan jaringan produk, sehingga wilayah premium seperti Badung terasa terlalu mahal jika harus lewat kanal eksklusif. CENT punya masalah yang lebih sensitif, saat finansial tertekan, akses lokasi premium jadi makin penting, tetapi biaya dan struktur pendanaan membuat ruang manuvernya lebih sempit. TBIG, GOLD, GHON tidak tercatat menggugat pada periode ini, dan itu sendiri bisa dibaca sebagai pilihan fokus, entah karena portofolionya sudah cukup lewat jalur lain, atau karena mereka memilih bertarung di medan yang tidak setegang Badung. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Trend besarnya bukan cuma soal siapa menang perkara, tapi perubahan bentuk persaingan. Dulu perang menara itu banyak terjadi di lapangan, siapa cepat bangun, siapa cepat dapat tenant. Di Badung, perang berubah jadi perang gerbang, siapa pegang kunci izin dan arsitektur jaringan. Skala wilayahnya mungkin tidak sebesar provinsi lain, tapi skala nilainya bisa besar karena densitas trafik, kebutuhan kualitas layanan, dan tuntutan estetika wilayah wisata. Dunia telekomunikasi global juga lagi bergerak ke arah densifikasi, lebih banyak titik jaringan, lebih banyak kolokasi, lebih banyak integrasi fiber dan small cell, dan semua itu membuat daerah seperti Badung makin strategis. Jadi wajar kalau banyak pihak merasa Badung itu seperti hadiah, tetapi karena hadiah itu dijaga kontrak, satu-satunya cara merobohkan pagar adalah lewat pengadilan.

Buat investor, ini berubah jadi peta risiko dan peta peluang yang sangat konkret. Untuk BALI, konsesi sampai 7 Mei 2027 adalah moat berbasis regulasi, tetapi moat seperti ini punya dua sisi, perlindungan, sekaligus ketergantungan pada kelanjutan kebijakan dan reputasi kemitraan. Untuk MTEL dan geng TOWR, kekalahan beruntun di MA memberi sinyal bahwa akses langsung akan sulit sampai ada perubahan desain kebijakan, sehingga opsi realistisnya adalah beroperasi lewat skema yang kompatibel dengan aturan daerah, atau menunggu momentum pasca-2027. Untuk CENT, kekalahan cepat dan tidak ada lanjutan membuat narasinya makin sempit, harus menang di tempat lain, atau memperbaiki struktur bisnis, bukan berharap Badung jadi penyelamat. Untuk industri, kasus Badung ini jadi contoh nyata bahwa menara bukan hanya bisnis aset, ini bisnis izin, kontrak, dan kestabilan relasi, dan investor yang mengabaikan faktor itu biasanya baru sadar saat sengketa sudah memakan waktu bertahun-tahun.

• šŸŒ Badung itu lokasi premium, premium selalu diperebutkan
ā—¦ šŸ“¶ Trafik tinggi butuh densifikasi jaringan
ā—¦ šŸŽ­ Wilayah wisata butuh kontrol estetika dan izin ketat

• šŸ° Modelnya konsesi, bukan kompetisi bebas
ā—¦ 🧾 Kontrak 20 tahun 7 Mei 2007 sampai 7 Mei 2027
ā—¦ ā³ Sisa per 30 September 2025 sekitar 1 tahun 7 bulan 7 hari
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

āš–ļø Perkara 2023 sampai 2025
• šŸ›ļø MTEL vs Pemkab Badung
ā—¦ šŸ“„ Perkara 9/G/2023/PTUN.DPS
ā—¦ 🧨 Menang di bawah, kalah di MA
ā—¦ 🧷 PK dicabut Februari 2025

• šŸ—ļø Protelindo TOWR vs Pemkab Badung
ā—¦ šŸ“„ Perkara 18/G/2023/PTUN.DPS
ā—¦ šŸ” PK BALI atau Pemkab diterima MA 12 Agustus 2025

• 🧩 iForte TOWR vs Pemkab Badung
ā—¦ šŸ“„ Perkara 19/G/2023/PTUN.DPS
ā—¦ šŸ•³ļø Status masih proses PK

• šŸŒ Centratama CMI dan EMA vs Pemkab Badung
ā—¦ šŸ“„ Perkara 28/G/2023/PTUN.DPS
ā—¦ 🧯 Tidak diterima di PTUN
ā—¦ 🧱 Kasasi ditolak MA 9 Desember 2024

šŸ›”ļø Peran BALI di semua gugatan
• šŸ§‘ā€āš–ļø Tergugat II Intervensi
ā—¦ 🧷 Membela Pemkab Badung
ā—¦ šŸ”’ Membela konsesi eksklusif

šŸ“ Statistik yang paling berbicara
• 🧮 4 blok perkara besar tercatat
ā—¦ 🦣 3 raksasa penggugat utama MTEL, TOWR, CENT
ā—¦ šŸ›ļø 1 pola putusan menguatkan Pemkab Badung dan BALI
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

🧩 Keunggulan vs kelemahan tiap pihak
• šŸļø BALI
ā—¦ āœ… Moat regulasi sampai 7 Mei 2027
ā—¦ āš ļø Risiko kelanjutan pasca-2027 dan biaya sengketa

• šŸ›ļø Pemkab Badung
ā—¦ āœ… Kontrol tata-ruang dan desain jaringan
ā—¦ āš ļø Tekanan industri untuk membuka kompetisi

• šŸ“” MTEL
ā—¦ āœ… Skala nasional dan kemampuan sewa silang
ā—¦ āš ļø Jalur litigasi mentok, harus adaptif terhadap gerbang lokal

• šŸ—ļø TOWR lewat Protelindo dan iForte
ā—¦ āœ… Mesin eksekusi dan produk jaringan kuat
ā—¦ āš ļø Akses Badung belum tembus, iForte masih menggantung

• šŸŒ CENT
ā—¦ āœ… Potensi dukungan grup global
ā—¦ āš ļø Ruang gerak hukum sempit, fokus harus pindah ke perbaikan inti bisnis
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

šŸ”­ Potensi skenario sampai 7 Mei 2027
• 🧱 Status quo bertahan
ā—¦ šŸļø BALI tetap jadi gerbang dominan

• 🪟 Celah terbuka jika PK iForte berbalik
ā—¦ 🧭 Risiko desain izin berubah
ā—¦ šŸ“‰ Moat BALI bisa tergerus lebih cepat

• šŸ”„ Fase pasca-2027 jadi titik klimaks
ā—¦ šŸ—³ļø Negosiasi ulang, perpanjangan, atau desain baru
ā—¦ šŸŽÆ Ini momen yang paling relevan untuk re-rating persepsi risiko

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/3

testestes
2013-2026 Stockbit Ā·AboutĀ·ContactHelpĀ·House RulesĀ·TermsĀ·Privacy