imageProfile
Potential Junk
Potential Spam

$TBIG vs $TOWR vs $MTEL Mana Perusahaan Menara Terbaik di IHSG?

TBIG dan MTEL adalah perusahaan menara yang unik. Di atas kertas, bisnis menara itu kelihatan seperti mesin sewa yang tenang, kontraknya panjang, penyewa cenderung nempel, lalu laba mengalir. Tapi justru karena terlihat tenang, pasar sering lengah, penentu nilai sebenarnya ada di tiga hal yang kadang tidak terlihat dari headline, seberapa produktif asetnya, seberapa berat beban pendanaannya, dan seberapa kuat penyewa utamanya. Angka interim per 30 September 2025 bikin peta industrinya kebuka lebar, siapa yang paling besar infrastrukturnya, siapa yang paling tajam menghasilkan laba, dan siapa yang masih kebakar biaya. Kalau investor membacanya pakai kacamata arus kas masa depan, kesimpulannya bisa beda jauh dibanding sekadar menilai pergerakan harga harian. External Comunity Pintar Nyangkut di Telegram dengan Kode External Community menggunakan kode: A38138 https://stockbit.com/post/13223345

Dari sisi ukuran infrastruktur, panggungnya jelas dikuasai tiga nama. TOWR paling besar dengan total aset Rp78,29 triliun, lalu MTEL Rp58,05 triliun, lalu TBIG Rp44,72 triliun. Setelah itu ada CENT Rp27,37 triliun, lalu SUPR Rp10,04 triliun, BALI Rp6,33 triliun, IBST Rp4,24 triliun, dan GHON Rp1,39 triliun. Ini penting karena di bisnis menara, aset bukan sekadar angka neraca, ini mencerminkan kapasitas jaringan, jangkauan lokasi, dan ruang untuk menambah tenancy di menara yang sama. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Kalau ukuran digeser ke produktivitas aset, gambarnya jadi lebih menarik. Rasio pendapatan terhadap aset untuk 9 bulan 2025 menunjukkan siapa yang paling cepat memutar infrastrukturnya jadi uang. Yang tinggi ada IBST 14,89%, BALI 14,56%, SUPR 13,59%. Di sisi raksasa, TOWR 12,37%, MTEL 11,85%, TBIG 11,55%, GHON 11,53%. Yang paling rendah jauh adalah CENT 6,89%, ini sinyal sederhana bahwa kapasitas asetnya besar tapi monetisasinya belum sepadan, entah karena utilisasi belum optimal, struktur kontrak, atau beban yang menggerus.

Lalu masuk ke kualitas laba bersih, di sinilah beda karakter tiap emiten kelihatan telanjang tanpa perlu asumsi macam-macam. SUPR mencetak margin laba bersih 68,65%, itu luar biasa tinggi untuk ukuran bisnis infrastruktur dan biasanya berarti utilisasi kuat dan struktur biaya relatif rapi. IBST 42,31% dan GHON 36,90% juga tinggi, TOWR 26,36%, MTEL 22,41%, TBIG 22,25% menunjukkan raksasa tetap sehat tapi marginnya lebih moderat karena kompleksitas grup dan struktur pendanaan. BALI 15,05% masih positif namun lebih tipis. CENT yang paling mengkhawatirkan karena marginnya -78,14%, artinya dari pendapatan Rp1,88 triliun justru keluar rugi Rp1,47 triliun, masalahnya bukan di omzet, tapi di beban yang menelan semuanya.

Kalau dibandingkan 2024 ke 2025, arah pergerakan industrinya mayoritas datar, tapi ada beberapa yang mencolok. Dari sisi pendapatan, yang paling ngebut BALI naik 22,16% dari Rp0,75 triliun ke Rp0,92 triliun, sementara raksasa relatif stabil, TOWR naik 2,52% ke Rp9,69 triliun, TBIG naik 0,70% ke Rp5,16 triliun, MTEL turun tipis -0,16% ke Rp6,88 triliun. SUPR turun tipis -0,25%, IBST turun -1,45%, GHON turun -0,79%, CENT naik 3,01% ke Rp1,88 triliun. Dari sisi aset, yang tumbuh paling tebal BALI naik 7,50% ke Rp6,33 triliun, TBIG naik 2,85% ke Rp44,72 triliun, TOWR naik 0,60% ke Rp78,29 triliun, sementara MTEL turun tipis -0,16%, IBST turun -4,09%, GHON turun -2,91%. Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Bagian laba bersih memberi cerita yang lebih tegas tentang keunggulan, kelemahan, dan potensi. BALI laba naik 32,17% menjadi Rp0,14 triliun, SUPR naik 26,01% menjadi Rp0,94 triliun, TOWR naik 3,05% menjadi Rp2,55 triliun, MTEL naik 0,61% menjadi Rp1,54 triliun, GHON naik 2,08% menjadi Rp0,06 triliun. TBIG justru turun -4,96% menjadi Rp1,15 triliun walau pendapatan naik tipis, jadi ada tekanan biaya, struktur bunga, atau faktor non-operasional yang perlu dicek lebih detail. CENT rugi membesar 88,23% menjadi -Rp1,47 triliun, ini bukan sekadar jelek, tapi sinyal bahwa pembenahan wajib terjadi di sisi pendanaan dan efisiensi. IBST yang paling dramatis, dari rugi -Rp1,98 triliun di 9 bulan 2024 menjadi laba Rp0,27 triliun di 9 bulan 2025, perubahan bersihnya sekitar Rp2,25 triliun, ini definisi turnaround.

