PTBA Cetak Penjualan Tertinggi Sepanjang Masa! Harga Batubara Masih Jadi Tantangan?
PTBA sepanjang tahun 2025 berhasil mencatatkan volume penjualan tertinggi sepanjang masa, yang mencapai 45,4 juta ton, dimana ada kenaikan 5,8% jika dibandingkan tahun 2024.
Dari sisi produksi & pembelian batubara juga terlihat mencapai level tertinggi tahun 2025 sebesar 47,2 juta ton. Begitu juga dengan transportasi untuk pengangkutan batubara mencapai 40,4 juta ton.
Stripping ratio juga menunjukkan kondisi yang bagus mencapai 6,1x, dimana stripping ratio ini menunjukkan jumlah tanah yang harus digali untuk mendapatkan batubara, artinya dari 6,1 ton tanah yang digali berhasil memperoleh 1 ton batubara. Ini lebih efisien dari dua tahun sebelumnya yang mencapai 6,2x.
Penjualan batubara PTBA tersebut mayoritas-nya berada di pasar domestik yang berkontribusi sekitar 54%, sedangkan sisanya ekspor mencapai 46%.
Penjualan pasar domestik tersebut mayoritasnya dijual ke PLN yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mencapai 37% dari total penjualan PTBA, kemudian ada mine mouth (penjualan langsung di tambang) sebesar 10%, dan lainnya mencapai 8%.
Ekspor perusahaan paling besarnya dituju ke Bangladesh sebesar 27%, kemudian India mencapai 16%, Vietnam sebesar 11%, Korea Selatan sebesar 10%, Filipina mencapai 8%, sisanya ke beberapa negara lain seperti China, Malaysia, Kamboja, dan lain sebagainya. Bahkan Spanyol juga mulai menjadi tujuan pasar baru pada Q4 2025.
Dari sisi harga rata-rata penjualan (ASP) PTBA belum ada untuk full year 2025, akan tetapi pada sembilan bulan tahun 2025 untuk ASP tersebut turun 6% dari Rp970 ribu per ton menjadi Rp910 ribu per ton.
Jika melihat dari website minerba.esdm, harga batubara acuan 2 Indonesia dalam tren turun, awal tahun 2024 menyentuh level USD 58,56 per ton, kemudian pada akhir Desember 2025 ditutup pada harga USD 45,44 per ton.
Penurunan harga batubara acuan ini berpotensi menekan kinerja laba bersih PTBA pada FY 2025, tapi secara realisasi seperti apa bisa ditunggu ketika rilis laporan keuangan terbarunya nanti.
Tahun 2025 kemarin sebenarnya perusahaan juga menargetkan kinerja operasional tersebut, dimana perusahaan menargetkan volume produksi sebesar 50 juta ton, penjualan 50,1 juta ton, dan angkutan batubara-nya mencapai 43,2 juta ton.
Jika dibandingkan dengan realisasi kinerja operasional tersebut, maka ketiganya tidak tercapai, meski tetap bagus yang mencapai level kinerja operasional tertinggi sepanjang masa.
Ada yang pegang saham PTBA?
馃憠聽Join ke channel Telegram buat dapetin insight lainnya! Klik link di bio.
Disclaimer: Konten ini dibuat dengan tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi untuk jual, beli, atau hold suatu saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
$PTBA $ITMG $ADRO
1/4