Kenapa TBIG dan MTEL disebut unik, karena keduanya berada di kelas raksasa tapi gaya mainnya beda. MTEL terlihat sangat stabil, aset dan pendapatan hampir tidak bergerak, tapi tetap menjaga laba naik tipis, ini tipikal bisnis yang sudah matang dengan penyewa inti yang kuat dan ritme ekspansi yang terukur. TBIG lebih agresif di sisi aset yang naik 2,85%, pendapatan ikut naik, tapi laba turun 4,96%, jadi pasar perlu melihat apa yang sedang dibayar untuk ekspansi itu, apakah beban bunga, biaya integrasi, atau struktur kontrak baru yang marginnya lebih tipis di fase awal. Di atas keduanya, TOWR memimpin ukuran dan laba, produktivitas aset juga solid, sehingga posisinya lebih seperti payung industri, selama manajemen bisa menjaga disiplin pendanaan.

馃煝 Aset Menara
馃煝 TOWR Rp78,29 triliun
馃煝 MTEL Rp58,05 triliun
馃煝 TBIG Rp44,72 triliun
馃煛 CENT Rp27,37 triliun
馃煛 SUPR Rp10,04 triliun
馃煛 BALI Rp6,33 triliun
馃煛 IBST Rp4,24 triliun
馃煛 GHON Rp1,39 triliun
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

馃煝 Revenue LK Q3 2025
馃煝 TOWR Rp9,69 triliun
馃煝 MTEL Rp6,88 triliun
馃煝 TBIG Rp5,16 triliun
馃煛 CENT Rp1,88 triliun
馃煛 SUPR Rp1,36 triliun
馃煛 BALI Rp0,92 triliun
馃煛 IBST Rp0,63 triliun
馃煛 GHON Rp0,16 triliun

馃煝 Laba Q3 2025
馃煝 TOWR Rp2,55 triliun
馃煝 MTEL Rp1,54 triliun
馃煝 TBIG Rp1,15 triliun
馃煝 SUPR Rp0,94 triliun
馃煝 IBST Rp0,27 triliun
馃煝 BALI Rp0,14 triliun
馃煝 GHON Rp0,06 triliun
馃敶 CENT -Rp1,47 triliun
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

馃煝 Yang paling efisien di margin laba bersih LK Q3 2025
馃煝 SUPR 68,65%
馃煝 IBST 42,31%
馃煝 GHON 36,90%
馃煝 TOWR 26,36%
馃煛 MTEL 22,41%
馃煛 TBIG 22,25%
馃煛 BALI 15,05%
馃敶 CENT -78,14%

馃煝 Yang paling mencolok pergerakan 2024 ke 2025
馃煝 BALI pendapatan naik 22,16%, laba naik 32,17%
馃煝 SUPR laba naik 26,01% walau pendapatan turun tipis -0,25%
馃煝 IBST turnaround dari rugi -Rp1,98 triliun jadi laba Rp0,27 triliun
馃煛 TBIG aset naik 2,85% tapi laba turun -4,96%
馃敶 CENT pendapatan naik 3,01% tapi rugi membesar 88,23%
Upgrade Skill https://cutt.ly/Ve3nZHZf

Ini bukan rekomendasi jual dan beli saham. Keputusan ada di tangan masing-masing investor.

Untuk diskusi lebih lanjut bisa lewat External Community Pintar Nyangkut di Telegram dengan mendaftarkan diri ke External Community menggunakan kode: A38138
Link Panduan https://stockbit.com/post/13223345

Kunjungi Insight Pintar Nyangkut di sini https://cutt.ly/ne0pqmLm

Sedangkan untuk rekomendasi belajar saham bisa cek di sini https://cutt.ly/Ve3nZHZf
https://cutt.ly/ge3LaGFx

Toko Kaos Pintar Nyangkut https://cutt.ly/XruoaWRW

Disclaimer: http://bit.ly/3RznNpU

Read more...

1/7

testestestestestestes
2013-2026 Stockbit 路AboutContactHelpHouse RulesTermsPrivacy